
Di tepi pantai kota Masoa
Raka larut dalam tidurnya yg sedang berangan dengan indah pada sandaran di sebuah pohon yg tumbang.
Ia tak menyadari dua org telah berdiri disampingnya.
Buuughh..
satu sepakan mengenai tulung rusaknya, disaat bersamaan sebuah lutut menghentak perutnya hingga Raka mengerung kesakitan yg amat sangat. tapi raungan itu tercekat karena batang lehernya dicekik.
Pandangan mata Raka mulai berkunang ketika tubuhnya seperti sedang di gerayangi, lalu Ia terpingsan bersamaan kaburnya dua orang yg berniat merampoknya masul ke dalam semak.
Mereka hanyalah dua orang nelayan yg sedang lewat karena hari itu kapal mereka tenggelam di sapu gelombang. Ombak laut pesisir ujung benua barat sangat ganas, membuat para nelayannya jarang melaut sehingga ekonomi mereka hancur. Kemiskinan telah memaksa para nelayan menggunakan segala cara untuk hidup. Kebetulan saja Raka berada ditempat yg salah, sehingga ia menjadi target aksi perampok dadakan tersebut. Dua nelayan itu bergegas pergi setelah tak mendapatkan apapun di badan Raka.
Cukup lama, Raka siuman dari pingsannya ketika guyuran hujan membuat kubangan di tempat ia terkapar. dalam keadaan cidera Raka mencoba menyalurkan tenaga dalamnya serta membaluri tubuhnya dengan energi murni. Setelah tenaganya kembali ia bersemedi dalam kubangan itu untuk memulihkan kondisinya hingga pagi menjelang.
Pagi harinya Raka terlihat seperti sedia kala, seakan tak pernah terjadi sesuatu dgnnya.
Raka berkelebat dari kubangan yg telah kering tersebut akibat isapan energinya dalam bersemedi. setelah itu ia menuju sebuah pondok seadanya dari patahan daun semak yg terlihat Seperti baru dibuat tadi malam.
__ADS_1
Nampak uua orang lelaki sedang mendengkur dalam tidurnya. Raka mengenali wajah mereka, ternyata yg menyiksanya kemarin sore itu.
Raka memandang kedua wajah orang itu dengan tenang. Lamat~lamat cahaya mulai memancar di matanya, cahaya itu hilang ketika mata Raka berkedip lalu menyala lagi di antara kelipan matanya.
Wuuutt...
sebuah besi pipih berwarna perak muncul di depan Raka. Besi itu tegak menjulang mengawang dihadapan Raka.
Besi pipih itu mirip pedang bersisi tajam timbal balik dengan ujung dan pangkalnya sama runcing, berukuran panjang 1 meter lebih. Sebuah senjata yang Raka peroleh dilembah terkutuk ketika ia berhadapan dgn tiga arwah Resi gentayangan.
senjata berupa pedang itu Raka peroleh ketika pada suatu pertarungan di lembah terkutuk, saat Raka dibuat babak belur oleh 3 resi gentanga, sekujur badannya sudah dipenuhi luka sabetan, beberapa ruas tulangnya patah. Tubuhnya di belasah semalaman penuh oleh para Resi gentayangan hingga ia terkapar tak berdaya. Meskipun nyalinya tak pernah padam tapi apalah daya tiga resi gentangan itu sangat perkasa.
Saat terkapar Raka sudah kehilangan akal bagaimana caranya mengalahkan mereka. Ia menatap langit malam memandangi bulan yg berlingkar penuh. Dlm pejaman mata ia berandai2 mempunyai sesuatu, mungkin dgn itu ia bisa menang. Raka mengosongkan hati dan jiwanya sekosongnya, Hanya tinggal sebilur harapan. Dalam bilur itulah Raka merekayasa keinginannya, sebuah senjata yg ia buat dgn pikirannya. Alam mengabulkannya !!
Saat mata Raka terbuka karena di tetesi sebutir air, ia melihat besi pipih yg berujung runcing bersisi tajam sedang berdiri menjulang mengawang diatasnya. Perlahan Raka menggapainya dan menggenggamnya dgn erat. Sunggingan senyum terpancar dibibirnya.
__ADS_1
Traaass..
sweuurtt, traas...traasss
Tiada sesuatu yg bisa menjelaskan kejadian selanjutnya, ia berlangsung sebelum detik itu berdetak. Yg terlihat hanyalah Raka sedang memasuki liangnya meninggalkan Arwah tiga Resi gentangan menjadi beberapa potongan.
Dahsyatnya pedang yg ditempa oleh alam dari keramatnya puluhan senjata pusaka, pernah mengantar nyawa Resi Guntara yg tak lain adalahnya gurunya kedunia keabadian.
Raka menyebutnya ☆PEDANG ARWAH.
(kembali kepada dua pemuda yg sedang di pandangi Raka)
Dua pemuda yg menyiksa Raka sangat lena dalam tidurnya, mungkin mereka sedang bermimpi melihat bidadari yg lemak pinggangnya mengelambir. Mereka tak menyadari sosok seperti reinkarnasi malaikat maut sedang mengintip helaian urat nyawanya dangan mata yg sedang menyala. Namun..
__ADS_1
wuussss...
Raka meninggalkan pondok tersebut, ia membiarkan dua pemuda itu hidup. Biarlah mereka terus melanjutkan mimpi indah tentang bidadarinya.