KEPEDIHAN

KEPEDIHAN
EPS-44


__ADS_3

Jonathan yang mendegar suara keras sang bos langaung pergi keruangan sang atasan. Jonathan hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan bosnya. Apa lagi ruangan yang seperti dihuni anak bayi yang baru belajar jalan. "Ada apa? Apa kau butuh info ini?" Tanpa diminta Jo tahu apa yang harus iya lakukan, setelah melihat kejadian di resto tadi.


Reno segera mengambilnya dan membacanya. "Romi rahardian?" Reno melihat ke arah Jo sambil mengangkat kedua alisnya.


Jo mendesahkan nafasnya. "Ya seperti yang kau lihat, Dia mantan suami Monic."


Reno diam terpaku mencerna segalanya. "Jo mana mungkin mereka berdua bisa berpisah, jika di lihat tadi mereka berdua seperti saling menyayangi, Dan bahkan mereka berpelukan tanpa canggung." Reno mengatakan itu dengan menggebu gebu, masih tersisa amarah di hatinya.


"Mana gue tau, tanya saja sendiri sama Monicmu itu Dan mereka hanya menikah enam bulan." Tambah Jonathan dan itu sukses membuat Reno melongo.

__ADS_1


"Sudahlah kamu jangan terlalu memikirkan Monic, ingat 3 tiga minggu lagi kamu akan menikah dengan Cindy." Jo menepuk pundak Reno dan berlalu dari ruangan sang CEO. Reno bingung dengan keadaan ini, apa yang harus iya lakukan. Di satu sisi dia ingin sekali bersama Monic, Disisi lain Reno sadar semuanya tak lagi sama.



2minggu berlalu, satu minggu lagi adalah pernikahan Reno, bahkan Reno sama sekali tidak bersemangat medekati hari pernikahannya ketika mengingat pembicaraannya dengan sang mamah.


Flasback


"mah Reno sudah menemukan orang yang Reno cari selama ini mah" ujar Reno dengan suara yang lirih dan tatapan yang sendu "bahkan dia tidak mau melihat Reno mah, Reno selalu berusaha mendekatinya dan dia semakin sulit untuk Reno gapai mah. Apa mamah tau dia berkata untuk menjauhinya maka dia akan memaafkan Reno dan dia berkata akan baik baik saja jika Reno tidak mengganggunya lagi. Reno tau mah kesalahan Reno sangat fatal, tapi apa kesempatan untuk berubah sudah tidak ada mah?" Sang mamah hanya mengelus kepala Reno tanpa mau berkomentar, sang mamah tau kalau anaknya hanya ingin menceritakan kegundahan hatinya.

__ADS_1


Setelah cukup lama terdiam akhirnya sang mamah mengeluarkan suaranya. "Jika dia tidak ingin kamu dekati maka jangan kamu dekati nak, beri dia ruang Toh kamu juga akan menikah yang penting kamu sudah berusaha untuk minta maaf."


Flasback off


Hari ini adalah hari weekend, jadi semua orang kebanyakan malas malasan begitupun Monic dan Sofia, tapi berhubung ada Raka dikostnya yang sedang berlibur ke kota jadi Monic dan Sofia ingin mengajak sang anak jalan jalan. Dari pagi di kost Monic sudah sibuk bersiap untuk jalan jalan. Apa lagi ini kali pertamanya Sang anak ke kota, jadi Monic tak ingin membuang kesempatan menghabiskan waktu bersama sang anak untuk jalan jalan.


"Sayang apa yang ingin kamu beli nak di sini?" Monic bertanya sambil mengelus kepala sang anak yang sedang bergandengan tangan dengan Sofia.


"Raka ingin mencoba permainan yang itu mah." Tunjuk Raka ke tempat permainan. Monicpun bergegas kesana untuk menemani sang anak.

__ADS_1


Raka terlihat sangat bahagia mencoba semua permainan, hal yang wajar bukan, karena di desa tidak ada tempat bermain seperti di mall.


__ADS_2