
Tidak lama Sofia masuk kedalam Mobil Jo dan duduk di belakang kemudi bersama Keyla. "Kemana dulu sih kak, kok lama.?"
"Ah tidak, tadi lagi ada perlu sebentar." Ketika Sofia menghadap kedepan pandangannya bertemu dengan Jonathan, dan Sofia segera mengalihkan pandangannya ke arah jalan dari samping kaca mobil Jonathan. Jo yang melihat itu hanya menarik nafas panjang.
"Kak Serly apa sudah selesai pekerjaannya yang di amrik?" Keyla kini bertanya pada Serly.
"Sudah sekitar 1 minggu yang lalu, kamu sendiri masih lama di indo?"
"Masih kak, aku malah punya rencana kerja di prusahaan kak Reno. Oia katanya kakak mau tunangan, kapan kak?"
"2bulan lagi, lagian kakak juga sudah siap menikah dengan kak Jo."
"Good. lagian uang kak Jo tidak akan habis tuju turunan." Seloroh Keyla. Yang di balas tawa oleh Serly.
Sofia yang mendengar itu hanya tersenyum getir. "Sadarlah Fi, kamu itu siapa. Bahkan kalian berbeda jauh. Kehormatan tidak ada nilai di mata orang kaya, satu yang aku sesali, kenapa aku harus jatuh cinta padanya." batin Sofia.
"Hey kak kenapa ngalamun, di ajak ngobrol dari tadi diam saja, eee ternyata malah ngalamun. Ngalamunin apa sih kak.? Apa jangan jangan bang Ed ya." Goda Keyla
__ADS_1
"Ah tidak mana ada."
"Siapa Ed. Apa itu pacar Sofia." Batin Jo, Jo seperti tidak rela jika ada yang dekat dengan Sofia, tapi Jo segera menepisnya. Untuk apa dia peduli pikirnya.
Tangan Reno tidak lepas dari tangan Monic. Reno tidak sabar ingin segera menikah dengan Monic. Ingin ketika bangun tidur yang dia lihat Monic, ketika tidurpun memeluk Monic. "Setelah kita menikah, kita akan bulan madu kemana sayang."
Monic yang ditanya masalah bulan madu malu sendiri, wajahnya langsung merona seperti kepiting rebus. "Terserah kamu saja kak" hanya itu yang keluar dari mulut Monic sambil menyembunyikan wajahnya dari pandangan Reno. Entahlah ketika Monic berbaikan dengan Reno. Monic malah merasa canggung sendiri setiap didekat Reno.
"Hey untuk apa malu, lihatlah kesini" Monic hanya menggeleng.Dan Reno pun menahan tawa melihat tingkah monic yang bikin gemas. Reno membiarkan saja sambil meremas tangan Monic.
Kini mereka semua sudah memasuki halaman rumah Monic. Rumah sederhana yang bnyak di tumbuhi rumput kecil.dan tempat yang sangat asri.
"Sama saja pak, bu. Timpal nyonya Lidya"
"mamah, papah, oma, opa, om Jo, tante Sofia." Raka segera berlari kepelukan sang papah setelah menyapa mereka satu persatu.
"Hohoho jagoan papah. Dari mana jagoan?"
__ADS_1
"Main sama teman sebelah pah."
"Sini sama Oma Opa," tuan Darmawan melambaikan tangan kepada Raka, dan Raka segera berlari ke Opa Darmawan.
"Ini untuk cucu kesayangan Oma." Oma Lidya pun memberikan paper bag yang sangat besar yang berisi mainan untuk anak laki laki.
"Terim kasih Oma, Opa." Raka langsung membongkar paper bagnya dengan sangat antusias. Bahkan Raka mengabaikan orang orang yang sedang menertawakan polahnya.
" memalukan dan Kampungan.!" Celetuk Serly, dan itu sukses membuat Keyla dan Jo yang duduk di sebelahnya Menoleh. Jo langsung menghunuskan tatapan tajamnya, sedangkan keyla mengernyit alisnya, tanda bingung dengan perkataan Serly yang terkesan mencemoh keponakannya.
"jaga bicaramu Ser." tegur Jonathan
"Siapa yang kakak bilang kampungan?" Tanpa basa basi Keyla bertanya dengan nada tidak suka pada Serly.
"Ah tidak Key, sepertinya kamu salah dengar."
"Telingaku masih waras, aku tidak setua itu untuk tidak mendengar kata kata pedas kakak. Memang kakak siapa? Bahkan kakak tidak sederajat dengan Kami." Setelahnya Keyla berdiri dan pindah tempat duduk. Karena sudah jengkel.
__ADS_1
Deg
"Anak kecil kurang ajar, lihat saja nanti kalau aku sudah nikah sama Jonathan. Akan aku balas kau key, berani sekali menghinaku." Sungut Serly dalam hati.