
Pada tengah malam, Raka dan Apin memacu kudanya keluar kabupaten Topala. Apin sudah memutuskan untuk ke istana menutup laporannya. Ia mengajak Raka bersama~sama berangkat dari teluk biru menuju kota PADANGARI, salah satu kota besar penyanggah ibukota. Mereka akan transit dikota tersebut, Raka bisa menyisir ke arah timur untuk sampai di Rimba terlarang. Sedangkan Apin mengambil sisi selatan untuk sampai di ibukota.
Raka telah berpamitan pada ibu masni dan bowo, tapi merahasikannya dari Ratih. Gadis remaja itu sangat dekat dengan Raka, mereka tak ingin membuatnya jadi sedih. Ibu masni pun tak dapat menahan Raka meskipun ia sangat menyayanginya sama seperti Bowo. Raka perlu menjalani hidupnya sendiri dan ia berharap Raka berjodoh dengan Ayandaru. Sedangkan bowo mendukung penuh kepergian Raka karena ia yang menganjurkannya.
Malam itu dikamarnya ditemani Bowo, ibu masni membuka bingkisan yg terbungkus kain pemberian Raka. ia membukanya karena ingat pesan Raka, tunggu Ratih tidur dulu dan setelah ia pergi. Ibu masni terkejut melihat setumpuk koin emas yg berada dalam bingkisan tersebut dan sehelai kertas yg berada diatasnya.
"saya mohon maaf jika selama di sini saya makan terlalu banyak. Atau dengkur saya yg terlalu keras membuat tidur ibu sama Ratih tidak nyenyak.
Hanya ini yg bisa saya berikan, Setengahnya ibu simpan di gedung tabungan kabupaten untuk biaya pendidikan Ratih. Seperempatnya buat Bowo untuk biayanya menikah dan memulai hidup baru, Seperempatnya lagi buat ibu. Jaga kesehatan ya buk. Saya pasti kembali mengunjungi kalian.
RAKA
Ibu masni hanya mampu menangis membaca surat tersebut, sedangkan bowo berlalu pergi ke belakang rumah, tersandar disamping kandang kuda.
Menjelang pagi setelah satu hari dua malam menempuh perjalanan Raka dan Apin memasuki kecamatan pertama menuju kota PADANGARI, Di depan sebelah kiri jalan mereka melihat sebuah tenda penjagaan. Apin merasa tenda itu baru di dirikan karena ia sering melewati rute tersebut. Beberapa orang berdiri ditengah jalan menatap Raka dan Apin yg mendekat.
* siapa mereka pin?
* sepertinya gugus darma, tak biasanya ada pos pemeriksaan apalagi di lakukan oleh mereka.
Raka dan Apin berhenti dan turun dari kuda mereka.
* mohon maaf tuan~tuan, perjalanan anda terganggu. Kami dari gugus darma sedang mengemban tugas. Kami akan memeriksa kalian, mohon bekerja sama dan menghormati kesepakatan kita di dunia persilatan.
Pemimpin pos penjagaan memberitahu aturan karena mereka melihat Apin seperti pendekar sedangkan pada Raka mereka tak melihat cirinya.
* anda yg berbaju coklat silahkan maju dua langkah kehadapan saya tanpa melakukan gerakan provokasi.
Apin melakukan perintah pemimpin posko, sedangkan anggota posko lain bersiap siaga.
__ADS_1
* nama anda siapa? Dari mana dan sedang menuju kemana?
* nama saya Apin dan teman saya Raka, kami dari kampung nelayan kabupaten Topala. Kami menuju Padangari untuk bekerja sebagai kuli bangunan.
* apakah anda seorang pendekar?
* tidak ketua, kami hanya pekerja serabutan yg mencari nafkah dimana rejeki tersedia.
Ketua pimpinan posko memperhatikan Apin dengan seksama. Raka hanya diam diapit oleh dua orang gugus darma.
* baiklah, tapi kami tetap akan memeriksa barang yg kalian bawa.
* silahkan ketua.
Setelah cukup lama pemeriksaan selesai, Raka dan Apin berlalu pergi.
* entahlah, sepertinya ada sesuatu terjadi di dunia persilatan.
* kenapa bukan tentara yg melakukan?
Apin menoleh pada Raka saat mereka istirahat disebuah pondok ditepi sawah. Apin seolah~olah mencoba memahami pertanyaan Raka.
* kau tidak tahu peraturannya dunia persilatan?
Raka menggelengkan kepala.
* hhhmmm, kau dari mana saja kawan. Untuk hal~hal yg berurusan dengan persilatan, kekaisaran memberikan tanggung jawab pada mereka sendiri, mereka membuat gugus darma yg bertugas menertibkan perguruan2 yg ada. Lalu Gugus darma berada dibawah naungan sebuah lembaga di kaisaran agar ada intruksi yg jelas ketika mereka bertugas.
* oh begitu, jadi menurut mu apa yg terjadi di dunia persilatan sekarang?
__ADS_1
* entahlah Ra, nanti di kota Padangari saja kita cari jawaban. Nanti ku coba tanyakan di biro dikota itu.
* boleh aku tanya sesuatu kawan, sepertinya kau asing dengan dunia mu. Padahal kau seorang pendekar.
* bukankah sudah ku beritahu. Aku tak tahu apapun.
Apin menghembuskan napasnya yg sedikit berat.
* aku seorang penyelidik Ra, dan saudara mu ini seorang perwira. aku punya akses untuk informasi apapun, aku ingin membantu mu kawan.
Raut wajah Raka berubah murung, ia menundukan kepalanya dengan mata terpejam.
* aku belum pernah bertemu orang seperti mu pin. Kau sahabat yg baik.
* aku paham Ra, beban itu sangat berat tapi tidak semuanya bisa ditanggung sendiri. Aku pasti membantu mu sepenuhnya dengan apa yg aku bisa.
Pondok di tepi sawah tersebut terasa hening, hanya terdengar suara gemericik air yg melaui parit.
* lembah terkutuk.
Apin menoleh menatap Raka, kata singkat yg diucapkannya membuat bulu kuduk Apin merinding. suatu tempat yg diharamkan manusia ke sana karena keangkerannya.
* ayo lah pin, kita teruskan perjalanan. Aku mau istirahat. Kita cari penginapan dikota.
Apin menepuk~nepuk bahu Raka ketika mereka akan berangkat meneruskan perjalanan ke kota Padangari.
* aku akan coba cari informasi yg kau sebut tadi. Mudah~mudahan ada sesuatu yg bisa di dapatkan.
Raka tersenyum diatas kudanya memandang Apin. Ia memacu kudanya dengan cepat menikmati deruan angin yg menyibakan rambutnya. Dari belakang Apin menatap punggungnya Raka penuh peduli. Ia akan membantu Raka menemukan apa yg jadi beban hidupnya.
__ADS_1