Ksatria Pemilik Takdir

Ksatria Pemilik Takdir
EPISODE 84


__ADS_3

Pelataran lembah terkutuk.


Sebulan telah berlalu Ayandaru berada di pelataran lembah terkutuk membantu melatih para pasukan Komerad. Tingkat pendekarnya yg tinggi bahkan diatas para pelatih resmi pasukan Komerad membuatnya di segani. Bahkan pengalamannya ketika berlatih tanding dengan pasukan perisai di rimba terlarang sangat membantunya dalam pengembangan teknik pasukan. Apalagi yg sedang di bentuk adalah pasukan berani mati tentu pembekalannya lebih tinggi porsinya dari pasukan lain.


Dalam sebulan itu sudah 3 personil yg telah meninggal karena kejamnya medan latih di lembah tersebut. Sedangkan pada sisi Ayandaru yg tak tersirat, berharap pengeblengan personil komerad itu dapat tenghasilkan tentara khusus yg bisa dia gunakan diluar struktur komando. makanya ia menggembleng pasukan itu melampaui standar yg telah ditetapkan.


Ayandaru Membawa pasukan itu ke medan latih yg tak pernah di sambangi manusia selama ratusan tahun, hutan tengah lembah itu. Kecuali Raka yg menjadi tuan padanya dan keluarga posilo yg pernah menembus sebagian angkernya tengah hutan tersebut. Cara keluarga posilo memasuki hutan itu dengan perencanaan yg sangat matang, mereka membuat peta berjalan di setiap seratus langkah kaki, serta mengikatkan diri pada seutas tali pada diri masing~masing. Merekapun bukan tidak menemui kendala, tiga orang keluarganya yg hilang di lembah tersebut tidak menciutkan hobi keluarga itu menjelajah keramatnya bekas pertempuran para pendekar ratusan tahun yg lalu. Hanya saja untuk titik tengah hutan itu keluarga posilo belum menemukan cara memasukinya, mereka terburu gantung cangkul dan pengait sekitar 20 tahun yg lalu saat mereka melihat beberapa kejadian aneh serta penampakan beberapa sosok misterius dengan seorang bayi kurus kerontang.


Ayandaru yg puluhan tahun berjibaku di rimba terlarang di Atsylandya tentu sangat mengenal hutan dengan segala bentuknya. Ia membawa komerad berlatih memasuki hutan lebih jauh dengan membawa 200 personil. Pada pertengahan sore 120 personil telah kembali ke barak. Sisanya telah membuat kesibukan bagi tim pelatih mencari.


Ayandaru pun mulai cemas. Ia terlihat telah bolak balik ke dalam sisi luar hutan tapi sisa pasukan itu tak jua di temukan jejaknya. ia berniat mencari lebih jauh ke dalam hutan karena dia lah yg nembawa pasukan komerad tersebut sehingga hilang, tapi dilarang keras oleh kepala tim pelatih karena mereka tak ingin mendapatkan hukuman bahkan sangsi dari atasan mereka karena status Ayandaru ada dalam tanda kutip struktur kekaisaran Galandara.


Berita hilangnya pasukan itu cepat terkabar ke ibukota, sudah pasti membawa kecemasan. Perdana mentri Murato langsung menuju ke lembah tersebut bersama pejabat, Rayola pun di paksa mengebut pacuan kudanya menuju ujung wilayah Raqirar itu. Panglima besar Basara Wu yg kebetulan berada di tempat pelatihan itu nampak sedang mencoba meredam kegundahan Ayandaru yg bersikeras ingin Memasuki lembah terkutuk. Panglima tak ingin menambah masalah, Yg bisa dilakukan hanyalah membentuk tim pencarian sambil menunggu Perdana Mentri datang.


Melihat cuaca malam itu sangat buruk, kabut yg pekat sangat menghalangi pandangan, akhirnya setelah beberapa lama diskusi Panglima menunda pencarian sampai esok pagi, Resiko kehilangan tim pencari sangat besar.


keputusan tersebut membuat Ayandaru semakin gelisah, diam~diam ia keluar tenda sembari melapisi kakinya dengan jurus Panah Dewi Menari. Kelebatan tubuh Ayandaru saat memasuki hutan terluar terhenti oleh hadangan Rayola yg telah memukulnya dengan jurus Pemikul Bayangan. Beberapa pelatih dan tentara Komerad yg menyusul Ayandaru hanya dapat terdiam tatkala melihat pemandangan antara Rayola dengan Ayandaru telah bertarung. Dari duel itu nampak Ayandaru dibuat beberapa kali terjajal oleh murid pendekar kaleng itu. Tapi untunglah hanya beberapa saat ketika Jendral tempur Hutama mada telah sampai di lokasi mereka berseteru.

__ADS_1


* sebaiknya kalian menahan diri


* maafkan saja jendral, saya hanya mencegatnya jangan masuk hutan dengan cuaca kabut yg pekat ini.


Ayandaru hanya mendengus mendengar perkataan Rayola.


* tahanlah emosi mu Ayandaru


* saya ingin mencari mereka karena sayalah penyebab mereka hilang.


* saya juga tidak ingin kehilangan mu, Bukan karena kamu punya hubungan dengan kaisar tapi janganlah kita kehilangan lagi orang~orang terbaik. Galandara sangat membutuhkan orang~orang seperti kalian. Apakah itu bisa kamu pahami?!


* maafkan saya kalau tindakan tadi kurang sopan.


Rayola memberikan menjura hormatnya pada Ayandaru yg belum selesai dengan emosinya. Ia memandang Rayola dengan mata sendunya tanpa berkedip.


* sudahlah, sebaiknya kita kembali ke tenda pelataran. Kita lihat situasinya, jika memungkinkan malam ini juga kita mulai pencarian tapi bila kabut masih seperti ini maka perintah Perdana Mentri tidak boleh di abaikan. Saya pikir kalian berdua paham apa maksudnya.

__ADS_1


Jendral Hutama memberi tanda kepada para pelatih dan personil Komerad yg menyusul tadi untuk kembali ke barak.


Tinggallah Ayandaru dan Royala berdua di tempat itu.


* mohon maaf sekali lagi, saya tidak bermaksud menyerang anda.


* aku yg bertanggung jawab atas kehilangan mereka, sudah tugas ku mencarinya.


* sabarlah, lembah ini diluar kendali kita. Kalau cuacanya mulai baik saya akan menemani mu mencari mereka.


Kemarahan Ayandaru mulai mereda mendengar kematangan Rayola dalam berbicara.


* maafkan aku kalau membuat pipi mu memar.


Ayandaru berkilah badan sembari berjalan menuju pelataran hutan. di saat itu pun Rayola mengelus pipinya yg terasa nyeri. Sepakan kaki Ayandaru sempat menampar pipinya.


"kemahiran pendekar penari kayangan itu bukan isapan jempol belaka"

__ADS_1


Rayola hanya dapat bergumam sembari menyusul langkah Ayandaru.


__ADS_2