
DIMULAINYA SEBUAH TAKDIR
Seorang lelaki muda berusia kisaran 25 thn sedang menyusuri tepian sungai. lelaki yang berperawakan biasa saja tanpa gumpalan otot atau bidang bahu yg kokoh menyanggah tubuhnya. Rambutnya yg pendek tak beraturan, berbaju ringkas dengan potongan lengan hanya sebatas siku. pakaian itu seperti terbuat dari kain kasar yang warnanya pun telah hampir memudar. Kakinya hanya beralas seadanya terbuat dari lapisan kulit berkait tali.
Dengan mata yg fokus sembari sedikit berjongkok pemuda tersebut mengendap menilik riak arus sungai yg mengalir, ia sedang mencoba menangkap ikan di sungai itu namun tiba~tiba terdengar derap kaki kuda di kejauhan, ternyata mereka datang dari arah dari hulu sungai yaitu tiga orang yg berperawakan besar dengan muka yg kasar. Dilihat dari cara mereka berpakain tak asing lagi untuk dikawasan tersebut bahwa mereka adalah anggota kelabang hutan. Suatu kelompok begal yang sering merampok dan menjual manusia sebagai budak. Tiga penunggang kuda tersebut memakai pakaian sama berwarna hitam dengan corak merah bergambar kelabang di sisi lengan kirinya.
Setelah mereka tiba didekat pemuda tersebut, salah seorangnya langsung berkata.
* Hai bocah sedang apa kau disini?
Dengan rasa congkak dan raut muka yang bengis
*Saya sedang mencari ikan, tuan.
Jawab pemuda dengan mimik muka yg datar menatap Dua penunggang kuda lainnya yg sedang berbisik.
__ADS_1
*sepertinya harga bocah ini lumayan besar ketua.
*hhhmmm, sepertinya begitu".
Temannya mengangguk2 sambil mengelus dagu, Lalu serentak ketiganya dengan sigap turun dari kuda, salah satunya berdiri dibelakang pemuda tadi. sedangkan lelaki yang berbicara soal harga langsung mengedipkan mata pada temannya yg telah berdiri dibelakang pemuda, Dan..
Bugghh...
Pemuda itupun tersungkur mencium tanah dengan kepala terbenam dipasir.
Pria besar yg brewokan dgn cekatan langsung Saat mempelintir tangan pemuda tsb kebelakang, namun tiba~tiba.
Traass..
Swiiingg..Traasss, kraakk... traass...
Tiga bongkah yg di sebut kepala menggelinding jatuh. Ketiga tubuh anggota kelabang hutan itupun masing~masing kaku tak bergerak. Disaat yg sama pemuda yang dibokong dari belakang tadi sudah berada pada tepian di seberang sungai. entah bagaimana ia melakukan gerakan yang sulit untuk dilihat dengan mata biasa.
__ADS_1
Dengan langkah yg ringan tanpa menolah lagi kebelakang, tubuh pemuda itu hilang berlalu disela semak. Seiring pemuda itu pergi,
gdebuuk..
ketiga jasad anggota begal itupun roboh dengan masing kepala terpisah dari badan.
Di hilir sungai di atas pohon yg dahannya sedikit rindang sepasang mata melihat kejadian itu dengan rasa terkejut yg amat sangat. Bahkan setelah beberapa saat ia masih tetap tersandar di salah satu dahan. Ia seakan tak percaya apa yg barusan ia saksikan.
Tidak berapa lama ia melompat dari suatu dahan, lalu bersalto dengan kecepatan tinggi yg disertai ilmu peringan tubuh yg sempurna. Saat satu kakinya hampir menyentuh bebatuan dipinggir sungai seketika sosok tersebut mengerahkan jurus PANAH DEWI MENARI.
"slaappp..." tubuhnya melesat bak anak panah menyebarangi sungai menembus semak sambil berkelit dan meliuk laksana seorang penari diatas dedaunan dan ranting.
Ketika sosok itu keluar dari hutan kecil yang tumbuh di tepian sungai, di depannnya nampak terhampar tanah yang lapang, hanya ditumbuhi rumput dan sedikit belukar. matanya yg sendu dan bening menatap awas setiap pergerakan. bulu matanya yang lentik seakan ikut menari tersapu semilir angin.
*hhhmmm...kemana orang tua itu? secepat itukah gerakannya? bahkan jurus PANAH DEWI MENARI ku pun tak mampu mengekorinya.
Gadis itu bergumam dalam hati dan sedikit gerutu kecewa ia mulai kembali memasuki semak, mencoba menyatu dengan lingkungan. sambil menggunakan jurus kecepatan tadi ia berniat menguntit pemuda yang telah memenggal tiga anggota kelabang hutan yg barusan terjadi begitu secepat kilat.
__ADS_1