Ksatria Pemilik Takdir

Ksatria Pemilik Takdir
EPISODE 70


__ADS_3

Ketua sekte pendekar Tua Arak dan tiga tokoh lainnya merasa heran dengan keributan diluar gedung utama di sela~sela serangan mereka terhadap pemuda gundul yg telah terkapar di sudut dinding.


Di luar gedung utama.


Ratusan pendekar golongan hitam dibuat tak berdaya oleh 10 sosok tak berwujud tersebut. mereka membuat halaman depan markas sekte bagian dalam berantakan seperti dihantam badai. Amuk para resi gentayangan yg di takhlukan oleh Raka tempo waktu yg lalu di lembah terkutuk sangatlah brutal. pedang mereka yg seperti bara padam mengeluarkan asap telah merubuhkan puluhan pendekar hitam menjadi mayat dan melukai para penabur racun seperti terbakar. Aura membunuh para gentayangan itu tak dapat dihentikan karena mereka tidak bisa di lukai, bahkan senjata yg mengenai mereka seolah melewati angin. keletihan dan putus asa menyerang ratusan pendekar hitam yg mengepung para resi gentayangan.


Beberapa saat setelah ketua sekte memerintahkan anak buahnya untuk memeriksa keadaan, seketika kehidupan seperti berhenti di sekitar bukit tulang. tidak ada yg bergerak bahkan Daun yg jatuh pun seperti mangambang di awang~awang. Para tetua sekte dengan mata yg mendelik dibuat terkejut. Meskipun tubuh mereka tak dapat di gerakan tapi mata mereka masih mampu berkedip. Sepasang mata yg menyala milik Raka memandangi mereka satu persatu. Hanya gidik menakutkan yg dapat mereka rasakan diantara kakunya tubuh mereka untuk bergerak. Berhentinya alam beberapa detik membuat masing~masing mereka hanya mampu bertanya pada diri sendiri. apa yg terjadi? kenapa si gundul ini masih hidup? kenapa mereka mematung?


Semua terasa hening di bukit tulang.


Seiring dengungan kecil yg terdengar, sekelebat sinar berwarna perak melintas pada bahu si Tua Arak dan beberapa tokoh yg telah membelasah tubuhnya dengan kejam.


Trasss...traassd..traaass..traaassss

__ADS_1


Tubuh ketua sekte terserak beberapa bagian dan tokoh lainnya tak melihat dimana kepala mereka berada, karena sayatan tipis yg memotong leher mereka lebih cepat dari kedatangan maut itu sendiri.


Diluar gedung utama.


Sepuluh para resi gentayangan menghilang secara tiba~tiba bersamaan dengan kedatangan pasukan perisai Atsylandya.


Raka pun telah keluar dari gedung utama lewat pintu belakang. Ia berkelebat pergi menuju bukit lain dibelakang markas tersebut yg di tumbuhi hutan lebat ketika pandangan 3 alamnya melihat pasukan tentara Atsylandya Memasuki markas sekte.


 Pada saat yg sama dengan terbunuhnya para ketua sekte dan tokoh persekutuan di dalam gedung utama, puluhan atau mungkin sekitar ratusan penunggang kuda muncul dari arah selatan pintu markas sekte. Pasukan itu memakai seragam hitam berzirah besi dengan dua bilah pedang menyilang dipunggung mereka, lalu panah ganda terikat di paha mereka masing~masing. Sedangkan pada kepala mereka terselip sehelai bulu burung berwarna merah.


Ternyata pesan yg di sampaikan seorang penyelidik utusan Rinjani menghadap pucuk pimpinan benua utara ketika akan pergi untuk mencegat rombongan pendekar di perbatasan, di jawab langsung oleh kaisar. Pengiriman satu batalyon tentara perisai elit bukanlah rencana untuk main~main, ada misi khusus yg mereka bawa. Kekaisaran Atsylandya sedang mencari buronan yg nyawanya sudah disegelkan wajib mati.


Satu batalyon itu hanya pasukan gerak cepat pendahulu saja karena dibelakangnya satu Resimen perisai Mahkota berjumlah 5.000 tentara sudah menduduki ibukota kerajaan Raqirar pada pagi hari ketika pertarungan di bukit tulang baru di mulai. mereka memasuki kerajaan Raqirar melalui pintu perbatasan di dekat kerajaan Baidur Bai.

__ADS_1


Kedatangan resimen itupun telah di dahului oleh satu Divisi pasukan Perang berjumlah 15.000 personil yg bergerak cepat ke menerobos penjagaan perbatasan, membunuh dan menawan prajurit yg melawan. lalu menguasai penuh pusat barak prajurit dan pusat keamanan kerajaan sepanjang perjalanan mereka menuju ibukota Raqirar.


Gelombang pasukan tentara Atsylandya itupun belum usai karena dua korps tentara berkekuatan 40.000 personil dengan persenjataan yg lengkap mengikuti Divisi perang, sebagai pasukan penyisiran total untuk menguasai kota. tiga kota utama di kerajaan tersebut dapat di lumpuhkan.


Sedangkan sepuluh kompi pasukan~pasukan pernjaga perbatasan benua saling beruntun menyerbu wilayah kerajaan Raqirar untuk menutup semua pintu masuk perbatasannya.


Tidak ada perlawanan dari kerajaan Raqirar atas serangan yg mendadak tersebut karena memang tidak terdeteksi dan tidak ada yg memprediksinya karena seluruh kerajaan di benua timur sedang fokus menatap pertempuran di bukit tulang.


Awalnya hanyalah pergelaran parade militer yg sering di adakan Atsylandya setiap tahun di kaki gunung Simaya yg berbatasan langsung dengan kerajaan Raqirar. namun dengan sangat rapi dan rahasia pergerakan parade militer tersebut langsung menyerbu ke kerajaan tetangga mereka.


Sebuah penyerbuat yg sangat taktis, hanya butuh satu hari melumpuhkan sebuah kerajaan di benua timur.


__ADS_1


 


__ADS_2