
Di Aula tahta Raja
Kericuhan pertarungan di ruangan tersebut begitu ramai. Sedangkan Raja Gatarsyat yg menjadi salah satu ketua persekutuan keramat adalah seorang pendekar tingkat master, ia langsung berhadapan dengan jendralnya sendiri yg palsu dalam pertarungan itu. Ia berpikir awal telah sedang terjadi kudeta di kerajaannya.
Dengan amarah yg besar Raja Lobura menyerbu Ayandaru dengan jurusnya yg mematikan. Sedari awal Ayandaru sudah di beritahu Mu Raka bahwa Raja Lobura mempunyai ilmu silat tinggi, jadi jangan pernah menganggap enteng atau bermain~main saat bertarung. Pesan kekasihnya itu ia turuti, akibatnya Raja Lobura ternganga heran ketika hantaman lututnya yg di lapisi jurus Penggedor Raga mengalami kedap dari hadangan jurus Penghibur kayangan.
* siapa kau jaha**m?
Suara Lobura menggelegar bersamaan serbuan serangannya kepada jendral Rucan palsu. Kembali ia menggunakan jurus penggedor Raga tingkat lima yg paling tertinggi, dimana Ayandaru akhirnya terdesak dan mendapat jotosan ilmu tersebut Pada paha kirinya. Kaki Ayandaru seperti mengalami kebas pada tulangnya. Dengan cepat ia menotok saraf pahanya, lali dengan sigap pula ia melapisi kaki kanannya dengan jurus Panah dewi menari sehingga beruntunya serangan Lobura dapat di hindarinya.
* kau bukan Rucan, apa hubungan kau dengan Buyako, sial ?!!?
Pertanyaan kedua dari Lobura tak mendapat jawaban di sela~sela kelit dan hindar ketika keduanya adu terampil dalam menggunakan kiat silat tangan, justru sebuah jurus yg mematikan di hantarkan pada Lobura dengan gerakan halus oleh Ayandaru lewat kaki kanannya yg terlapis Selaksa Cakra Suci sambil bersalto ke belakang beberapa meter.
Raja Lobura menatap jendralnya yg berdiri sedikit kepincangan. Ia tersadar sedang berhadapan dengan pendekar hebat yg berwajah palsu.
__ADS_1
* jika kau pendekar maka bertarunglah secara jantan, agar aku bisa menuliskan nama mu di batu nisan. Bukalah topeng mu mari kita bertarung !
Hanya dengusan napas terdengar oleh Lobura, di saat yg sama kembali jendral Rucan palsu menggempurnya dengan gerakan jurus silat master. Dua petarung yg memiliki tingkat pendekar yg sama saling menguji kepandaian dengan taruhan nyawa. Beberapa puluh gerakan telah dilalui tapi ada yg membuat Raja Lobura sedikit di buat bingung. Jendral Rucan palsu mampu meniru gerakan silat jurus Kuncur Perapiannya yg sangat langka. Bukankah bisa di sebut Lobura lah pemilik terakhir jurus itu karena ia telah membunuh gurunya.
* jaha**m, siapa kau sebenarnya?!!!!!!
Matanya mendelik menatap jendral Rucan palsu. sedangkan Ayandaru yg telah berdiri lima meter dari Raja Lobura yg sengaja menjauh dengan beberapa gerakan membuka susuk topeng dari wajahnya dan juga beberapa titik pada tubuhnya yg lain. Melihat wajah asli di balik susuk topeng itu ekpresi muka Lobura seakan penuh tanda tanya.
* siapa kau jal**g !!
* tulang paha mu akan hancur kalau kau memaksakan diri.
Lobura percaya diri dengan posisinya yg unggul tapi ucapannya malah berbuah hantaman jurus yg dilancarkan Ayandaru dari jauh, ia mencoba menahan dengan jurus penggedor raga namun terlambat, tenaga dalam yg membaluti jurus itu Ayandaru gunakan dengan besar sehingga daya nya mampu membuat kedua tangan Lobura mengalami titik kaku, pada detik yg sama ia meloncat dengan sebelah kaki yg terpasang panah dewi menari, lesatan siku tangannya menghantam tulang dada Lobura sehingga raja itu terhuyung ke belakang. Belum sempat menyadari situasi mata nanar Lobura menangkap seperti ada gerakan bayangan yg jatuh dari langit menghampiri mukanya yg tak lain adalah telapak tangan Ayandaru yg menggenggam jurus kuncur perapiannya sendiri.
Kraaak..
__ADS_1
Tubuh raja Lobura terjengkang, bersamaan dengan itu Ayandaru melepaskan jurus Penjaga kehidupan pada dada Lobura.
Braaakkgh..
Tubuh Lobura kelojotan saat meregang maut.
* nama ku Ayandaru murid dari Buyako, anak klan syati yg tahtanya kau renggut. hari ini aku ingin mengambilnya.
Suara tenggorokan raja Lobura tercekat saat suara Ayandaru itu masih terdengar ketika seiring tarikan napas terakhirnya. ia mati dalam keadaan kepala retak dan tulang dada beserta isinya remuk. Tetiba tubuh Ayandaru pun lunglai lalu jatuh pingsan.
Di antara tengah pertarungan pasukan Letus Pora dengan pengawal raja dan pendekar hitam. Seorang perwira pengawal raja yg melihat Ayandaru terkulai jatuh, langsung berlari nenghunuskan pedang untuk membunuhnya karena ia melihat rajanya telah tewas di tangan Ayandaru. Hanya berjarak satu tombak lagi terdengar suara.
kroouughh..
Sebuah rahang yg berisi taring yg runcing menancap di batang leher perwira itu. Dengan sekali menggeleparkan kepala harimau itu telah mengoyak tubuh bagian belaka hingga leher perwira tersebut. Tanpa menunggu perintah siapapun Sabai alias Inyiak Singgalang tunggangan Para RAJA~RAJA terdahulu menyasarkan taringnya dalam buruan di ruangan tersebut kepada pendekar hitam. Setiap terkamannya mencabik~cabik apa yg berada pada rahangnya. Para pengawal raja yg hanya tinggal beberapa orang lari terbirit~birit melihat harimau yg mengamuk. Selebihnya telah di bunuh oleh pasukan Letus Pora.
__ADS_1