
Pembunuhan dimarkas kelabang hutan terus berlanjut.
Ketua kelabang menyerang Raka sambil melompat. diiringi lesatan tubuh Raka menyambutnya. ketika tubuh ketua kelabang sedang mengawang, Raka melakukan 10 gerakan aneh dalam satu detik. gerakan itu super cepat membuat ketua kelabang tak dapat melihat pergerakan Raka. bahkan anggotanya ikut menyerang terhenti berlari, Lalu..
Tap..
kaki Raka lebih dulu menginjak tanah tepat tiga meter dihadapan anggota yg mengikuti ketuanya. Delapan orang itu terpukau dan bergidik melihat tubuh ketuanya tersangkut diatas tangan Raka yg tegak menjulang. Sebilah besi pipih berwarna perak menembus tubuh sang ketua. Lalu Raka mengayunkan mayat itu ketanah.
Buughh..
bangkai sang ketua terhempas ke tanah.
sisa anggota kelabang hutan itu menatap nanar jasad ketuanya yg terkapar di tanah. Mereka tak mengerti apa yg terjadi.
Puluhan tahun mengusai wilayah tersebut. nama kelompok mereka sangat ditakuti karena kebengisan dan kejawaraan para anggotanya. bahkan prajurit kerajaan pun tak berkutik bila berhadapan dengan mereka.
Kini, entah hari naas apa yg dahulu pernah mereka laknat sehingga tanpa angin dan hujan malaikat maut itu mendatangi markas mereka. tanpa ampun, tanpa susah payah, tanpa banyak pembicaraan, sang hantu itu membunuh mereka satu persatu tanpa sempat berkedip.
__ADS_1
Pikiran mereka terhipnotis atas digl gelarnya pembantai itu didepan mata kepala sendiri.
Dalam keadaan Terpana, lalu kembali terjadi..
trass...trass..swuutt..trass..trass...traassz
sisa anggota kelabang lainnya itupun roboh membawa kematian yg penasaran. Mereka tak tahu penyebabnya dan pelakunya. sedangkan dua orang wanita gembrot penghibur birahi tersebut telah lebih dulu pingsan di dalam pondok ketika menyaksikan kegilaan pembantaian yg sadis tersebut.
Raka melangkah menghampiri pondok tengah, ia melepaskan tenaga dalam dengan energi yg besar sehingga kedua telapak tangan Raka menyalakan aura putih kemerahan seperti nyala api. Ia mengantamkannya pada pondok bagian tengah yg berada di komplek markas tersebut.
bllaassd..
Dengan tenang Raka melangkah melewati gelimpangan mayat dgn luka yg tak dapat disebutkan lagi. sesampai dipintu gerbang Raka menghela napas panjang lalu,
wuuusszzz..
Dia menghilang dalam lesatan kecepatan tinggi.
__ADS_1
Datang tanpa bicara lalu pergi tanpa suara.
Datang membawa sunyi lalu pergi meninggal sepi. sebuah takdir telah ditutup ditempat tersebut.
Raka adalah pendekar yg ditempa oleh alam dilembah terkutuk. Ia tak pernah diajari cara bertarung ala pendekar dunia persilatan. Meskipun ia mempunyai seorang guru, apa yg diajarkan guntara padanya hanyalah jurus. Itupun bagi Raka jurus tersebut hanyalah sekedar gerakan belaka. tapi alamlah yg berkerja keras membentuknya menjadi sosok yg mematikan. jurus yg diajarkan Guntara berubah bentuk ketika alam campur tangan dengan memberinya lawan tanding berupa para gentayangan lembah kutukan untuk berlatih.
itulah sebabnya setiap kali nyali Raka disulut, ia selalu berada dlm aura tertinggi untuk bertarung tanpa peduli apakah dihadapannya seekor kecoa atau gajah yg menggendong gunung, satu saja. bunuh !
Dua hari setelah kejadian dimarkas kelabang hutan. disuatu tempat, saat Raka asik mengunyah daging bakar kelinci buruannya. dari kejauhan ia mendengar derap kaki kuda berlalu. lalu hening.
tak berapa kemudian kembali derap kaki kuda berlalu dgn cepat, kembali hening.
Baru selesai gigitan ketiganya pada daging kelinci bakar tersebut, serangkaian derap langkah kaki kuda kembali berlalu dengan cepat.
Raka memutuskan meninggalkan tempat itu, ia mengikuti tiga kelompok rombongan berkuda yg terlibat sedang menuju ke kota terdekat.
sekelumit pertanyaan bernaung di dalam benak Raka.
__ADS_1
Tiga rombongan itu seperti kelompok yg berbeda. cara mereka berpakain dan juga barang bawaan mereka yg terikat pada kuda.
Rombongan tersebut menuju kota MALTARA.