KEPEDIHAN

KEPEDIHAN
EPS-94


__ADS_3

"Sabar ya kak, pasti kak Monic akan baik baik saja."


"Ren, aku pulang dulu, besok aku harus bekerja, kamu tidak usah kawatir masalah kantor, biar aku yang handel." Reno hanya mengangguk. Jo pun berlalu dari sana, setelah melihat anggukkan Reno.


"Kak apa boleh aku melihat kak Monic."


"Lihatlah, tapi jangan lama." Keyla pun berdiri dari duduknya, dia melihat Fatih sesaat dan segera masuk ke ruang ICU.


Fatih duduk di sebelah Reno, "pulang lah, biar kakak yang menjaga kak Monic. Kasian ibu bapak di apartemenmu sendirian Fat."


"Sebentar lagi kak."


Reno melihat dokter berlari ke ruangan sang istri. "Ada apa ini." Keyla keluar dari ruang rawat Monic dengan wajah cemasnya. "Key ada apa.?"


"Tidak tahu kak, tiba tiba monitornya berbunyi." Keyla terduduk lemas di dekat Reno, dia masih shok melihat keadaan kakak iparnya. Air matanya tiba tiba mengalir. Fatih yang melihat itu mengelus pundak Keyla.


Tidak lama dokter keluar dari ruang ICU, "dok bagaimana keadaan istri saya, apa yang terjadi."

__ADS_1


"Tenang tuan. Semua baik baik saja, nyonya muda sudah melewati masa kritisnya, tapi pasien belum sadarkan diri. Cobalah selalu mengajanya bicara banyak hal."


"Baik Dok, terima kasih." Kini Monic akan segera di pindak keruangan VVIP.  agar Reno bisa menjaga di dalam. "Sebaiknya kalian pulang lah, ini sudah malam."


"Key, kamu pulangnya biar diantar Fatih, ini sudah malam. Tidak membawa mobil sendiri."


"Tidak usah kak, aku akan bawa Mobil sendiri."


"Key!."


"Ah kalau begitu Key akan naik taksi kalau enggak, biar sopir ke sini ya kak."


"Kasian Fatih kak, ini sudah malam. Jaraknya juga berbeda. Nanti di-"


"Aku tidak masalah, biar aku yang mengantar kak." Fatih menyela pembicaraan kakak beradik itu, sambil menatap Keyla dengan tajam. Keyla yang di tatap seperti itu langsung mengalihkan pandangannya.


Mereka berdua pun berlalu dari sana, dengan Keyla yang berjalan di depannya. "Kenapa kamu tidak mau di antar olehku." Keyla berhenti sejenak untuk menoleh.

__ADS_1


"Tidak ada. Hanya tidak mau merepotkan kak Fatih saja sih."


"Jangan coba memberi alasan Key, aku tau kamu hanya ingin menghindar dari kakak." Fatih yakin itu alasannya, karena semenjak kejadian waktu itu, keyla benar benar menjauhinya  bahkan sangat acuh padanya. Fatih seharusnya bahagia, ini malah uring uringan tidak jelas.


"Sudahlah kak, ayo segera pulang, ini sudah malam."


Tanpa mau berdebat lagi Keyla segera masuk ke dalam Mobil Fatih.


"Kita makan malam dulu," ya setelah perdebatan di parkiran rumah sakit tadi, mereka saling diam. Tidak lama Fatih membelokkan mobilnya di warung kaki lima. Keyla yang melihat itu hanya melongo.


"Kenapa, apa kamu tidak suka kita makan di pinggiran seperti ini."


"Tidak, aku biasa saja, di mana saja aku gak papa."


"Memang kamu pernah, makan di tempat seperti ini." ejek Fartih.


"Tentu saja, kamu kira aku tidak pernah makan di tempat seperti ini." Kayla berujar sambil memalingkan wajahnya. "Semoga dia tidak tahu kalau aku berbohong. Kalau dia tahu aku tidak pernah makan di tempat seperti ini, dia pasti akan bilang kalau orang kaya mana mungkin makan di tempat seperti ini," batin Keyla. Fatih yang melihat itu hanya tersenyum. Dia paham betul kalau keyla berbohong.

__ADS_1


"Aku hanya bertanya, kenapa kamu jadi sewot." Fatih mencubit gemas pipi Keyla. Keyla yang mendapat perlakuan seperti itu langsung terdiam.


"Ayo turun, kenapa kamu masih bengong." Keyla terjaga dari lamunannya, dan segera menyusul Fatih yang sudah memasuki warung pecel lele.


__ADS_2