Ksatria Pemilik Takdir

Ksatria Pemilik Takdir
EPISODE 25


__ADS_3

(kembali ke pertarungan)


Ayandaru melangkah awas menghampiri Bulaha, ia sudah melapisi kaki kirinya dengan jurus ALTAR PENGABDIAN dan memasang kaki kanannya dgn PANAH DEWI MENARI nya. Ayandaru tak akan menganggap remeh org yg sedang ia hadapi.


sedangkan Bulaha telah bersiap dalam jongkoknya untuk menyerang, Ayandaru memilih menunggu serangan Bulaha, hanya menunggu serangan untuk mencari celah titik lemah bulaha. apa yg diharapan Ayandaru tidak meleset, ia melihat celah itu dlm serudukan Bulaha.


buughhh..


Rusuk bulaha dihantam sebuah tendangan yg sangat cepat. Ia terjajal terguling sampai lima meter. Saat Bulaha sedang berusaha untuk bangun dengan menopang tubuhnya dengan siku.


braakkk..


Ayandaru melesat dan memukul kepalanya dgn sepotong balok. Bulaha terkapar lagi.


Ayandaru kembali bersiap, ia mundur beberapa langkah seakan berlenggok, setelah empat langkah tubuhnya dibuat sedikit menjongkok. Tumit kaki kananya menekuk keatas, telapak kaki kirinya miring kearah luar. Kedua tangannya membuat kibasan menyilang diiringi ayunan bahu. Ia sedang mempersiapakan Jurus PENGHIBUR KAYANGAN.


Disaat Bulaha yg sedang berdiri dengan rasa pusing rada terhuyung, Sekejap itu juga ayandaru telah ada di depannya melepaskan pukulan kedada, perut, muka, rusuk dan dagu diiringi tubuhnya meliuk diantara tangkapan tangan bulaha. Pukulan bertubi itu membuat bulaha terseret dua langkah kebelakang, lalu


*rasakan ini !

__ADS_1


suara ayandaru bernama geram


buuughh...


Sebuah tendang menyasar ke perut bulaha yang terpasang jurus penghibur kayangan. bulaha terhenyak ketanah. Lalu


taaggh..


Suatu tendangan yg dilesatkan Ayandaru di atas kepala bulaha sambil bersalto yg melebati tubuhnya. Sekarang Ayandaru telah berada dibelakang bulaha siap dgn jurus SELAKSA CAKRA SUCI nya.


Ia mengumpulkan tenaga dalam penuh dan telah menargetkan jurus itu ke tulang punggung bagian bawah bulaha.


* prajurit dataaannggg, prajurit datang!


Teriakan itu membuat sekelompok pria yg menyerang Ki Jalu langsung berhamburan ke dalam pemukiman meninggalkan raja pengemis begitu saja. Ayandaru pun mengurungkan jurusnya, ia teringat pesan Kaisar agar tidak menyeret kerajaan Soloka utsu.


Ayandaru melihat Ki jalu sudah membopong macho memasuki sebuah gang pemukiman. ia pun bergerak mengikuti arah Ki jalu. Sambil berlalu meninggalkan bulaha yg terhenyak dgn kepala berkunang, Ayandaru memberikan sepakan di tengkuk bulaha sehingga tubuh itu tertungkup kedepan.


Sekonyong~konyong Ayandaru memundurkan langkahnya lagi, mengambil kayu dan memukulkannya kepunggung bulaha.

__ADS_1


buuggh..


* alot sekali


ujar Ayandaru sambil berlari kesal mengikuti Ki jalu yg tidak berapa lama kemudian serombongan prajurit Soloka Utsu mendatangi tempat keributan. Komandan prajuritnya melihat tanpa acuh pada Bulaha yg tertelungkup. Ia sudah beberapa kali menangkap Bulaha tapi begundal itu selalu bisa meloloskan diri. Bahkan komandan tsb pernah menusukan pisau ke perut bulaha ketika dipenjara, Memang kebal.


Setelah memeriksa seadanya para prajurit tersebut meninggalkan lokasi. Mereka sudah jenuh dengan masalah yg dibawa bulaha karena tak ada jalan keluarnya.


(Disuatu tempat)


Ki jalu dan Ayandaru sampai disebuah dusun di pinggir kota. Mereka diterima disebuah rumah yg kebetulan mengerti dengan kondisi tamunya. Horor yg dibuat Bulaha telah menyebar. Dalam rumah itu ki jalu mencoba mengobati macho yg luka patah tulang.


Ayandaru membantu menyiapkan ramuan obat seadanya dgn bahan yg tersedia didapur.


(Pada sisi Raka)


setelah ia pergi dari pantai.


Raka membaca tulisan yg terpampang pada sebuah gapura "SELAMAT DATANG DI MASOA".

__ADS_1


Langkah kakinya mencari sisi tepi jalan utama karena di kejauhan terlihat serombongan prajurit berkuda melaju kencang ke arahnya, Ternyata prajurit soloka utsu sedang melewati jalan tsb. setelah prajurit berlalu Raka meneruskan langkahnya sambil celingak celinguk mencari penginapan. Setelah cukup lama ia berjalan belum juga ia menemukan hingga ia melihat seseorang lelaki kekar bertelanjang dada sedang mengumpati semua org. Caci maki dan sumpah serapah keluar dari bibir bawahnya yg sedikit dower. Raka menghentikan langkahnya sambil menatap lelaki itu yg terus berjalan sambil merepek tak karuan. Ia adalah Bulaha yg sedang kesal karena tiga orang musuhnya kabur ketika ia pingsan.


Bulaha memungut batu dan mengayunkannya ke arah Raka ketika mereka berpapasan tapi tatapan tenang Raka tanpa ekpresi membuat Bulaha mengurungkan tindakannya. Hari ini hidupnya sudah kacau, ia tak ingin menambahnya lagi dengan masalah yg baru. Bulaha hanya ingin pergi kesuatu tempat untuk istirahat. Raka memandang punggung bulaha yg hilang diujung jalan. Ia menghela napas lalu kembali celingak celinguk. Matanya berbinar ketika melihat sebuah penginapan. Raka menyeret malas kakinya kearah tersebut. Ia pun merasa kelelahan serasa ingin meluruskan pinggangnya diranjang penginapan. Ia sudah tak sabar ingin kembali berangan2 tentang gadis yang telah mengambil tempat terdalam disudut hatinya.


__ADS_2