Ksatria Pemilik Takdir

Ksatria Pemilik Takdir
EPISODE 28


__ADS_3

(kembali pada sisi Raka)


di sebuah losmen di kota Masoa


Raka mengeliat dari tidurnya yg panjang di sore hari yg mulai terlihat mendung. Ia terduduk lemas di tepi ranjang pada sebuah penginapan. Kepalanya tertekuk dengn kedua siku tertumpu pada paha. Tiba~tiba ia terkesiap mengingat sesuatu, sebuah anting ia beli sesaat sebelum ia pergi dari kota Maltara. Raka mencoba mencarinya pada lipatan ujung bajunya tapi yg ia cari tak juga ditemukan.


Raka mematung memikirkan di mana benda itu terakhir kali ia pegang, sejurus kemudia. terlihat mimik mukanya terlihat cemas setelah ingat dimana benda itu berada. kecemasannya bertambah dengan mendung yg ia lihat diluar jendela yg terbuka di losmen itu.


Raka bergegas keluar penginapan dan menyeberangi jalan utama kota Masoa, ia menyisir masuk pada sebuah gang pemukiman yg terletak disamping sebuah warung tuak yg merenovasi atap terasnya yg runtuh akibat pertarungan Bulaha dengan Ayandaru. Raka tergesa keujung pemukiman, lalu ia berkelebat cepat diantara persawahan dan menembus rimbunan semak.


pada sisi Raja pengemis


Di sebuah dusun terpencil diluar kota masoa. Dalam sebuah rumah yg jauh dari pemukiman terlihat wajah Ki jalu memandang cemas pada macho yg sedang kritis. Ia mondar mandir dalam ruangan tengah dengan gelisah.


* coba kamu bantu menyalurkan tenaga murni pada pendekar ini, saya akan coba mencari lumut putih untuk meracik ramuan obat buat pemuda ini.

__ADS_1


Ayandaru mengangguk pelan menjawab perkataan Raja pengemis, sembari duduk disamping macho.


*gerimis sudah turun eyang, apalagi hari sudah sore.


ucapan Ayandaru bernada cemas membuat Ki jalu berjalan mendekati Ayandaru, lalu ia mencium kepala gadis itu sambil berkata,


* jangan kawatir, saya akan baik~baik saja. Saya akan cepat pulang.


Ki jalu melangkah keluar lewat pintu belakang sembari menyelinap. seiring kepergian Ki jalu, Ayandaru menghela napas panjang yg terasa agak berat. Ia merasa ada gelagat yg aneh dengan sikap Ki jalu tadi.


Dengan memperbaiki duduknya sambil merapal tenaga dalam ia menepis firasat buruknya terhadap Ki jalu. Ayandaru sedang berusaha fokus mengumpulkan tenaga murni untuk di salurkan pada macho yg sedang koma.


Tubuh Ki jalu menerobos hujan yg mulai lebat, ia sedang menuju pesisir pantai mencari lumut putih. Lumut itu tumbuh dipermukaan kerikil2 kecil yg biasa terdapat ditepi pantai.


Ditempat lain

__ADS_1


pada saat yg sama


Bulaha sedang berada di kedalaman air laut yg sudah setinggi dadanya. Bulaha sedang mencari sesuatu yg ia selipkan diantara celah batu karang yg terbenam dipermukaan dasar laut tempat ia berada. cukup lama bulaha ditempat itu tak bergeming ditengah guyuran hujan yg lebat, sesekali kilat menyelingi diantara angin yg menderu kencang. Hari semakin gelap hanya menampakan kepala Bulaha seperti mengapung di permukaan gelombang.


Bulaha sedang meracik racun yg ia beli pada seorang dukun hebat, bulaha berpikir mungkin di sanalah tempat yg aman meraciknya tanpa perlu was~was ada orang yg mengintipnya. Racikan itu ia beli dengan harga yg super mahal. Demi racun itu ia harus membunuh banyak manusua, memperkosa seorang wanita pekerja tambang lalu membunuhnya dan menggantung mayatnya di depan gapura pertambangan. Aksi terornya membuat geger rimba persilatan.


Di tengah guyuran hujan yg lebat, sosok putih yg tak lain Raja pengemis berkelebat keluar dari semak langsung menuju bibir pantai. Tatapannya mencari batu yg ditumbuhi lumut putih. Cukup sulit mencarinya dengan cuaca yg tak bersahabat. Tapi rasa kawatir dengan kondisi macho ia memaksakan diri. Ki Jalu luput mengawasi lingkungan sekitarnya.


Tak jauh dari sana sekitar 50 meter terlihat ada mata yg menatapnya di tengah alunan gelombang air laut. Sosok itu mendekati Ki jalu secara perlahan, ia adalah bulaha.


Pergerakan Bulaha terasa senyap ditengah suara pecahan ombak dan angin yg menderu kencang. Saat Ki jalu sedang berjongkok memeriksa kerikil dalam genggamannya.


sluuppp..


Ki jalu merasa sesuatu menusuk bahu sebelah kanannya, insting pendekarnya langsung bergerak. Ki jalu menggulingkan tubuhnya kekiri sambil terduduk. Mata Ki jalu jadi melotot melihat bulaha telah berdiri didepannya sambil memegang sebilah keris.

__ADS_1


Pertemuan yg tidak di duga oleh Raja pengemis, bahkan Bulaha sendiri. ia menemukan musuh yg telah membuatnya babak belur hari kemarin. Dan ia telah berhasil melukai Ki jalu.


__ADS_2