
Pagi itu menjelang dua hari sebelum kedatangan keluarga besar kekaisaran.
Ayandaru dan bowo telah merancang sebuah rencana untuk Ratih. Bowo mengajak adiknya ke alun~alun kota kabupaten untuk melihat pertunjukan dan hiburan dari para kaswari. Sedangkan Raka tak bisa ikut karena menjadi relawan penjaga pintu teluk biru. Pemerintah kabupaten sengaja menutup tempat tersebut untuk antisipasi bila sewaktu~waktu teluk biru dikunjungi kerabat kekaisaran setelah resepsi pernikahan.
Bowo dan Ratih sampai di hotel dan mereka sedanh menunggu di lobi.
* kenapa kita ke sini kak?
* ini tempat kakak bekerja, kakak ada perlu sebentar. Habis ini kita ke alun~alun.
Tak berapa lama ketika mereka menunggu dibalik pintu koridor kamar hotel, terlihat Ayandaru sedanh keluar dengan penampilan yg berbeda, rambut yg biasa ia geraikan sekarang di kepang satu seperti ekor kuda. Baju bagian dalam berwarna putih dibaluti baju luar seperti jas berwarna coklat. Celananya yg terbuat dari bahan yg lembut seakan melekat di kakinya yg ramping dengan sepatu kulit bermodel bot.
melihat penampilan Ayandaru, Bowo terpesona menataonya biasanya yg sehari~hari terlihat sederhana dan santai. Andai ia belum punya kekasih anak pak lurah yg tekah dipacarinya diam~diam, bowo pasti jatuh hati.
Justru pada sisi lain Ratih malah terkejut, ia tak menyangka bertemu Ayandaru, bahkan penampilanya hari ini tak seperti biasa ketika datang ke teluk.
* apa kabar cantik, mau kemana hari ini. Kok pagi~pagi sudah disini?
* anu kak, itu kak bowo ingin mengajak ke alun~alun melihat pertunjukan kaswari. Tapi mampir kesini dulu katanya ada perlu.
__ADS_1
Ratih menatap Bowo kakaknya, yg ditatap hanya tersenyum.
* kakak Ayandaru menginap dihotel ini ya? Berarti kenal sama kak Bowo?
* iya, kenal. Maaf ya kemarin kakak tak memberi tahu kamu.
Lalu Ayandaru ikut bergabung duduk bersama dengan ratih dan bowo. di sela perbincangan itu Ratih mengutarakan rencannya nanti saat menonton pertujukan, ia akan berusaha berdiri dekat panggung meski harus berdesakan, Ia ingin melihat para kaswari lebih dekat karena hanya kali ini bisa melihat mereka, tak tahu entah kapan lagi.
Saat Ratih asyik bercerita, Dibalik pintu muncul empat orang para kaswari menghampiri Ratih lalu mereka berujar salam.
* salam kasih untuk semua wanita dibenua utara.
Salah satu kaswari datang menggamit tangan Ratih dan menuntunnya ke salah satu meja tamu yg sudah dipersiapkan. Ayandaru memberikan kesempatan pada Ratih untuk bertatap muka langsung dengan para kaswari, Dan memberinya waktu khusus.
Dari tempat duduknya Ayandaru dan Bowo tersenyum memandang mereka berlima langsung cepat akrab.
Para kaswari memang dilatih untuk membuat para tamu senang, tanpa memandang derajat, jabatan, dan usia. Mereka adalah dayang yg harus mengimplementasikan kebesaran kekaisaran itu dalam diri mereka, kekaisaran yg menginginkan rakyatnya bahagia dan sejahtera.
* mana saudara mu yg satunya lagi? Siapa namanya?
__ADS_1
Ayandaru memulai obrolan dengan bowo.
* namnya Raka, ia tak bisa ikut karena jadi relawan untuk menjaga teluk.
* menjaga teluk? Memang kenapa dengan teluk?
* tak ada nona, cuma teluk hanya ditutup sementara atas kemungkinan kedatangan kerabat kaisar lusa nanti.
* oooh
Ayandaru terlihat antusias mendengar Bowo bercerita tentang sejarah teluk yg dimiliki kampung halamannya. Ia sangat mahir dalam juru penerangan bukan sebagai pengasuh kuda, pikir ayandaru sambil tersenyum~senyum
Cukup lama para kaswari mengajak Ratih mengobrol. setelah memberikan sebuah kado, para kaswari mengantar Ratih kembali ke meja Ayandaru. Mereka punya banyak kegiatan lagi siang nanti. Setelah para kaswari masuk ke kamar hotel, Ratih memandang Ayandaru dengan lekat~lekat. Ia langsung meletakan kedua lututnya kelantai, mengatupkan tengannya ke dada sambil menundukan kepala.
* mohon maaf yg mulia tuan putri, Ratih tidak tahu selama ini kalau yg mulia adalah saudara paduka kaisar. baru tadi Ratih diberitahu okeh para kaswari.
Bowo dan beberapa pelayan tamu yg sekilas melihat sikap tubuh Ratih nampak terkejut, sejurus kemudian serentak mereka melakukan hal yg sama karena sikap diri tersebut dibuat untuk keluarga kaisar.
* Ratiiihhh. Apa yg kamu lakukan?! Ayo semuanya berdiri. Saya tak ingin diperlakukan seperti ini. Dan saya harap kalian tetap berlaku seperti biasa. Jangan ada orang lain yg tahu. Saya tak ingin ada batasan apapun. Saya hanya orang biasa seperti kalian
__ADS_1
cukup lama Ayandaru memberi penjelasan kepada semua orang yg berada di lobi tersebut. Selang beberapa waktu Ratif, Bowo dan Ayandari melanjutkan perbincangan mereka di kala siang sudah menjelang.