Ksatria Pemilik Takdir

Ksatria Pemilik Takdir
EPISODE 18


__ADS_3

Masih dalam pemeriksaan di restoran.


Andini langsung balik badan melangkah keluar ketika tiba~tiba ia memandang curiga pada pemuda yang duduk menepi dekat daun pintu masuk. langkah Andini sedikit terhenti, ia mencoba memastikan. Sejurus yg sama naluri pendekar Ayandaru cepat merespon keadaan. Ia merangkai sambungan antara Pembunuhan ditepi sungai, isu pembantaian di markas kelabang hutan dan pertemuannya dengn Raka yg berada wilayah La Ghulka. Hasilnya ?!!


Ayandaru dengan cekatan langsung berdiri bergerak menghampiri Andini, Tangan kanannnya langsung menyelusup pada lingkar pinggangnya seakan memeluk dari belakang. tangan kirinya memegang lengan kiri Andini sambil menyorongkan kepalanya dekat ketelinga, Ayandaru berbisik


* Dia murid Raja pengemis An..


Andini sedikit heran, dlm hati ia bertanya


"sejak kapan eyang JALU punya murid?"


Tapi pikirannya teralihkan dgn gerakan tubuh Ayandaru membawa langkahnya keluar pintu.


* jangan terlalu sibuk kerja An, aku butuh teman untuk main. hampir sepekan aku disini belum kenal satu pria pun. Teganya kamu membiarkan saudara tanpa kehangatan. Aku tak mau jadi perawan tua, masa tak ada satupun perwira di komando yg tampan untuk dikenalkan pada ku?


Ayandaru menyerocoskan luahan bibirnya yg sedang berusaha membuyarkan kecurigaan Andini. Mendengar ocehan saudaranya itu membuat Andini jadi tersenyum.


* sejak kapan kamu jadi gatal begini eh?


Andini mengecilkan suaranya di depan wajah ayandaru untuk menyampaikan bisiknya. lalu keduanya Serentak menahan cekikikan dengan malu~malu.


Beberapa orang yg melihatnya keheranan tapi kembali tak hirau. Andini langsung menaiki kudanya dan memacunya pergi. Ayandaru menghelakan napas panjang seiring sahabatnya berlalu. kemudian sedikit menoleh kearah kanan memandang dinding yang dibaliknya pemuda itu sedang duduk.

__ADS_1


* pergilah dari kota ini secepatnya, mereka sedang memburu mu.


suara lirih Ayandaru mengkwatirkan pada Raka yg masih duduk dengan tenang setelah pemeriksaan tersebut.


Saat pandangan mata 3 alamnya walau terhalang dinding yg sedang mengalangi, Raka melihat gadis itu telah memasuki hotel pelangi utara. ia Sejenak memikirkan ucapan lirih Ayandaru yg tersamar yg mampu ia dengar.


ternyata Gadis itu mengkwatirkannya.


Senja pun menemani Raka dalam lesatannya menjauhi kota Maltara. Baginya tak ada rasa takut meskipun harus bertaruh dengan malaikat maut sampai 7 kali kehidupan berulang. Tapi sekarang nyalinya seolah dipasangi rasa gentar karena tidak menginginkan gadis yg membuat jiwanya luruh mendapat masalah. menjadi seoranb buronan bagi Raka bukan masalah, tapi menjadi biang kesusahan pada orang yg mengkwatirkannya itu akan jadi masalah serius dalam perasaannya.


Raka paham satuan tentara tadi memang sedang mencarinya atas pembunuhan kelompok kelabang hutan yg terletak diwilayah kerajaan La Ghulka. Kelompok itu adalah anggota PERSEKUTUAN KERAMAT.


Ketua sektenya mempengaruhi salah satu jendral kerajaan La Ghulka. Menganggap Raka telah menyebar kekacauan dikerajaan.


Kemudian Kerajaan La ghulka mengirim permintaan pada kekaisaran Atsylandya untuk menangkap pelaku atas pembunuhan di wilayah mereka.


Raka berkelebat menyusuri tepian hutan dikaki gunung Simaya, bukan menuju lembah terkutuk tapi sedikit memutar ke arah utara melewati perbatasan benua barat. dari kejahuan Raka menatap Kota Maltara yg telah disungkup oleh sedikit kabut dan malam yg semakin larut.


Di sebuah kamar hotel.


Dalam kamar yg berada pada sebuah bangunan di komplek hotel itu, terlihat Ayandaru dan Andini sedang duduk berjauhan. Ayandaru yg meletakan dagunya pada lengan tangan yg menjulur diatas meja. kepala itu seakan berat dengan pikiran yg menerawang.


* kamu punya masalah ay?

__ADS_1


* tidaaaakkk adaaaa, aku lelah aja.


Ayandaru menjawabnya dgn malas.


* ya sudah. sana tidur.


Andini menyahut lalu menghampiri Ayandaru sambil mengusap kepalanya lalu pergi kekamar. Ayandaru terharu dengan perlakuan dan sikap andini itu.


seperti belaian seorang kakak pada adiknya, belaian seorang teman pada sahabatnya dan sikap yg lembut antar saudara.


Dalam kesendirian di rungan itu. ia merasakan kesunyian yg dalam bersamaan dengan suasana kota pun terlihat hening karena Kesatuan tentara Atsylandya sedang mengunci kota.


Dengan kepala yg masih di posisi sama, pikiran Ayandaru buncah entah kemana. tanpa sadar ujung jari telunjuk nya bermain diatas meja. seakan ada sesuatu yg ia tulis.


setelah rasa kantuk datang Ayandaru berdiri untuk menuju kamarnya tapi ia sedikit tertegun ketika akan melangkah. goresan diatas meja yg ia buat seperti menggurahkan kata dengan arsiran acak yg menyambung. cetakan kata itu akibat embun yg masuk menimpa permukaan meja. ia mencoba membaca kata itu, namun sedikit sulit.


Ayandaru mencoba mengeja huruf yg terlihat agak besar.


* R A K A


kata itu ia ucapkan dengan jeda yg agak lama


* apaan sih ?!

__ADS_1


ia menggerutu dan mulutnya cemberut sedikit memonyongkan kesamping, ia terlihat konyol dengan tingkahnya sendiri, kesal sendiri, menggeruti sendiri karena tak mengerti.


☆ percayalah semua wanita di alam apapun perangainya sama !


__ADS_2