
"mom, dad." Kelya memasukkan kembali ponselnya kedalam tas, setelah melihat om dan tantenya memasuki mansion. "bagaimana ceritanya Dad, kakak ipar bisa kecelakaan."
tuan Darmawan memberikan isyarat mata kepada Keyla. Agar tidak membahas ini dulu, melihat kondisi sang istri yang masih sedih dengan keadaan sang menantu. Keyla yang sadarpun mengangguk.
Keyla berjalan menghampiri sang tante. Dia duduk di sebelah tantenya. "Mom yang tenang ya. Key yakin, kakak ipar akan baik baik saja."
"kakakmu sedang mengandung Key, dan ini keadaannya kritis. Kasian kakakmu Key."
"ya, Key tau mom. Tapi kita bisa apa. Hanya bisa mendoakan yang terbaik buat kakak ipar." nyonya Darmawan hanya mengangguk.
"Key ke atas dulu ya mom, dad. mau ganti baju dulu." tuan Darmawanpun pengangguk. Key segera berlalu dari sana.
"siapa yang bisa aku tanyakan dalam hal ini. Kasian kak Reno pasti sangat terpukul." ya Keyla kini sedang berjalan mondar mandir di balkon kamarnya. Dia juga sangat cemas dengan keadaan kakak iparnya. "sebaiknya aku ke rumah sakit saja. Ya benar kerumah sakit." Keyla segera bergegas untuk bersiap ke rumah sakit.
"Mau kemana Key." Keyla menoleh mendengar suara sang Om. Keyla berjalan menghampiri sang Om.
"Key ke rumah sakit dulu ya dad." Tuan darmawan mengangguk.
__ADS_1
"Berhati hatilah. Bawa sopir."
"Tidak dad, Key bawa mobil sendiri saja." Keyla menyalami Dad darmawan dan segera pergi dari sana agar tidak terlalu malam .
"Bagaimana Jo." Ya kini Jonathan dan Reno sedang duduk di ruang tunggu, meraka sedang membahas prihal kecelakaan Monic.
"Masih di selidiki bagas Ren. Tenang lah semuanya akan baik baik saja. Dan pelakunya akan segera tertangkap."
"Harus. Jangan sampai tidak tertangkap. Aku sendiri yang akan memberikannya pelAjaran. Kalau perlu nyawanya yang akan menjadi taruhannya jika terjadi sesuatu dengan Monicku."
"Ren,! Jangan bilang ka-"
"Tamat sudah riwayat kalian di tangan Reno." Gumam Jo.
"Auwww, kalau bukak mobil hati hati donk. Apa tidak melihat orang sebesar ini. Atau an-" Keyla melongo melihat Fatih di depannya. "Kak Fatih." Batin Keyla.
Keyla segera bergegas dari sana, untuk menghindari Fatih. "Untuk apa dia di sini. Oh astaga kak Monic kan kakaknya. Tentu saja dia di sini." Keyla menepuk keningnya sendiri, tanda menyadari kebodohannya.
__ADS_1
"Key tunggu." Fatih terus mengejar Keyla yang berjalan setengah berlari. "Key." Fatih menggapai tangan Keyla dengan sedikit menariknya. Hingga Key hampir saja terjatuh.
"Ada apa kak.?" Keyla berusaha melepas lengannya yang di cekal Fatih. "Kak lepas, Key mau ke ruangan kak Monic yang di rawat.
"Kakak juga mau kesana. Kita bisa bareng."
"Ya sudah, kalau begitu ayo kak, untuk apa berhenti di sini." Key celingak celinguk melihat sekitar, karena koridor yang sangat sepi, karena mamang sudah malam.
"Tidak,! Kita perlu bicara. Ayo ikut aku, kita sambil makan malam di kantin."
Keyla tetap tidak bergeming dari tempatnya berdiri. Dia senang Fatih mengajaknya. Tapi dia tidak ingin terbawa prasaan lagi. "Maaf Key gak bisa kak. Key harus segera ke kak Monic." Keyla segera bergegas dari sana tanpa menghiraukan Fatih yang masih menatapnya dengan tatapan entah.
Tidak lama Keyla sampai di depan ruangan Monic. "Kak bagaimana kak Monic." Reno menoleh mendengar suara sang adik.
"Key, ini sudah malam, untuk apa kamu kesini." Dari belakang terlihat juga Fatih yang berjalan menuju ke arahnya.
"Ya jelas ingin melihat keadaan kak Monic. Kenapa kakak tidak mengabariku."
__ADS_1
Reno menarik nafasnya panjang, "bagaimana caraku ngabari Key, bahkan aku sendiri panik." Keyla berjalan cepat dan memeluk sang kakak dari samping yang sedang duduk.