Ksatria Pemilik Takdir

Ksatria Pemilik Takdir
EPISODE 59


__ADS_3

Dua hari setelah rambut Raka di buat gundul, Ayandaru tidak berhenti mengusap kepalanya sambil tertawa cekikikan. Tapi pagi ini giliran Raka yg tidak tahan tertawa melihat Ayandaru seperti pejantan tulen dengan kumisnya yg cukup terkesan berwibawa. Eyang Rinjani memang lihai memasang susuk topeng tersebut.


Ayandaru akan pergi ke istana untuk menyerahkan selendang pusaka, ia harus berubah penampilan. Eyang Rinjani meninggalkan mereka berdua di ruang tengah untuk memberi kesempatan saling berpamitan.


* Raka.


* ya.


* apakah nanti kamu mau merindukan aku?


Raka menggelengkan kepalanya, yg langsung disambut Ayandaru dengan muka cemberut.


* pergilah dan hati~hati di jalan. Aku menunggu mu disini.


Raka meraih tubuh Ayandaru dari duduknya dan memeluknya dengan hangat. Dekapan yg tak ingin Ayandaru lepaskan karena di sana ia menemukan ketenangan.


Dalam hasratnya Ayandaru merapatkan bibirnya ke wajah Raka.


* aku mencintai mu.


Suara Ayandaru hilang diantara wajah Raka. Ia sangat menikmati apa yg seharusnya terjadi. Sedangkan bagi Raka, Cinta yg diberikan Ayandaru dalam dekapannya saat ini membuat ia merasa utuh. Raka memiliki Ayandaru dalam setiap belaian tangannya. Sepasang kekasih telah meng~akad kan jiwa mereka menjadi satu.


Waktu terus berjalan, pada tengah malam setelah kepergian Ayandaru. Raka di bawa eyang Rinjani ke kamarnya yg terdapat puluhan senjata berbagai bentuk.


* apa yg kau lihat Raka?

__ADS_1


Raka hanya menggelengkan kepala.


* Beberapa waktu yg lalu semua ini terletak lantai bawah, tapi di pindahkan ke sini semenjak Resi Buyako datang. Rencana saya akan meletakan kembali ke bawah di samping pusara Resi.


Cukup lama Raka memperhatikan senjata~senjata itu, ia sangat mengenali auranya.


* lembah terkutuk eyang putri, saya merasakan nya.


Eyang Rinjani tersenyum sambil membelai kepala Raka yg gundul.


* duduklah, saya akan beri tahu.


Raka mengambil sikap bersimpuh di depan Rinjani yg duduk di kursi yg reot, mungkin sesuai dengan umurnya.


* apa yg terjadi dengan senjata ini eyang putri?


* ini senjata para pendekar yg bertempur pada tragedi itu, sebagian tertimbun tanah dan hutan. Generasi tersebut lah yg mengumpulkannya secara sembunyi~sembunyi.


Raka terdiam untuk menganalisa ucapan eyang Rinjani.


* namanya POSILO, dia juga seorang pendekar berasal dari benua timur di kerajaan NESRIABAR. Kota kelahirannya KASAFA Kau bisa menjumpainya di sana. Mungkin dia lebih bisa menjawab apa yg kau pertanyakan. dia lah generasi ketiga itu.


Raka menatap eyang Rinjani dengan rasa kagum.


* eyang putri tak merasa sakit kepala menyimpan semua informasi2 serinci itu?

__ADS_1


Eyang Rinjani tersenyum mendengar perkataan Raka, lalu memeluk kepala gundulnya penuh kasih sayang.


* eyang putri.


* kenapa? Ada yg ingin kamu ketahui lagi?


* apa hubungan eyang putri dengan guru saya?


Eyang Rinjani terkesiap, ia tak menduga pertanyaan itu akan muncul. Helaan napasnya sedikit berat.


* pergilah ke Kasafa, temui Posilo. Kalau kau menemukan apa yg kau cari maka itu sudah menjawab pertanyaan mu tadi.


Eyang Rinjani seolah menghindari pertanyaan Raka, ia berdiri mengambil sesuatu.


* gelang ini cuma jimat untuk penangkal sihir. meskipun kekuatan mu mampu atau kau tak percaya dengan itu, tetaplah pakai gelang ini. Biar saya merasa lega saja melepas kamu ke sana. Anggap lah sebuah kenang~kenangan dari saya.


Raka mencium tangan eyang Rinjani, dan menatapnya dengan lekat.


* terima kasih eyang putri.


Ciuman eyang Rinjani mendarat di ubun~ubun Raka.


* jaga diri mu baik~baik cucu ku.


Raka mengangguk kecil sambil berdiri, ia memandang eyang Rinjani sekali lagi. Setelah itu Raka berjalan ke halaman belakang dan hilang dalam sekejap.

__ADS_1


__ADS_2