
Di sisi lain
Ayandaru sedang berada di aula pribadi kaisar, hatinya sudah berbunga2 untuk meminta izin pulang ke rimba terlarang. Ia menunggu kaisar di ruangan tersebut bersama perwira jo yg hanya berdiri mematung di dekat pintu masuk.
Sejurus kemudian perwira jo membukakan pintu, terlihat kaisar bersama seorang jendral tempur memasuki aula. Ayandaru terkejut dengan situasi tersebut. Insting pendekarnya mulai bekerja. Ia merasakan ada gelagat yg tak beres dengan kehadiran jendral tempur tersebut.
Kaisar dan jendral SUDIRO JAN menatap Ayandaru bersamaan. Mendapat tatapan seperti itu membuat Ayandaru semakin kebingungan.
* mohon maaf yg mulia, ada apakah ini?
* menara langit kehilangan sesuatu, benda itu sangat berarti baik buat perguruan itu sendiri, atau partai suci dan juga pemerintahan. Kami menitipkan benda itu di menara langit sebagai mahar pengganti atas tunduknya menara langit pada pemerintah. Kehilangan benda tersebut berarti partai suci dengan menara langitnya tidak mengakui kekaisaran, berupaya makar dan kudeta atau membangkang.
Jendral Sudiro jan menjelaskan pada Ayandru. Ciri khas orang benua utara yg berbicara lantang dan lugas tanpa basa basi.
* lalu kenapa tatapan tuan jendral mengarah ke saya? Apakah saya di curigai?
Ayandaru mulai panik dengan keadaan. Suara jendral yg berat itu sangat mempengaruhi mentalnya.
* bukan begitu, hilangnya benda itu seiring hilangnya Resi Buyako
* hah ?????
__ADS_1
Ayandaru terkejut bukan alang kepalang.
* eyang mencurinya?! tidak ! tidak mungkin.
Ayandaru menatap Jendral Sudiro Jan, Tatapannya semakin menajam seolah~olah ingin mencari kepastian atas ucapan jendral tersebut. Dadanya Ayandaru terasa sesak.
* jangan memfitnah Resi, saya tidak akan membiarkan orang itu lancang !!
Amarah Ayandaru sudah mencapai ubun~ubun, ia tak percaya sepeninggalnya di kabupaten Topala gurunya tertimpa masalah.
* tenang lah Ayandaru. dengar lah apa yg di bicarakan jendral Sudiro.
Suara kaisar meredakan emosi ayandaru tapi tak membuat sesak dadanya hilang.
Ayandaru memalingkan wajahnya pada kaisar.
* saya mohon izin ke rimba terlarang yg mulia.
* saya sudah menutupnya dan memastikan Resi tidak ada di sana. Perisai sedang melakukan pemeriksaan ulang jadi tidak boleh ada yg masuk.
* hah ?!? dimana eyang?
__ADS_1
Berita yg mengejutkan itu datang terlalu cepat, Ayandaru tak mampu berpikir. ingatannya langsung cemas akan keselamatan gurunya.
* saya memohon jangan lakukan apapun sama eyang, demi apapun! Biar saya yg mencari eyang, beri saya waktu yg mulia.
Ayandaru bersimpuh sembah di kaki kaisar dengan tubuh terguncang. Lalu kaisar mengangkat bahunya.
* berdirilah. Kau harus mengerti ini bukan persoalan Resi semata. Ada kekaisaran, partai suci dan masa depan kalian di menara langit, Saya yakin kamu paham apa yg saya maksud.
Mendengar ucapan Kaisar membuat Ayandaru terperangah. itu bukan sembarang pusaka hingga membuat Kaisar berbicara setegas itu, Ayandaru sangat mengenali kakak angkatnya.
* apa yg harus saya lakukan? saya kawatir dengan eyang kak?
Ayandaru sudah meneteskan kekuatannya.
* kamu carilah beliau, kalau ia tidak mencurinya Resi pasti muncul. ia tahu dimana bisa menemui saya. kalau ternyata pelakunya guru mu maka setiap kejahatan harus diadili di kekaisaran ini.
ayandaru tak mampu lagi berkata~kata. tubuhnya sudah lemas.
* nanti perisai akan mengantar mu keluar istana. jaga diri mu baik~baik. temukan Resi secepatnya.
Jendral Sudiro jan melangkah keluar Aula, di ikuti kaisar yg menuju ruangan pribadinya. perwira jo memeluk Ayandaru sambil membawanya keluar.
__ADS_1
* jangan jauh dari pintu istana
Ayandaru tak mendengar ucapan perwira jo lagi. baginya semua sudah terasa gelap.