
"Jo!" panggil tuan besar dengan suara beratnya. Jo yang di panggil pun tersedak. Karna terkejut.
"Iya tuan besar." jawab Jo dengan suara takutnya.
"Papahmu menelfonku, dan bertanya kapan kamu akan pulang untuk melanjutkan prusahaan keluarga"
"kalau sudah dapat pendamping om" jika sudah membicarakan masalah pribadi Jonathan akan memanggil tuan darmawan dengan sebutan om.
"bukannya kamu sudah memiliki kekasih?" lanjut tuan Darmawan.
"Iya om, tapi belum ada rencana nikah, karna kekasih saya mau menunggu kontrak kerjanya slesai."
"di segerakanlah, kamu itu sudah seumuran Reno, jangan terlalu lama." Jo hanya menanggapi dengan cengiran.
Ketika sarapan mereka semua di kejutkan dengan suara manja dari seseorang, siapa lagi kalau bukan Cindy. Wanita pengangguran yang banyak uang dan angkuh.
"Tante..., Cindy belum telat kan?" sambil berjalan dan mencium pipi sang calon mertuabDan menyalami tuan besar.
__ADS_1
"Untuk apa anda pagi pagi ke sini?" sambil menaiki kedua alisnya Reno bertanya, sebelum sang mamah menjawab Reno lebih dulu bertanya.
"Tante yang menyuruhku kesini, sekalian ikut kamu berkunjung ke prusahaan cabang sayang" jawab Cindy dengan suara manjanya.
"Tidak, saya pergi untuk bekerja bukan berlibur" dengan cepat Reno menjawab. Reno tak ingin Cindy membuat kacau. Reno paling malas jika tiba tiba Cindy merengek dengan segala tingkah lakunya itu.
"Rennn, biarkan Cindy ikut, sebentar lagi dia akan menajdi istrimu, biarkan dia mengenal kehidupanmu dan seluruh karyawanmu di kantor, cepat atau lambat itu akan terjadi sayang." ujar sang mamah.
Reno tak menjawab, Reno hanya menggrutu. Karna Reno tak bisa membantah sang mamah.
Reno beranjak dari tempat duduknya, di ikuti Jonathan sang asisten dan si ular keket. Siapa lagi kalau bukan Cindy.
"nikmatilah bro, mendengarkan cerita Cindy yang gak ada habisnya itu" batin Jonathan sambil terbahak bahak.
Mereka akhirnya sampai di kantor cabang setelah menempuh perjalanan 30 menit. karyawan disana sudah pada tahu siapa Reno, setiap Reno berkunjung pandangan para karyawan terkagun kagum dengan ke tampanan dan tatapan tajamnya..
Reno berjalan dengan tegas tanpa menoleh kanan kiri, bagitupun Jonathan yang mengekori di belakangnya begitupun Cindy. Reno manaiki lief khusus menuju ruangan pak Heru, kepecayaan sang papah selama ini.
__ADS_1
Pak heru orang yang bertanggung jawab di prusahan cabang. Sesampainya di ruangan pak Heru Reno langsung duduk setelah di sambut oleh pak Heru.
Mereka pun membahas apa yang perlu mereka bahas. Tak terasa pembahasanpun selesai setelah 3jam. Jangan di tanya Cindy yang seperti gosok,an kesana sini saking bosannya, tapi demi sandang nyonya muda darmawan di mau bersabar. Akhirnya pertemuanpun slesai dan Reno beserta Jonathan pamit terhadap pak Heru. Pak Herupun menunduk hormat.
Reno dan jonathan berjalan beriringan, dan Cindy di brlakang, Reno dan Jonathan yang membahas hal penting tak melihat jika ada orang di depannya.
Dan brukkkk...
"Maaf tuan saya tak sengaja" ujar orang itu.
"Lain kali hati hati apa kau sudah bosan bekerja di sini." bentak jonathan, ya orang yang di tabrak itu Jonathan.
"Maafkan saya tuan saya tidak sengaja." Sofia pun bergetar karna di bentak begitu keras oleh Jonathan. Yang menabrak siapa, yang si marahin siapa. Ya begitulah bawahan, akan slalu salah di hadapan sang bos besar. Sofia sendiri sudah tau siapa Jo dan Reno.
Dari arah samping Monic pun menghampiri Sofia yang terlihat gemetar, Monic pun yang mendengar bentakan keras akhirnya menoleh. Setelah tau yang di marahi Sofia Monicpun bergegas menghampirinya.
"Fi, kamu tak papa? Tanya Monic" Sofia hanya mengangguk. Monic mendongak melihat sang asisten atau atasannya, dan meminta maaf atas nama Sofia.
__ADS_1
Reno yang mendengar suara tak asing langsung menoleh dan
Deg......