
Dua sahabat ini, kini berjalan beriringan untuk menuju tempat Sofia bekerja, Monic pun ikut serta, karna dia akan melamar pekerjaan di tempat Sofia bekerja.
Mereka berdua berpisah di lobi. Monic menuju ke tempat bagian HRD, sedangkan Sofia menuju tempat kerjanya.
Dengan cemas Monic menunggu di interviem. Setelah menunggu 3 jam akhirnya Monic di panggil.
.Monic segera berdiri dan masuk keruangan tempat HRD duduk.
Setelah di interviem Monic keluar dari ruangan HRD.
Monic menghembuskan nafasnya panjang, Monic berharap semoga di terima, dan Monic berjalan keluar dari gedung besar itu.
Kini monic berada di taman dekat Prusahaan tempatnya daftar kerja tadi, dia ingin menunggu Sofia istirahat, karna 1jam lagi Sofia istirahat.
Setelah 1 jam, kini Sofia keluar dari prusahaan tempatnya bekerja, untuk menemui Monic.
dia mengejutkan Monic dari belakang, karna Monic terlihat melamun.
"Duar,,,Mikirin apa sih Mon? Jangan suka melamun sendiri, nanti kesambet setan" tandasnya, Sofia paling tak suka kalau melihat Monic melamun, "bagaimana tadi daftar kerjanya?" lanjut Sofia.
"Doain semoga keterima ya Fi..." lirih Monic, Monic berharap segera dapet panggilan untuk bekerja, bagaimana pun Monic punya tanggung jawab sekrang.
__ADS_1
"Pasti keterima, yakin aja sih, lagian kan emang butuh banyak OB," Sofia memberi semangat Monic, Agar temannya itu tidak pesimis.
"Kamu tau Fi."
"Enggak" sela Sofia.
"Dengerin dulu Fi! is kamu ini menyebalkan sekali." berengut Monic, Sofia suka sekali memotong kalimanya.
Sofia tertawa terbahak bahak, Sofia paling suka menjaili Monic, Karna Sofia gak suka kalau Monic terlalu serius.
"Dulu aku pernah tinggal di kota ini Fi, untuk kuliah...," ujar monic dengan suara sedihnya, dia menarik nafasnya sangat dalam "dan hanya berjalan2 semester Fi. Karna ada sesuatu yang harus mengharuskan aku untuk berhenti." Monic mulai berkaca kaca, dia sungguh sangat sangat pedih ketika mengingat itu. Dimana dia hanya sebagai seonggok sampah untuk pria yang begitu ia cintai.
"hustttt sudah sudah tak perlu di lanjut lagi, jangan ceritakan." Sofia segera memeluk Monic, Sofia mengelus punggung Monic, entah apa yang terjadi. Kenapa setiap Monic ingin mulai bercerita selalu tak kuat. Sofia ingin tau, tapi Sofia juga tak mungkin membuat Monic seperti ini, Sofia akan menunggu Monic bisa menerima semuanya. Dan siap bercerita kepadanya.
Setelah Monic tenang, akhirnya Monic pamit pulang dulu ke kost Sofia, karna Sofia harus bekerja kembali. Nanti Sofia akan pulang di jam 5 Sore.
"Kalau begitu aku pulang dulu ya Fi, aku tunggu di kost."
"Baiklah, hati hati di jalan Mon, jangan ngalamun terus. Kalau perlu masak yang enak di kost, aku ada sayur sedikit di masak ya"
" Ya ya ya, baiklah ndoro." jawab Monic sambil terkekeh.
__ADS_1
Monic sudah sampai di kost, Monic mulai memasak, Tadi di jalan Monic menambah belanjaannya untuk masak agak bannyak sekalian buat sang adik, karna kost adiknya tak jauh dari tempat Sofia.
Tak lama masakannya pun slesai, Monic menyimpan sebagian ke tepak makanan buat di anter ke tempat sang adik. Monic istirahat sejenak sambil menunggu Sofia. Karna Monic akan mengajak Sofia ketemu adiknya Fatih.
Waktu sudah menunjukkan jam 5 sore, kini Monic dan Sofia sudah rapi. kini mereka berdua keluar menuju tempat busway...
Tak lama mereka sudah sampai di tempat Fatih, Monic langsung mengetuk pintu sang adik, sang adik sudah tau kalau sang kakak akan berkunjung, karna tadi sudah kirim chat terlebih dahulu. Tak lama pintu terbuka, dan muncullah sang adik. Setelahnya Monic pun memperkenalkan Sofia kepada sang adik. Mereka makan bersama sambil berbincang.
"Bagaimana kak daftar kerjanya,,apakah sudah keterima?" tanya sang adik.
"Belum dek, nunggu 3hari lagi, nanti di kabari lewat pesan katanya."
"Semoga keterima ya kak." harap sang adik.
"Aminnnn, semoga ya dek,doa,in kakak ya dek." pinta Monic.
"Pasti kak, Kalau kak Fia udah lama kak kerja di sana?" lanjut Fatih bertanya pada sahabat sang kakak.
Fia melihat Fatih, "Ya lumayan dek, sekitar 4bulan lah, sering seringlah berkunjung ke kost, kalau kakakmu keterima di sini."
"Pasti kak" ujar Fatih sambil mengangkat jempolnya.
__ADS_1