KEPEDIHAN

KEPEDIHAN
EPS-55


__ADS_3

"Sudah kuduga, pasti ada imbal baliknya jadi lebih baik aku pulang sendiri." Sofia berdiri dari dudunya dan hendak melangkah.


"Eh tunggu...kamu emang gak takut pulang sendiri, lihat lah sudah jam  berapa ini." Tunjuk Jo pada ponsel Sofia. Sofia menghidupkan hpnya yang berada di genggamannya. Dan Sofia sukses membelalak, ternyata sudah pukul 1 dini hari.


Jo berbalik dari sana ingin menuju Mobilnya di tempat parkir,  Sofia langsung mengikuti dari belakang dan menarik jaket Jo. Jo berbalik dan menaiki alisnya tanda bertanya.


"Saya mau tuan di antar pulang,"


"Oh tapi maaf saya sudah berubah pikiran." Jo hendak melanjutkan jalannya tapi langsung di hadang oleh Sofia.


"Tolong lah tuan. Nanti kalau ada orang jahat bagaimana tuan." Sofia memasang wajah memelasnya agar Jo luluh, tapi sepertinya Jo tidak terpengaruh.


"Baiklah saya akan memasak buat tuan besok pagi, asal tuan mau mengantar saya."


"Dua minggu kamu harus masak buat saya bagaimana? Setiap pagi sebelum kekantor"


"Enak saja. Gak mau.!! Anda sendiri yang bilang besok pagi kenapa sekarang jadi dua minggu."


"Ya sudah kalau tidak mau, pulang saja sendiri sana."


"Eh sebentar tuan." Jo tidak jadi melangkah. Setelah Monic menahannya lagi.


"Baiklah saya mau, asal ongkos pulang perginya di tanggung tuan." Ujar Sofia. "Kalau ada ojek mana mau aku pulang sama es balok." Gumam Sofia yang masih bisa di dengar Jo.


"Apa kamu bilang."

__ADS_1


"Tidak tuan, ayo tuan segera pulang nanti keburu pagi  besok saya harus bekerja." Sofia berjalan terlebih dahulu meninggalkan Jo di belakang, Jo hanya mengumpat melihat tingkah Sofia, tapi Jo tidak bisa marah sama Sofia. Entahlan.


Jo langsung melotot melihat Sofia duduk di belakang. Sedangkan dia di depan sendirian.


"Heh memangnya aku supirmu, enak saja kamu duduk di belakang, pindah depan." perintah Jo.


"Baiklah tidak perlu melotot nanti matanya bisa lompat keluar tuan." Sofia langsung pindah ke depan tanpa memperdulikan tatapan horor di depannya.


Reno kini memandangi Raka yang sedang terbaring lemah di ranjang pasien dengan tatapan terluka. "lekaslah sembuh jagoan papah." lirih Reno. Kini Reno memandang Monic yang sedang terlelap di sofa tidak jauh dari Raka. "aku berjanji akan membuatmu slalu bahagia setelah kita bersama nanti, besok aku harus menemui keluarga Cindy" guman Reno.


Dret.. Dret... Dret.


Reno tersadar dengan suara ponselnya. Reno segera keluar untuk mengangkatnya.


(.....)


"Kabari saya kalau sudah jelas pelakunya"


Reno segera menutup tlfon dan kembali ke dalam untuk menemani Raka dan Monic.




__ADS_1


"Dimana ruangan cucu saya?"


"nyonya darmawan." ujar suster di sana "Mari saya antar nyonya." susterpun memandu Lidya untuk ke ruangan sang cucu. Setelah Reno memberi kabar kalau Raka berada di DM hospital sang oma langsung bergegas kesana.


"oh cucu Oma..." Reno langsung menoleh mendengar suara sang mamah.


"mah sama siapa kesini? " Raka berdiri dang menghampiri sang mamah.


"sama supir, dimana Monic." Lidya melihat ke seluruh ruangan tidak ada Monic.


"sedang mandi mah."


"oh, gimana ceritanya Ren semua ini terjadi.?"


Reno menghembuskan nafasnya panjang dan Reno akhrinya menceritakan semua terhadap sang mamah. Termasuk semua kebenaran tentang Raka dan rencananya yang ingin membatalkan pernikahannya dengan Cindy.


"apa mamah setuju jika Reno mengakhiri semua ini dengan Cindy? Reno ingin bertanggung jawab dan membahagiakan Monic mah, wanita yang pernah Reno sia siakan. Reno tidak ingin mengulang kesalahan yang sama mah"


Lidya yang melihat kesungguhan di wajah Reno pun hanya bisa pasrah, walau bagaimanapun Monic lebih berhak atas Reno, karena mereka sudah memiliki anak. Mana mungkin nyonya Lidya tega memisahkan ayah dengan anaknya.


"kamu harus menemui keluarga Cindy Ren, dan bicara baik baik dengan keluarga tante Novi."


"pasti mah. Jangan khawatir."


Tidak lama Monic keluar dari kamarmandi dan menunduk hormat kepada tante Lidya setelah melihat tante lidya di sana. Monic berjalan menghampiri tante Lidya dan menyalami nyonya lidya. mereka pun berbincang bertiga. Reno tidak ingin membahas masalah mereka sebelum masalah dengan Cindy slesai.

__ADS_1


__ADS_2