Ksatria Pemilik Takdir

Ksatria Pemilik Takdir
EPISODE 35


__ADS_3

Di Teluk Biru


Ayandaru membawa kudanya berjalan pelan karena jalannya mempunyai turunan dan dua kelokan yg tajam. Kebetulan hari minggu pengunjung sangat ramai.


Ayandaru memandangi bangku santai dibawah pohon pinus yg terlihat semuanya penuh. nampak juga Beberapa keluarga duduk menghampar diatas pasirnya yg bersih dengan latar lautan berombak tenang.


Pada sisi kiri jalan yg dilalui Ayandaru terdapat pertokoan yg menjual segala macam yang dibutuhkan pengunjung, Dibagian belakang pertokoan itu terletak pemukiman penduduk kampung nelayan bawah.


Ayandaru terus menghela kudanya sampai pada ujung jalan yg buntu karena ada tebing batu yg tinggi. Ayandaru mengedar pandangannya sekeliling ternyata sangat ramai. Apalagi diujung jalan yg terdapat batu~batu besar teronggok di atas air laut, beberapa pasangan muda mudi sedang berpacaran diatasnya.


Sejurus yg sama dalam pandangan Ayandaru, ia melihat sebuah rumah yang berhalaman luas. Dipekarangannya tergantung sebuah ayunan dan sebuah bangku kayu yg dipaku diantara dua pohon. Ia mengikat kudanya pada pagar di halaman rumah itu dan langsung menuju ayunan tersebut, setelah mengamati tak melihat siapapun dirumah itu. dan mulai lah ia berayun santai menikmati kebebasannya.


Tidak berapa lama kemudian.


* kak, ini kelapa mudanya dan ini madunya.


Seorang gadis remaja tiba~tiba telah berada di samping ayandaru yg asik berayunan.


* eh, anu, eh maaf. Eh iya anu. Maaf ya dik.


Ayandaru gelagapan saking terkejutnya. Sedangkan si gadis tersenyum melihat Ayandaru seperti itu.


* teruskan saja kak, tak apa~apa, Di pantai orang lagi ramai di hari libur ini.

__ADS_1


* iya, maafkan ya dik, kakak tanpa permisi duduk disini. Kakak pikir tak ada orang.


* saya tadi di dapur bantu ibu, jadi pintu depan ditutup saja.


* adik yg baik ya, rajin bantu ibunya. Siapa nama mu?


* Ratih Manasa kak, tapi panggil aja Ratih. Kalau kakak siapa? Dan dari mana? Sepertinya di luar kabupaten.


* nama saya Ayandaru, saya dari kota Maltara.


* aduuuuuh jauhnyaaaa kak. Kok bisa sampai disini?


* ada saudara di sini dikota kabupaten. Kakak sedang mengunjunginya.


* ooohh. ayo kak diminum kelapanya.


Keakraban cepat terjalin seolah~olah mereka teman lama. hingga sore menjelang. Ratih dan Ayandaru hanyut dalam obrolan mereka. Sesekali tertawa dgn renyah.


* sudah sore, kakak mau pulang dulu ke kabupaten. Besok kakak datang lagi ya?


* baik lah kak. Hati~hati dijalan ya. Besok ratih tunggu janjinya.


Ayandaru mengangguk sambil menaiki kudanya. Ia menoleh kebelakang melihat ratih sedang melambaikan tangan.

__ADS_1


setelah Ayandaru pergi, Ratih menemui ibunya di dapur.


Pada malam harinya ratih menceritakan teman barunya yang sangat cantik tersebut ketika selesai makan malam bersama Ibu, Bowo dan Raka. Tapi kedua kakaknya malah seakan acuh, yg membuat Ratih jadi kesal. Ibu masni mencoba menenangkan anak gadisnya yang hari ini tumben bawel. Dari tadi tak berhenti~henti membicarakan temannya.


* kakak mu pada letih bekerja, biarkan mereka istirahat dulu.


* ya buk..


Ratih menjawabnya, kemudian ia merebahkan kepalanya pada pangkuan sang ibu. Kantuk pun sudah bermanja dimatanya.


Esok harinya Ayandaru menepati janji datang ke rumah ratih. Mereka kembali duduk ditempat kemarin.


* mana orang tua mu dan kakak mu ratih? Kok tak ada orang?


* tadi pagi ibu ada perlu ke rumah bibi dikampung atas. Sedangkan kedua kakak saya sudah pergi bekerja. Kalau ayah sudah tiada.


Ayandaru memandangi Ratih dengan iba, ia memberi senyuman pada ratih dan menggenggam tangnnya.


* kamu tetap semangat ya. Yang rajin belajar agar cita~cita mu menjadi kaswari tercapai. Biar ayah mu disana bangga.


* iya kak.


Kedatangan dayang kaswari memang menjadi berita besar di kabupaten hingga jadi perbincangan dimana~mana. Ratih pun tak luput mendengar gosipan tentang kaswari.

__ADS_1


Dari obrolan mereka kemarin Ratih menceritakan keinginannya melihat para kaswari bahkan bercita~cita ingin jadi kaswari. Ritih juga menceritakan kedua kakaknya, kakaknya Bowo bekerja dihotel sebagai pengasuh kuda tapi lupa nama hotelnya. Bowo berjanji akan bawa ratih lihat kaswari kalau libur kerja. dan kakak Raka cuma kuli bangunan dan kerja serabutan.


Ayandaru tersenyum ketika tahu ternyata Ratih adik bowo pengasuh kuda tempat ia menginap. Sedangkan nama Raka, Ayandaru merasa nama itu pernah dia dengar tapi ia tak coba ambil peduli. Ayandaru berencana memberi kejutan pada ratih.


__ADS_2