Ksatria Pemilik Takdir

Ksatria Pemilik Takdir
EPISODE 63


__ADS_3

Beberapa warung kopi dan rumah makan yg berdekatan dengan losmen tempat Raka menginap, di senja itu terlihat ramai.


Rayola pun ikut nimbrung pada sebuah warung lesehan, beberapa pendekar lainnya sudah sedari tadi duduk dengan rasa penasaran yg sama. Mereka saling mengangguk ketika bertatap menandakan sama berasal dari dunia persilatan.


Kegelapan telah membungkus senja, yg ditunggu para penonton sudah datang. Serombongan orang berkuda masuk ke losmen dengan pedang yg telah terhunus.


Di warung lesehan itu Rayola sudah memberi tanda pada anggota organisasi pengemis yg berdiam samar telah bersiap dengan segala kemungkinan. Seiring lampu losmen di padamkan, gedung itu terasa hening. Tamu losmen lainnya dari sore tak masuk kamar lagi karena paham situasinya, anggota persekutuan keramat pasti mendatangi losmen untuk menuntut balas.

__ADS_1


Puluhan anggota persekutuan yg berada di kota itu telah berkumpul di depan losmen, mereka menunggu aba~aba dalam gelapnya halaman, lalu tak berapa lama dengan Serentak puluhan orang yg seperti bayangan menyerbu ke dalam.


orang~orang yg mengintip dari kejahuan menahan napas dengan pikiran masing~masing. Rayola mulai menggenggam erat pedangnya, beberapa pendekar pengemis mencari posisi. Mereka memang mendapat tugas menuntun Raka yg tersasar dari tujuannya, tapi tugas itu jadi rumit dengan situasi yg mendadak itu, Terpaksa tindakan yg diambil hanya menunggu. Kalau memang perlu maka Rayola terpaksa berhadapan dengan persekutuan keramat yg sangat Dia hindari untuk konfrontasi.


Sudah umum bagi pendekar aliran putih bahwa menara langit belum mampu menghadapi kuatnya persekutuan keramat saat ini. Sejauh mungkin hindari berurusan dengan anggota mereka. Tapi awal menjelang malam ini Rayola dan para anggota pengemis dibuat semaput dengan tindakan Raka, dia benar~benar menyalakan suluh di depan kelopak mata, kalau tak bisa membakar muka, pastilah kumis kena panasnya.


Mereka sudah berdiri di dekat pagar losmen, hanya terlihat kuda~kuda milik anggota persekutuan keramat. Belum ada yg berani memeriksa ke dalam untuk beberapa menit, hingga salah satu pendekar memberanikan diri ke losmen dengan membawa obor.

__ADS_1


Sejurus kemudian pendekar itu ke luar losmen dengan muka pucat pasi. Dia tergagap, dengan tubuh yg semboyongan lalu muntah. melihat itu Bersigaplah beberapa pendekar dan jawara masuk ke losmen, mereka dibuat ternganga tak percaya.


Tubuh semua Anggota persekutuan keramat bergelimpangan dalam losmen itu, dengan nyaris semua lehernya tersayat. Dan mereka tak menemukan pemuda gundul si pembuat masalah pada anggota persekutuan keramat, Ia hilang.


Kota yg berada di sisi hutan perbatasan sebuah kerajan malam itu di gemparkan dengan tewasnya puluhan anggota persekutuan keramat dengan keadaan yg hampir tidak bisa dipercaya. Warga kota itu justru mengkwatirkan hal lainnya, termasuk Rayola dan beberapa anggota organisasi pengemis.


Api perang sudah di nyalakan seseorang kepada persekutuan keramat. imbasnya sudah pasti ke golongan aliran putih. besok atau lusa pemuda itu akan di buru sampai mati. dan tak mustahil organisasi pengemis masuk daftar mereka.

__ADS_1


Apalagi akhir2 ini organisasi itu terlihat marah atas kehilangan rajanya, sehingga pertemuan anggota pengemis dengan anggota persekutuan keramat sedikit menegang. para pengemis mencurigai keterlibatan persekutuan keramat atas hilangnya Ki Jalu.


__ADS_2