
Ayandaru merasakan tiga sentuhan kecil di punggungnya yg menotok tiga bagian vital untuk seorang pendekar. Bagian saraf, otot dan tenaga dalam. Ayandaru tak berkutik ketika Raka muncul dari arah belakang dan langsung berdiri didepannya yg hanya berjarak setengah meter. Ayandaru hanya mampu mendelikan matanya menahan marah dan juga kesal dgn cara pemuda itu menyerangnya dr belakang.
Tanpa permisi Raka mengelus luka goresan dipipi ayandaru dgn ibu jarinya, lalu sejurus kemudian menyibakan juntaian rambut ayandaru yg berada didekat telinga. Raka melihat luka tsb cukup besar, ia kemudian menekan daun telinga yg robek tsb dgn ujung2 jarinya. Ajaib !! Luka itu bertaut seperti semula, hanya meninggalkan tetesan darah diatas luka tsb.
Mendapati perlakuan pemuda yg lancang itu paras ayandaru langsung memerah padam. Amarahnya terbakar, ia ingin memukul tubuh pemuda didepannya dgn jurus SELAKSA CAKRA SUCI. Jurus yg sangat jarang ia gunakan krn jurus itu sangat mematikan tapi ia sudah tak mampu berbuat apapun karena totokan vital itu telah menghentikan semua gerakannya kecuali mata.
Setelah selesai mengobati luka ayandaru, Raka mundur beberapa langkah, kemudian ia melihat lagi dgn teliti bekas luka diwajah ayandaru, setelah yakin paras nan cantik tsb baik~baik saja, maka Raka melesat tubuhnya bak angin menghilang di hadapan ayandaru.
__ADS_1
Mata ayandaru terbeliak, mulutnya ternganga mendapati pemuda itu lenyap dihadapannya. Seiring rasa terkejut itu totokan pada tubuh ayandaru terlepas. Seketika ia baru sadar dan dengan cepat ia meraba pipi dan telinganya yg tadi terluka. Ayandaru terperangah luka itu telah sembuh hanya menyisakan tetesan darah yg masih basah.
Agak lama ayandaru berdiri ditempat tersebut, pikirannya dipenuhi banyak pertanyaan. Otak nya menggumpal rasa penasaran yg besar.
siapa pemuda itu? Dari mana ia berasal? Dari golongan pendekar mana ia berada? Jurus apa yg ia pakai? Ilmu apa yg ia miliki saat menyembuhkan luka? Dan kekuatan apa yg ia kuasai sehingga mampu menghilang?
suara ayandaru yang bernada pelan
__ADS_1
(pada sisi Raka)
Di suatu tempat Raka tersenyum melihat tingkah pola ayandaru, mimik muka gadis itu memiliki ekpresi yg menggemaskan. Dlm hati Raka pun mengakui ilmu pesilat gadis itu sangat tinggi. Jarang ada gadis seusianya memiliki ilmu setara dgn pendekar yg berusia bangkotan, tingkat pesilat master perlu umur yang banyak untuk menguasai ilmu tsb, bahkan rata2 sampai usia ratusan tahun. tapi gadis secantik itu memiliki kemauan untuk jadi pendekar. padahal wanita sepantaran ayandaru lebih banyak bersolek ria memanjakan diri didepan cermin.
Raka melihat ayandaru berlari kearah punggung bukit menjauh dari tempat ia berdiri, ilmu kecepatan ayandaru membuatnya leluasa menembus serangkain hutan pada bukit itu. Raka menghela napas yg panjang, setelah beberapa saat ia pun melesatkan tubuhnya kearah berbeda dari tempat ayandaru pergi.
Sepasang rusa yg sedang mengasuh anaknya menatap dr kejauhan dua orang yg pergi dgn arah yg beda. Setelah tak ada lg gerakan apapun induk sang rusa menatap anaknya dan menjilati rusa mungil tsb yg sedang tersimpuh diatas rumput yg menghijau dgn mata yg terkantuk.
__ADS_1
☆ pada titik ini Raka dan Ayandaru tak menyadari bahwa PERTEMUAN mereka adalah awal dimulainya sebuah takdir yg sangat panjang. Sang Maha Pemilik segala KeAgungan telah mempertemukan takdir mereka. Ada kisah cinta yg tak terucap yang harus mereka perjuangkan di antara rasa tulus dan kesetiaan. ada perjalan hidup yg harus mereka jalani diatas air mata, kependeritaan dan kebahagiaan. dan kisah perjuangan mereka sebagai pendekar yg tiada henti mengucurkan darah, keringat dan bertaruh nyawa.