
Setelah Monic mengatur nafas, monic beranjak dari meja itu dan menuntut Reno untuk duduk di kursi meja riasnya. Monic juga ingin membuat sang suami puas. Kini Monic mengelus elus tongkat pusaka sang suami dengan menaik turunkan tangannya. Reno yang merasakan itu sampai merem melek merasakan halus tangan Monic yang sedang memainkan benda kramatnya. "Oh sayang..." racau Reno. "Lebih kuat sayang"
Monic yang merasa tangannya mulai pegal karena Reno tidak segera sampai akhirnya berjongkok dan melahapnya seperti lolipop. "Ahhh sayang. Kamu luar biasa Honey." Reno terus meracau setelah merasakan bibir seksi sang istri yang sedang bermain dengan adik kecilnya. Masa depannya.
"Aku sudah tidak tahan sayang." Reno memegang rambut Monic dan memaju mundurkan dengan cepat. Hingga Monic kualahan dan tersedak. Reno yang tidak sabar langsung menggendong Monic dan membaringkan perlahan di atas kasur empuk dan mewah itu.
Reno memposisikan dirinya di antara ke dua paha sang istri. Reno mulai ******* dan bermain main di gunung kembar itu lagi. Untuk membuat Monic rilek kembali. Tidak lama Reno maju perlahan terus dan terus hinggal akhirnya jlebbbb.
"Ah kak...Sakit..." Reno diam sesaat untuk membuat Monic kembali tenang, setelah melihat Monic yang mulai menikmati permainannya, Reno pun memaju mundurkan miliknya dengan perlahan, tidak lama berubah menjadi cepat ketika Monic mulai ikut menggoyangkan pinggulnya.
Mereka berdua bermandikkah peluh kenikmatan. Badan yang lengket tidak membuat mereka menghentikan permainanya. AC yang begitu dingin tidak terasa untuk kedua insan yang sedang sama sama terbakar api gairah. Bahkan malam sudah berganti dini hari itu pun tidak membuat mereka berhenti. "Ah kak. Aku mau keluar...." racau Monic tidak karuan
"Kita sama sama sayang. Sebut namaku sayang..." Reno pun juga sudah ingin mencapai puncak.
"Ah...ah...ah...kak Reno..."
"Monic..." akhirnya mereka mencapai puncak bersama, Reno belum ingin mengeluarkan miliknya yang masih setia di gua rimbun itu.
__ADS_1
"Kak minggir dulu.. "
"Nanti sayang. Sebentar lagi." Reno terus manatap wajah yang berada di bawah kuasa tubuhnya. Reno tidak menyangka hari ini akan tiba, dimana dirinya berbagi kehangantan kembali dengan Monic. Cintanya. "Sayang terimaksih."
Monic bingung mendengar ucapan Reno yang berterima kasih. "Untuk apa kak?"
"Untuk semuanya, karena kamu masih mau menerima aku dan memberiku kesempatan." Reno terus membelai wajah yang akan slalu menjadi candunya dari sekarang.
"Bukan aku kak yang memberimu kesempatan, tapi hati ini kak, yang slalu menginginkan mu." Monic berujar sambil menunjuk hatinya. "Kak berat."
Mereka asyik bercengkrama. Mereka memang tidak mengulang kegiatan panas mereka. Karena memang sudah lelah seharian ada pesta. Tidak lama mereka terlelap dengan keadaan tubuh yang masih polos dan saling mendekap.
"Pagi mom. Key berangkat kerja dulu ya."
"Hey sarapan dulu,"
"Nanti di kantor saja mom." Keyla berteriak sambil berlari kecil menuju mobilnya. "Keburu gak ya. Kenapa semalam harus bergadang." kesal Keyla
__ADS_1
"pagi sayang." Reno baru keluar dari kamar mandi dan melihat Monic yang sudah terbangun, Reno berjalan menghampiri Monic yang sedang bersandar di sandaran kasur. Monic malu karena Reno bangun terlebih dahulu.
"pagi kak," Monic tersenyum manis terhadap Reno. Dan segera menyembunyikan wajah bantalnya di dalam selimut tebal itu.
"ayo segera mandi, habis ini pulang ya. Kasian Raka mencarimu."
"apa Raka tadi menelfon kak?" Monic segera keluar dari selimut setelah mendengar Raka mencarinya.
"Tidak.mamah yang menelfon."
Reno segera berjalan menghampiri Monic
"kakkkk." Monic langsung berteriak. Ketika Reno tiba tiba mengangkat tubuhnya.
"kita mandi bersama." Monic membiarkan saja Reno membawanya. Tidak ada niatan untuk berontak.
Setelah 1 jam mereka baru slesai mandi, tentunya tidak hanya sekedar mandi. setelah slesai mereka bergegas untuk segera pulang.
__ADS_1