
2minggu berlalu, dan sikap Reno masih saja dingin pada Monic. Monic merasa ada yang hilang dalam hidupnya. "Emm tuan, apa tuan akan mengunjungi Raka weekend besok." Kini Monic berdiri di hadapan Reno yang berbatas meja kerja sangCEO setelah manaruh kopi di meja kerja Reno.
"Hem."
"Hanya hem. Ya tuhan aku harus ngomong apa lagi. Baru ini aku melihatnya sangat dingin dan itu malah membuatku takut." Batin Monic.
"Ada lagi.!?"
"Tidak tuan saya permisi." Monic segera bergegas keluar setelah menunduk hormat.
"Tunggu."
Monic berbalik setelah mendengar suara sang CEO. "Iya tuan??"
"Ini belikan saya makan di restoran sebrang. Dan ingat yang satu dagingnya jangan terlalu matang, karena Keyla akan kesini dan ingin makan steak daging." Reno mengulurkan kartu saktinya pada Monic. "Beli 4 yang 3 dagingnya matang dan orange juice 3 sama Italian coffee 1."
"Baik. Kalau begitu saya permisi."
"Hem."
Monic segera membeli pesanan sang bos di sebrang prusahaan Darmawan grup. Tidak lama dia selesai dengan pesananya. Monic segera bergegas untuk kembali ke tempat kerjanya.
__ADS_1
"Auww... maaf saya tidak sengaja." Monic mendongak setelah mengambil kartu sakti Reno yang terjatuh. Karena terburu buru Monic memasukkan kartu ke dalam kantongnya sambil berjalan, alhasil dia menabrak seseorang tanpa sengaja.
"Kamu."
"Nona."
Ujar mereka bersamaan.
"Apa kita bisa bicara sebentar.?"
"Tapi Nona, saya sedang bekerja dan harus segera kembali karena makanan ini keburu dingin nanti." Tolong Monic halus. Monic takut terjadi keributan disana. Jika itu terjadi habis sudah hidup Monic.
"Ta--"
"Pleaseee .." Cindy memasang wajah manis dan manjanya tanda memohon.
"Baiklah Nona,." Mereka berdua kembali masuk ke dalam Restoran dan duduk di kursi pojok dekat kaca.
"Mau minum apa.??"
"Tidak perlu Nona, saya cuman sebentar disini." Monic menunggu dengan cemas, apa yang ingin di bicarakan Cindy padanya. Dia takut disalahkan atas hancurnya rencana pernikahannya dengan Reno.
__ADS_1
"Terimalah pinangan Reno, dia sangat mencintaimu." Tanpa basa basi Cindy mengutarakan apa yang ingin dia utarakan.
"Tapi Nona, dia calon Nona, mana mungkin saya merusak kebahagaian orang lain, meski saya tau kalau anda sudah batal menikah, tapi saya tidak mau dituduh merusak kebahagian orang lain."
"Jangan terlalu memusingkan kata orang. Jika kamu bersedia terimalah, ya awalnya aku kecewa dan marah, wanita mana yang terima pernikahan yang kurang 1hari harus batal, tapi di sisi lain aku juga sadar, kalau aku terus memaksakanย kehendak pasti aku juga akan terluka, karena Reno tidak bisa mencintaiku." Cindy menarik.nafas panjang dan menghembuskannya.
Cindy beranjak dari tempat duduknya di susul Monic yang ikut berdiri. "Apa Nona baik baik saja?" Ujur Monic.
"Seperti yang kamu lihat, aku pulang dulu, dan jangan terlalu banyak berfikir" Cindy melangkah. Tapi tiba tiba Cindy berbalik "ada lagi, ingat... orang tulus tidak akan datang untuk yang kedua kalinya.. itu sebabnya mengapa ada kalimat HARGAI SELAGI ADA. bay..." Cindy melambaykan tangannya meninggalkan Monic yang masih diam mematung.
"Aku mengira dia akan marah atau setidaknya memaki diriku, tapi ini. Sungguh aku sangat takjub. Ternyata dia baik. Mengingat dulu ketika memakiku dan fatih." Gumam Monic. Monic berlalu dari sana untuk kembali ke prusahaan tempatnya bekerja.
"apa Restonya pindah ke luar kota!" Baru juga masuk ke ruangan sang CEO sudah senam jantung. Suara yang menggelegar sukses membuat Monic terkejut.
"maafkan saya tuan, tadi tidak sengaja bertemu seseorang dan mengobrol sebentar."
"apa seseorang, siapa." batin Reno
...****************...
Mohon dukungannya ya readers, semoga suka dengan cerita di novel perdana ini. ๐๐๐๐๐
__ADS_1