
Dalam Sebulan kerja.
Kekaisaran Galandara membangunan mega proyek kemiliteran di pusatkan di Nesriabar pada sebuah gurun yg berbatasan dengan benua selatan. Pembangunan 100 kandang kuda untuk pembibitan unggul di tempatkan di Raqirar. Penempaan pabrik senjata perang di produksi di wilayah Turghi yg dilakukan oleh klan Sanjuta yg terkenal dengan kemahiran mereka dalam membuat senjata.
Dan ratusan senjata bekas para pendekar yg berada di rumah pintu merah di padangari di bawa ke istana Ilanzoru.
Sedangkan dalam segi pemerintahan untuk pembangunan ekonomi dan kesahteraan rakyat sudah di bentuk sebuah tim yg di isi oleh empat kementrian yg langsung di mentori oleh Kaisar Kun Bara Seibunto. Penempatan pejabat untuk wilayah dan istana di kelola oleh klan Iwasa yg berpengalaman mengelola kekaisaran Atsylandya.
Mu Raka sebagai kaisar Galandara meminta mantan Raja Nesriabar yg bernama Murato menjadi Perdana Mentri. Mantan jendral Baidur Bai bernama Basara Wu di angkat jadi panglima Besar. Kepala Gugus Darma yg bernama Hutama Mada di angkat menjadi Jendral tempur. sedangkan Kepala intelijen di jabati oleh Nipara Jasto, serta Rayola sebagai kepala eksekutif mega proyek kemiliteran Galandara.
Hasil Rapat Rahasia antara Mu Raka, Kun Bara dan Perdana Mentri Murato akan membentuk pasukan berani mati. 100 personil pasukan perisai telah di berikan kaisar Kun Bara kepada kekaisaran Galandara untuk pasukan tersebut. Mereka di tambah oleh pendekar profesional dan mantan prajurit terbaik dari empat kerajaan pendiri Galandara hingga berjumlah 500 personil. Mereka di beri nama KOMERAD (komando kematian angkatan darat). Mereka di tempa di kawasan hutan bagian timur lembah terkutuk.
Pada bulan ke dua.
__ADS_1
wilayah Baidur Bai di penuhi ribuan pendekar yg mendaftarkan diri sebagai tentara serta mantan prajurit empat kerajaan yg mendaftar ulang. Aktifitas benua timur itu sangat menakutkan bagi benua barat, apalagi selatan. Sedangkan rakyat benua utara yg sempat kawatir kembali tenang karena Kaisar mereka sendiri tidak cemas justru malah mendukungnya.
Hanya para pemegang kekuasaan tertinggi yg di beritahukan maksud dari rencana kaisar Mu Raka membangun perangkat perangnya.
Pada bulan kedua itulah Mu Raka meminta pendekar Tongkat sembilu bernama Candil melacak keberadaan Ayandaru. Raka menyadari telah terjadi masalah diantara mereka berdua sejak hari penobatan tersebut, tapi ia harus memprioritaskan membangun rencananya karena waktu semakin sempit.
Pada sisi lain.
Setelah sepekan Ayandaru di istana Atsylandya, ia pamit akan menuju kota Maltara tapi pada pertengahan jalan pikirannya berubah. Ayandaru tak ingin mengganggu Andini dengan kesibukannya, apalagi sekarang temannya tersebut telah bekerja di pengadilan agung tentu aktifitasnya lebih banyak. Ia memacu arah tujuannya ke kota Tibaru, ke rumah Mala.
Dalam kesendiriannya Ayandaru merasa sangat kesepian, orang tua tak punya, keluarga tidak ada, guru pun telah pergi selamanya. Butiran tetesan itu mengalir di mata sendunya, ia merasa telah kehilangan Segalanya, seseorang itu pun telah meninggalkannya tanpa pamit. Cukup lama Ayandaru larut dalam kepiluan ketika dari kejauhan ia melihat Mala sedang berjalan menuju rumahya. Ayandaru sudah tak sabar ingin bertemu karena beberapa waktu yg lalu keadaan begitu rumit sehingga bertemu dengan temannya hanya sesaat. Hamburan pelukan Ayandaru pada Mala membuat temannya sedikit gugup, apalagi Mala merasakan ada seguk tangis yg sedang di tahan Ayandaru.
Mala merasa kedatangan Ayandaru kali ini pasti membawa kesedihan lagi. Sesuatu yg telah ia kenyam seorang diri selama. Yatim piatu tanpa saudara, hanya keberuntungan saja menara langit memberikannya sepetak sawah, Mala membangun rumahnya dengan menyicil di atas sawah tersebut karena ia memang tak bisa bertani. Hari berlalu sebagai yatim piatu telah membawa jiwanya jadi peka. Ia tak perlu menunggu ayandaru mengatakan maksud kedatangannya.
__ADS_1
* itu ada kamar satu lagi, bisa kamu tempati. Cuma ada aku di sini, jadi kalau kamu mau maka aku punya teman ay.
* maafkan aku mala, aku sudah tak tahu la..
* sudahlah, jangan di pikirkan. Rehatkan saja diri mu di rumah ini. Anggaplah rumah mu.
* aku hanya menyusahk..
* ay. Jangan teruskan. Sebaiknya kamu mandi, nanti aku siapkan baju salinan. Seperti ukuran tubuh kita sama.
* terima kasih mala.
Mala lalu meraih kedua tangan Ayandaru yg tersandar lelah pada kursinya. Setelah berdiri Mala memberikan pelukan pada Ayandaru.
__ADS_1
* tetap semangat ay, hidup terus berjalan.
Bisikan Mala di telinganya membuat Ayandaru sedikit tersenyum. Ada asa yg mulai ingin ia pupuk di tempat itu. Melupakan semuanya dan kembali jadi manusia biasa. Menjauh dari kehidupannya selama ini.