
"Fi kamu di panggil ke ruangan tuan Jonathan asisten CEO disini, ruangannya di langai 8 sebelah ruangan CEO," setalah menyampaikan titah sang atasan teman Sofia pun berlalu setelah dapat anggukkan dari Sofia.
Sofia menatap Monic dengan wajah takutnya, Sofia bener bener takut di pecat.
Monic pun menghampiri Sofia dan menggenggam tangannya, "Jangan khawatir semua akan baik baik saja, kamu tidak akan di pecat, percaya sama aku Fi"
Sofia langsung memeluk Monic dengan erat, mau kemana dia jika benar benar di pecat dapet kerja ini sungguh luar biasa susahnya, Monic mengelus punggung Sofia dengan sayang, Mereka berdua sudah seperti saudara, Tidak ayal jika mereka sudah saling menyayangi.
"Segeralah kesana nanti tuan Jonathan tambah marah terhadap kamu Fi, senyum jangan takut ok." Monic mengangkat tangannya membentuk semangat supaya Sofia lebih baik lagi.
Sofia segera bergegas ke ruangan Jontahan sang manusia yang tak mau di salahkan, Sofia sampai di depan pintu, Sofia manarik nafas panjang sebelum mengetuk pintu. Sudah seperti mau sidang penjara saja.
Tok
Tok
tok
"permisi tuan" Sofia berharap dia tidak membuat kesalahan lagi setelah ini. Dan semoga tak bertemu kembali dengan tuan angkuh ini.
__ADS_1
"Masuk!!"
Sofia segera masuk dan berjalan perlahan ke arah Jonathan. "tuan memanggil saya,"
Jonathan melihat Sofia dari atas sampai bawah, sebenarnya Wanita ini cantik. Tak kalah cantik dengan Temannya yang satu itu, cuman Didepannya ini sungguh wanita ceroboh, dan Jonathan paling tidak suka wanita ceroboh. "Hem, apa kamu masih ingat kesalahanmu?" alis Jonathan bertaut menunggu jawaban Sofia.
"Iya tuan, saya mohon maaf tuan, saya tidak sengaja Dan saya tidak akan mengulanginya lagi tuan" Sofia segera menunduk setelah menjawab pertanyaan Jonathan.
"Kamu pikir saya bisa menerimanya! sama sekali tidak! mulai besok kamu tidak bisah bekerja di sini lagi, dan ambil gajimu di HRD, berhubung kamu belum lama bekerja di sini jadi tidak ada pesangon untukmu!"
Sofia menghampiri Jonathan dan memohon untuk tidak memecatnya Sofia bahkan menangis tersedu sedu Di depan Jonathan, Tapi Jonathan tak bergeming sedikitpun "Keluarlah dari ruangan saya."
"ini semua tak akan lama kamu hanya menjadi tali penghubung saja untuk sementara" batin Jo
"Bagaimana? Apa yang terjadi"
Sofia menatap Monic dengan dalam, Sofia hanya mampu menggelengkan kepalanya, sambil tertunduk lesu, tanpa harus di jelaskan Monic sudah tau jawabannya.
"Bagaimana? Apa dia sudah kamu pecat?"
__ADS_1
Jo hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan bosnya itu, harus sampai memastika kalau semua sesuai rencana. "Sesuai keinginan anda sang CEO gila," jawab Jo dari sebrang sana sambil tertawa terbahak bahak.
"good," dengan seringai liciknya. Reno tidak sabar menanti Monic masuk keruangannya lagi, Reno yakin Monic akan datang menemuinya.
Tidak lama terdengar ketukan pintu dari luar. Reno sangat yakin itu Monic. "Masuk." teriak Reno dari dalam.
Sesuai dugaannya Monic kini muncul di hadapannya, Reno memasang tampang biasa saja. Seolah tidak tau apa apa, "Ada apa kamu kemari? saya merasa tidak memanggilmu." Reno sok angkuh seolah olah dia sedang menjadi atasan yang sesuai.
"Maaf tuan. Kenapa anda memecat teman saya hanya karena masalah kopi, ini seperti tidak adil saja."
"siapa yang memecat siapa?, karena saya tidak merasa memecat seseorang" kilah Reno.
"Tuan Jonathan memecat teman saya Sofia, apa tidak bisakah memaafkan hal sepele itu, mungkin bagi anda dan tuan jonathan itu mudah. Tapi tidak untuk kami berdua yang berusaha mati matian mencari uang demi sesuap nasi."
"itu bukan urusan saya, itu urusan Jonathan, Karena dia punya hak penuh untuk memecat yang dia inginkan jika mengganggunya."
"Saya mohon tuan, minta tuan Jonathan untuk tidak memecat teman saya, anda kan atasannya pasti tuan Jonathan mengabulkannya" pinta Monic.
"baiklah, tapi ada syaratnya!"
__ADS_1
Deg...
Mohon dukungannya ya readers 💞💞