
Pada tengah malam suasana istana di kejutkan oleh beberapa pengawal yg terlihat kasak kusuk, jendral Panji Arana selaku pemegang kekuasaan sementara terlihat sibuk memerintah perwira bawahannya. Tak berapa lama beberapa personil perisai mahkota membawa seseorang ke dalam ruangan. Lalu di susul oleh Kaisar dan Rinjani. Selang beberapa saat Raja Syikee dan Raja Murato yg menuntun Raja Argan memasuki ruangan yg sama. Mereka mengambil duduk pada kursi yg melingkari sebuah meja dari batu pualam berwarna hijau. Kecuali Raka yg hanya berdiri tak mengerti di saat Semua pengawal yg berada di dalam ruangan tersebut di minta keluar.
Raka yg berdiri tak jauh dari para Raja yg duduk sedang menatapnya dengan serentak membuat ia terlihat gugup. Kecanggungan dengan keadaan itu semakin di perparah saat kaisar mendekatinya sambil bersikap setengah berjongkok dengan lutut kirinya menyentuh lantai, lalu kedua tangannya ia tumpukan di lutut kanan dengan kepala tertunduk.
Setelah selesai dengan sikap kehormatan kekaisaran yg hanya di peruntukan untuk penguasa tertinggi, kaisar menuntun Raka ke tempat duduknya.
Raka di buat mati kutu sembari memandang orang~orang yg duduk bersamanya. Tak ada satupun ia kenal. Raka mencoba menoleh pada sosok yg paling cantik di ruangan itu yg di sambut dengan senyuman oleh Rinjani. Raka tak mengenali eyang putrinya di rumah berpintu merah dengan paras yg jelita tersebut.
* mohon maaf, saya bingung dengan keadaan ini. Oh anu..apa..eng..
Kaisar memahami kebingungan Raka, ia menepuk bahu kanannya Raka sembari berkata.
__ADS_1
* sebaiknya kita dengar dan kita simak apa yg ingin di sampaikan Rinjani, satu~satunya wanita yg ada di ruangan ini. Saya memanggil beliau dengan sebutan eyang.
Raka menatap Rinjani dengan dahi berkerut yg duduk di sebelahnya, apalagi 3 Raja di ruangan tersebut merasa ada yg aneh. Gadis jelita yg jadi pusat pemandangan hanya tersenyum.
* nama saya Rinjani, kalau bicara umur usia saya dua kali lebih tua dari anda Paduka yg mulia Raja Argan. Tapi kita di sini tidak membahas tentang itu. Ada yg lebih penting dari tatapan keheranan kalian pada saya.
Selain Kaisar, semua yg berada di ruangan itu di buat kikuk dan malu apa yg barusan di ucapkan Rinjani yg di kenal bicara apa adanya. Apalagi ketika Rinjani berucap "kalian" yg seolah mengangap mereka masih pada bocah.
* eyang Rinjani hidup pada masa kakek saya dan beliau adalah pendiri lembaga intelijen kekaisaran. Beliau juga sesepuhnya dunia persilatan. Wajah cantiknya adalah berkah dari dunia pesilat tersebut.
* oh, eyang putri. tadinya saya pikir istri kaisar.
__ADS_1
Celetukan Raka menjadi bahan tersenyuman di ruangan tersebut.
* saya harap kalian menyimaknya dan berharap apa yg saya ceritakan nanti dapat membuat kalian memahaminya terhadap langkah selanjutnya yg akan kita putuskan.
Eyang Rinjani nenghela napas pelan.
* Kaisar Seibunto II menikah dengan seseorang bernama MAHIRA berasal dari klan ILANZORU, klan itu sudah tidak ada lagi, hanya tinggal pecahannya yg sekarang di kenal dengan nama Klan Kacio.
Cukup lama pernikahan Seibunto II dengan permaisuri Mahira, tapi mereka tidak di karuniakan momongan. karena aturan kekaisaran hanya sepuluh tahun di beri waktu untuk permaisuri melahirkan putra mahkota. Jika itu tidak terjadi maka status permaisuri di cabut dan ia di kembalikan pada keluarganya.
Kemudian kaisar Seibunto II menikah lagi dengan gadis bernama iREE berasal dari klan IWASA, kalau tidak salah klan itu pemilik tanah tempat istana kekaisaran berdiri di ibukota saat ini. pernikahan itu lahirlah seorang putra yg di beri nama Kun Bara Seibunto. orangnya ada di depan kita saat ini.
__ADS_1
Tanpa sepengetahuan penjaga pewaris ternyata Seibunto II tidak menceraikan Mahira, beliau terlalu mencintai Mahira. Dan secara diam~diam masih bertemu selayaknya suami istri hingga pada akhir mangkat beliau. Pada saat putra mahkota Kun Bara sudah berusia 10 tahun dan akan dinobatkan jadi kaisar para penjaga waris mengetahui ternyata Mahira hamil 8 bulan. Jelas kehamilan itu membuat istana kerepotan. Ada anggapan itu bukan anak dari seibunto II, kalau pun itu anak beliau pasti akan terjadi kekisruhan pemegang Tahta yg mana sehari lagi akan di nobatkan. lalu Para penjaga waris mengambil keputusan untuk menyikirkan Mahira bukan semata tentang nyawa seseorang tapi itu menyangkut nama kebesaran satu benua. Mahira di culik oleh perisai mahkota tapi tidak ada perintah untuk membunuhnya. Para tentara perisai Meninggalkannya di sisi hutan lembah terkutuk dengan sebuah belati dan sehelai kain pusaka milik permaisuri Iree. Setelah itu tidak di ketahui lagi keberadaan Mahira. Klan Ilanzoru di paksa bungkam demi menjaga tahta kekaisaran tidak mengalami keributan. atas pembungkaman itu klan Ilanzoru bersama~sama melakukan bunuh diri demi harga diri keluarga, Makanya klan itu di anggap telah musnah.
Kami dunia persilatan mengetahuinya setelah beberapa tahun dan mencoba mencari Mahira karena ia juga pendekar meskipun hanya berupa jasad beliau, Tapi sayang tidak ada jejaknya kecuali secarik kain pusaka milik permaisuri iRee yg di temukan oleh keluarga Posilo. Keluarga yg punya hobi mencari sisa senjata pertempuran di lembah terkutuk. Kain itu saya serahkan pada Buyako, hingga Setelah dinyatakan pencarian Mahira di hentikan maka kain itu di jahit ulang olehnya karena bentuknya tidak utuh lagi. sepanjang yg saya tahu potong kain pusaka milik permaisuri iRee saat ini ada di leher Ayandaru, ia di kenal dengan julukan pendekar penari kayangan. Murid dari Resi Buyako dan juga adik angkat dari kaisar. dia selalu melilitkan kain itu di lehernya kemana pun dia pergi.