
"kak tunggu." Monic segera memegang tangan Reno yang berdiri dari sofa hendak menuju kursi kebesarannya. "apa kakak marah kepadaku?"
Reno yang mendengar itu mengernyit alisnya. "hey tunggu dulu." Reno melepas tangan Monic dari lengannya dan menutup ruangannya dengan memencet tombol dekat kursi kebesarannya.
Monic langsung melihat keseluruh ruangan yang tertutup rapat. Dia merada djavu pernah ada di posisi sekarang. Hanya statusnya saja yang berbeda.
Ehemmm. Monic berdehem tanda merasa gugup. Dia sudah hafal apa yang akan terjadi setelah ini. "kak, emm apa itu namanya." Monic malah bingung sendiri mau berucap apa. "ah iya Monic harus menjemput Raka pulang sekolah kak."
Reno melihat jam di pergelangan tangannya. "masih ada waktu satu setengah jam sayang. Apa tidak ada rencana memberiku makanan pembuka." Reno mengerlingkan matanya kepada Monic. Sedangkan Monic menjadi salah tingkah sendiri.
"hey apa kamu Fatih.??" Fatih yang mendapat sapaan jadi bingung sendiri.
"iya saya Fatih. Kamu siapa ya.?" Fatih mencoba mengingat wanita di depannya ini. Tidak lama senyum sumringah terbit di wajahnya. "siska."
"betul." siska pun ikut tersenyum dan duduk begitu saja di dekat Fatih mengabaikan wanita yang sedari tadi melihatnya dengan wajah tidak sukanya.
__ADS_1
"sejak kapan kamu berada di ibu kota sis." setahu Fatih siska berada di kota M untuk kuliah dan menepat di sana .
"Sekitar 5bulan lebih lah. Setelah aku menyelesaikan kuliahku, aku merantau kesini untuk mencari pekerjaan."
"lalu bekerja di mana sekarang?"
"masih mencarinya sih, sambil bekerja di mall di jalan xxx."
"wah kebetulan sekali, di tempatku bekerja ada lowongan kerja. Di bagian staf ke uangan, kalau kamu berminat bisa mendaftar di sana."
"darmawan grup." lemas sudah siska mendengar prusahaan yang di sebut Fatih. Sudah pasti tidak keterima, karena itu prusahaan terbesar di negara ini dan tentunya saingannya akan lebih mumpuni. Siapa yang tidak ingin bekerja di prusahaan raksasa darmawan yang segalanya terjamin. Tapi siska juga sadar siapa dirinya.
"hey kenapa jadi lesu begitu. Bukan kah ini kesempatan baik untukmu." Fatih yang melihat raut wajah siska merasa aneh. tadi terlihat bahagia tiba tiba murung.
"aku bahkan daftar di prusahaan biasa saja di tolak. Apa lagi ini di prusahaan terbesar. Yang benar saja."
__ADS_1
Fatih yang mendengar itu terkekeh sendiri dan merasa lucu. "coba saja dulu, nanti aku coba rekomendasikan pada bagian HRD"
"benarkah.?"
"tentu,"
"yes." siska berdiri dan menghampiri Fatih lalu memeluknya, "terima kasih ya. Sungguh sebuah kebahagian bertemu denganmu di sini. Karena aku akan dapat pekerjaan."
Fatih membalas pelukan Siska. "ya ya ya, semoga saja lancar ya." Keyla yang melihat itu langsung marah dan mendorong Siska dari pelukan Fatih.
"kenapa kamu peluk peluk kak Fatih. Sana jauh jauh." siska yang merasa tidak enak langsung memperbaiki expresi wajahnya.
"maaf kan saya mbak, saya hanya reflek karen senang saja. Tidak ada maksud apa apa kok."
Fatih langsung menatap Keyla dengan tidak suka. Karena berbicara tidak sopan pada temannya. "hey kenapa kamu jadi marah, Siska ini temanku dari SMA dulu. Lagian kamu ini kenapa aneh sekali."
__ADS_1
Keyla yang mendengar itu langsung menatap Fatih dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.