
Ayandaru dengan tubuh dan wajah pejantan tulennya memasuki komplek perumahaan pejabat tinggi kekaisaran. Penyamarannya yg seperti seorang bangsawan mampu mengecoh beberapa lapis pos penjaga.Ayandaru melewati semua pos tanpa berbicara karena lencana yg ia pegang seperti kartu pas masuk otomatis. Lencana khusus hanya buat keluarga Kaisar.
Ayandaru sampai di sebuah rumah megah milik nyonya besar seorang kepala kaswari yg juga mertua dari perwira jo. Ayandaru perlu membuka identitasnys pada nyonya besar lalu menjelaskan padanya kalau ia ingin bertemu kaisar secara rahasia.
Menghadap kaisar dengan wajah "Ayandaru" tentu membuat pejabat tinggi tersinggung seolah kaisar mengistimewakan murid Resi Buyako padahal gurunya dinaikan tingkat tuduhannya sebagai buronan dan pelaku tunggal pencurian pusaka. Ayandaru perlu menjaga maruah kakak angkatnya di hadapan Rakyat.
Sehari semalam Ayandaru menginap di rumah nyonya besar menunggu berita dari perwira jo. Akhirnya pada hari ke dua Ayandaru mendapat kepastian, kaisar akan menemuinya di rumah nyonya. Kedatangan Kaisar berpenampilan pekerja rumput taman komplek dengan dua orang temannya membuat Ayandaru tersenyum kecut. Di satu sisi Ayandaru merasa bangga bahwa kaisar memang memberi sikap yg istimewa padanya. Meluangkan waktu bahkan merendahkan diri untuk menemuinya, Disisi lain ia juga sedih karena seorang Kaisar yg telunjuknya mampu menundukan sebuah benua berepot ria untuk menyamar. Tapi Ayandaru senang karena kaisar mampu menangkap isyarat bahwa Ayandaru sedang membawa sesuatu.
Di sebuah kamar yg telah di sediakan, Ayandaru membuka susuk topengnya di hadapan kaisar dan 7 orang perisai serta ajudannya. Setelah di yakini bahwa itu Ayandaru kaisar meminta mereka ke luar ruangan.
* mohon maaf yg mulia, saya harus berbuat seperti ini.
* bersikap lah seperti biasa, dan katakan saja maksud dengan semua ini.
Ayandaru tak ingin bersikap bertele~tele lagi setelah mendengar perkataan kaisar. mungkin waktunya tidak banyak apalagi dengan pertemuan seperti itu.
Ayandaru menaikan bajunya sedikit keatas lalu menarik sesuatu yg melilit pinggangnya. lalu ia melipat selendang itu dan meletakan diatas meja dekat kaisar duduk.
* mohon maaf yg mulia saya harus memperlakukan pusaka itu dengan tidak sopan.
__ADS_1
Kaisar mengambil selendang itu sembari memeriksanya. Ia menatap Ayandaru dengan seribu tanya tapi tak bicara. Ia seolah hanya ingin mendengar.
* coba kamu jelaskan.
* mohon maaf yg mulia, saya ha...
* jelaskan saja menggunakan bahasa mu.
Kaisar memotong perkataan Ayandaru seakan berkata jangan berbelit~belit. Ayandaru paham dengan ucapan itu, dengan sedikit menghela napas.
* saya berharap kakak tak mempertanyakan dari mana selendang ini saya peroleh. Yg jelas bukan dari eyang resi. Dan saya berharap kakak tidak mencari lagi pelakunya. Ia tidak berniat mencuri. Kalau memang hukum harus di tegakkan maka biarlah saya yg menerima hukuman tersebut. Saya hanya memohon satu hal, beri saya waktu beberapa lama. Setelah saya selesai dengan hal itu saya akan kembali ke istana dan menjalani hukuman apapun yg kakak jatuhkan.
Ayandaru langsung bersembah simpuh dihadapan kaisar. Ia terisak dengan samar. Tapi seseguk itu dapat di lihat oleh orang nomor 1 di benua utara tersebut.
* tidak apa~apa yg mulia, nanti saja saya beritahu setelah kembali ke istana.
* orang yg saya percaya hanya kamu, tapi saya tidak mengerti apa maksud dari kebohongan kamu ini!
Ayandaru tak mampu lagi menahan tangisnya, ia benar~benar berada dalam dilema.
__ADS_1
* maafkan aya kak, mohon maafkan.
* duduklah diatas kursi itu dan tegakan kepala mu. Tatap saya !!
Ayandaru menuruti perintah suara yg sangat tegas tersebut, tapi tatapannya pada kaisar terasa nanar. Matanya sudah dipenuhi air mata. Kaisar lalu menghampiri ayandaru, mengangkat bahunya dan memeluk adik angkatnya tersebut. Kaisar sudah paham Resi sudah tiada.
* apa yg bisa saya lakukan untuk mu?
Ayandaru tak dapat bicara lagi, tangisnya dalam pelukan kaisar tak dapat di bendung, Ia berusaha menguasai diri.
* eyang hanya ingin sendiri kak.
Kembali ayandaru harus meluahkan air mata.
* jagalah diri mu baik~baik, kalau perlu sesuatu kamu katakan saja.
Kaisar melepas pelukannya, lalu mengambil selendang pusaka sembari keluar ruangan. Ayandaru hanya mampu mengemasi tangisnya. Ia memandang keluar jendela, terlihat kaisar dan dua orang sedang mendorong gerobak rumput keluar dari rumah nyonya besar.
Ayandaru telah memikirkan rumah berpintu merah, ia teringat Raka yg telah ia tinggalkan beberapa hari.
__ADS_1
* Raka, aku rindu.
Gelora yg di tanam raka disetiap jengkal tubuh Ayandaru, membuat hasrat itu mengundang rindu. Dalam lirih ia selalu menyebut nama itu.