
(Di warung Tuak kota Masoa)
Pertarungan macho dengan Bulaha membuat pengunjung lari terbirit~birit karena warung itu terlihat seperti arena untuk mereka berdua saja.
Macho telah kehabisan akal untuk meringkus si Bulaha apalagi membunuhnya. Sabit kembar miliknya seperti dua bilah seng yg tumpul, bahkan sudah lebih seratus pukulan menghantam tubuh Bulaha tapi Bos begundal itu sangat kebal. ruangan itu bak tumpukan pembuangan sampah, hancur !
Disaat ia terus berpikir cara melumpuh Bulaha, Macho menjadi lengah. Satu serudukan yg di coba di tahan oleh macho ternyata tipuan, bulaha hanya mencari celah untuk dapat mencengkram tangan macho lalu menjatuhkan badannya sehingga tubuh macho tertarik jatuh. dalam gumulannya Bulaha mengalungkan tangannya keleher macho dan mencekiknya dgn siku yg terkunci. Macho dibuat tak berkutik sehingga beberapa saat terkulai pingsan. Bulaha langsung berdiri mengambil ancang2.
* ku bunuh kau har*m jad*h !
Bulaha mengangkat tubuh macho dan membantingnya kelantai dengan lutut yg sudah ia persiapkan sebagai alasnya.
Karraakkhh..
terdengar seperti suara patahan tulang, setelah itu Bulaha mencengkram rambut macho dan menyeret tubuhnya keluar dari warung hingga ketengah jalan.
__ADS_1
Disana Bulaha akan menghabisinya. Ia sangat maniak membunuh di depan org banyak. Sudah dua pendekar dari luar daerah mati di tangannya.
Bulaha menaikan kaki kanannya dengan tinggi untuk menambah daya hantaman kesasaran yg ia kehendaki.
* hiyaaaaatttttt
Hanya tinggal sejengkal lagu kaki bulaha sampai keleher macho, sekelebat bayangan putih melesat dari depan toko roti.
Buuugghh..
Satu hantaman keras telak bersarang didada Bulaha membuatnya terhuyung dan terjejal kebelakang.
hempasan tubuhnya menyasar satu tiang warung hingga retak.
setelah serangan Raja pengemis, Sekonyong~konyong dimulut gang muncul puluhan pria yg langsung mengepung Ki Jalu yg telah menghajar Bulaha dengan kakinya. Ki jalu meladeni puluhan begundal itu Meskipun bukan lawan tanding tapi dengan jumlahnya saja membuat Ki Jalu kerepotan. Ia pontang panting memburu sasarannya yg punya jurus pukul langsung lari. (khas anak STM pada era lain)
__ADS_1
Di saat Ki jalu fokus menghadapi aksi jurus pukul lari, Bulaha sudah berdiri disamping macho. Ditangannya sudah menggenggam sebatang kayu patah yg ujungnya runcing. Ia langsung mengayunkan kayu tersebut ke dada macho. Tapi kembali disaat yang genting sekelebat bayangan sedang membawa lututnya dengan cepat ke dada Bulaha.
Buuughh...
Tubuh Bulaha terpental ke tempat yg sama. tiang yg tadi cuma retak sekarang langsung roboh. Genteng yg disanggahnya meluncur bertubi~tubi diatas kepala bulaha.
Seorang gadis dengan rambut kuncir kecilnya berdiri disamping macho yg terkapar. Sebagian wajahnya gadis itu tertutup dgn secarik kain yang melilit lehernya.
Gadis itu Ayandaru. Ia telah dua hari berada dikota masoa. Ia pun sudah tahu lelaki tua sering duduk didepan toko roti adalah PENDEKAR RAJA PENGEMIS. Jauh~jauh kedatangan Ki Jalu mendatangi kota masoa bukan mengumpulkan remah roti. Ia pasti meminta pertanggung jawaban atas mayat telanjang yg tergantung didepan gapura perusahan tambangnya.
Ayandaru pun sudah mempunyai informasi lengkap mengenai Bulaha. Ia bukan pendekar hanya seorang preman pemalak. ia sangat ambisius dengan racikan racun yg dimiliki salah satu dukun dari persekutuan keramat tapi harganya sangat sangat mahal !!
tak ada jalan lain bagi Bulaha dengan kota kecilnya, meski hasil buminya emas tapi Bulaha sadar mengayak sendiri batu itu untuk memilahnya menjadi emas pasti butuh pangkal ketiak sebesar gajah.
Kata halusnya, memeras !
__ADS_1
Sedangkan kata kasarnya, merampok !
Aksi brutal bulaha pada perusahaan penambang sangat efektif. Ia mampu mengumpulkan uang dan membeli racikan racun itu. Kemudian racun itu ia gunakan membunuh seekor siluman ghaib. dari siluman itu ia mendapatkan sebuah Mustika, dari mustika itulah yg membuatnya kebal dgn senjata tajam dengan tubuh yang sangat alot.