
(pada sisi Raka)
Raka telah dua bulan tinggal di kampung nelayan bawah, dirumah keluarga Bowo. Mereka seperti keluarga baru dalam kehidupan Raka, hari~hari yg dia lewati di rumah keluarga Bowo cukup membuat Raka kerasan.
Bowo yg bekerja sebagai pengurus kuda pada sebuah hotel di kabupaten telah menganggapnya saudara, sedangkan ratih yg berusia 13 tahun sangat menghormatinya sebagai kakak. Kasih sayang ibu masni yg tak membedakan Raka dgn anaknya membuat Raka ingin menghabiskan hidup disana, suatu tempat yg sangat damai pada rumah yg berdiri asri dipinggir sebuah teluk yg terkenal dengan keindahannya.
Teluk berbentuk bulat tersebut diapit oleh dua dataran yg tinggi dimana satu sisinya berbentuk tebing batu yg berundak tajam. Dibawah sisi tebing tersebut rumah bowo tepat pada ujung jalan kampung nelayan yang buntu.
Dari rumah Bowo pada sisi kiri jalan menuju kampung nelayan atas terdapat jejeran pohon pinus yg tertata rapi diatas pasir teluk yg putih. seperti membatasi air teluk dengan pemukiman penduduk yg berada pada sisi kanan jalan. Disisi lain teluk itu terdapat semenanjung dengan dataran yg tinggi tempat warga kampung nelayan atas bermukim.
Selama di kampung bawah, Raka bekerja serabutan. Terkadang di duruh pak lurah membersihkan teluk dari sampah, terkadang ikut jadi kuli bangunan. Raka memang telah dianggap jadi warga pribumi, mungkin krn sikapnya yg tenang, baik, jarang bicara dan pekerja yg rajin sehingga ia dengan mudah diterima di tengah masyarakat.
Selama berkelana Raka hanya menemui hal~hal yang selalu membuatnya menjadi sosok yang berbeda, ia ingin menenangkan diri. Terutama untuk menghilangkan gemuruh cinta yang telah menyita seluruh pikirannya.
__ADS_1
Kabupaten Topala yg berada di pesisir benua utara adalah daerah tujuan wisata. banyak tempat yang bisa dikunjungi untuk berlibur termasuk teluk birunya di kampung nelayan. Juga semenanjung cintanya yang terkenal oleh muda mudi sebagai tempat mencari jodoh.
Bupatinya yang bernama DIRMANA HARU memiliki putri bernama SELVIA HARU yg tak lama lagi akan menjadi keluarga kekaisaran.
Terlihat kesibukan dikota tersebut, apalagi dua hari ke depan rombongan kaswari akan datang sebagai panitia penyusun acara kekaisaran.
Para kaswari jadi perhatian tersendiri bagi setiap orang krn penampilan mereka seperti menjadi rujukan para gadis dalam berdandan. Apalagi setiap pria, para kaswari dianggap wanita yang sempurna untuk dinikahi.
Disuatu waktu
Rambongan kaswari tiba di kabupaten Topala menjelang senja, mereka memasuki sebuah hotel yang disediakan bupati yg tak jauh dari rumahnya. Beberapa pria tukang pengasuh kuda bersigap mengambil tali kekang kuda rombongan.
terlihat seorang pengurus kuda menghampiri salah satu tamu saat mengambil tali kekang kudanya.
__ADS_1
* nama saya bowo nona, apakah ada perawatan khusus untuk kuda ini biar kami kerjakan sesuai apa yg kuda ini perlukan?
Bowo menawarkan jasanya yang kebetulan memegang tali kekang kuda Ayandaru.
*ini hanya kuda biasa, rawat saja seperti kuda yang lain.
Ayandaru menjawabnya sambil bergegas mengikuti para kaswari masuk ke hotel. Mereka akan segera istirahat karena besok pagi para kaswari akan bertatap temu dengan bupati untuk membahas protokol acara pertunangan, resepsi dan acara hiburan.
Sehari setelah Ayandaru menginap di hotel, ia ingin pergi ke suatu tempat wisata, apalagi kalau bukan teluk birunya yg terkenal. Ayandaru memang tak ingin ikut para kaswari bertemu Bupati.
Ayandaru memandang arah petunjuk jalan ketika sudah sampai di batas kota kabupaten, ia memilih arah kanan menuju kampung nelayan. Tak butuh waktu lama ia pun sampai di dua persimpangan. Sebelah kanan menuju kampung nelayan atas dan sebelah kiri ke teluk birunya kampung nelayan bawah. Memasuki gapura kampung bawah terdapat tanah lapang yg bertebing curam, disana Ayandaru dapat memandangi indahnya teluk biru. Dengan airnya yg jernih, pasir pantainya juga nampam putih yg dikelilingi sederet pohon pinus.
Sebuah tempat yg sangat mempesona !
__ADS_1