
Hari itu, Raka telah bicara sama ibu masni setelah bowo menyampaikan pesan Ayandaru padanya. Raka berencana kalau ia ingin ke rimba terlarang mungkin dengan waktu yang agak lama. ibu masni pun mendukungnya karena berharap Raka dan Ayandaru berjodoh.
Untuk sementara kepergian Raka akan mereka rahasikan dari Ratih. lalu Raka dalam beberapa hari ke depan sedang mencari waktu yang tepat untuk pergi.
Raka memberitahu Apin dengan rencananya yg juga didukung oleh Apin. Raka mengajaknya menikmati hari perpisahaan mereka dengan duduk diatas batu2 yg berada disisi teluk yg bertebing. Ombak~ombak yg berdebur menghempas batu disana menemani mereka.
* apa yg ingin kau bicarakan kawan? Sepertinya ada sesuatu yg berat sampai kita harus bicara berdua ditempat ini?
* aku mau pergi, aku hanya mengkwatirkan ratih. Ia sudah ku anggap adik kandung ku.
__ADS_1
* lalu apa yg harus aku lakukan untuk Ratih?
* apa yg sedang kau selidiki? Aku tak ingin apa yg kau cari akan melukai keluarga Ratih. Itu jadi masalah serius buat ku.
Apin terkejut mendengar Raka berbicara seperti itu. Apin menghela napas panjang, ia sadar yg duduk disampingnya bukanlah orang biasa. Lelaki pendiam dan tak banyak tingkah. Jika barusan ia berbicara seperti itu maka Apin tak perlu lagi menutup jati dirinya. Mungkin Raka sudah menyelidiki siapa dirinya.
* kau memang tak bisa di duga kawan, saya sangat menghormati mu.
* nama ku Nipara Jasto, pangkat ku perwira muda dari kesatuan Sandika Kekisaran Atsylandya. Tugas ku sebagai penyelidik.
__ADS_1
Apin menoleh ke Raka, sedangkan Raka masih tetap tenang memandang lautan.
* aku ditugaskan oleh Kaisar untuk menyelidiki pembunuhan di markas kelabang hutan atas permintaan kerajaan La Ghulka. Aku tak punya informasi apapun tentang pelaku, tapi ku coba memulainya dari markas mereka, Tetap tak menemukan apapun. Hanya ada sedikit informasi yaitu satu orang wanita penghibur yg selamat dari kobaran api di markas itu. Ia hanya berkata ada hantu yg sangat cepat membantai mereka satu persatu tak lebih dari 1 jam. Sekarang wanita itu dipasung dikerajaan La Ghulka, ia telah gila. Kami coba analisa abu dan arang dari bekas pembakaran itu. Hasilnya ada sebuah senjata yg sangat tajam serta kekuatan tenaga yg stabil untuk membuat tulang itu mempunyai seratan potongan yg sama. Selama informasi yg ada diseluruh benua belum pernah ada benda yg punya ketajaman seperti itu. Belum juga ditemui ada tenaga yg stabil dari pendekar mana pun. itulah analisanya dimana kami juga tak mendapat informasi tentang si pelaku. Kami coba cari informasi dari sudut korban2nya kelabang hutan mungkin ada saudaranya yg dendam, Tetap buntu.
Sedikit celah ditemukan oleh group penyidik, celah itulah yg membuat ku sampai di teluk ini. Aku tinggal di rumah penghubung dan bersandiwara sebagai saudara. Kami ahli melakukan rekayasa kekeluargaan tersebut.
Apin menghelakan napas lagi.
* celah informasi itu mengenai Retno, bibinya Ratih. Dulu dia adalah kaswari lalu dilamar oleh saudagar kaya dari benua barat. Tapi diceraikan karena dituduh mandul. Retno dendam dan membayar seorang pendekar untuk membunuh saudagar itu. Ternyata pendekar bayaran tersebut seorang tentara dari komando kabupaten. Tentara itu sengaja membunuh saudagar dgn cara memotongnya untuk mengelabui. Penyelidikan ku kembali buntu, panglima sudah meminta ku kembali ke istana dan menutup kasusnya. Biar itu urusan kerajaan La Ghulka. Entah kebetulan atau tidak kemunculan mu dikeluarga bowo membuat ku memperpanjang masa penyelidikan. Bapak Bowo itu adalah kakak dari Retno, berarti bibinya Bowo. Titik terang terlihat ketika kami menyelidiki mayat yg hampir memperkosa Ratih. Persis terpotong seperti anggota kelabang hutan, analisanya nyaris cocok.
__ADS_1
Aku sangat mencurigai mu. Tapi setelah beberapa bulan ini aku menyelidiki mu, sepertinya kau orang yg berbeda. Kecurigaan ku bisa saja tepat dan bisa juga salah. Tapi sekarang semua itu tidak merubah keadaan. Kasus kelabang hutan sudah di tutup. Percayalah ini tidak akan melibatkan Ratih atau bowo. Kau bisa pegang ucapan ku. penyelidikan ini hanya untuk membantu kerajaan La Ghulka mendapatkan informasi. Mereka tidak akan mengeksekusi informasi tersebut di kekaisaran Atsylandya.