
HARI PENYERANGAN
Waktu yg ditentukan dan di sepakati dalam pertempuran mereka adalah ketika matahari sudah naik sepenggalah. Tapi di luar dugaan organisasi pengemis justru melanggar kesepakatan. Mereka langsung menyerbu markas sekte saat bias matahari baru menyembul.
Akhirnya perang antar pendekar pecah di bukit tulang !
Pintu markas golongan hitam tersebut yg di barikade 200 anggota pendekarnya di buat terkejut dengan serangan mendadak itu, Pertahanan markas sekte langsung jebol. Ratusan pendekar profesional dan relawan baku hantam dengan pendekar persekutuan. Area markas sekte yg cukup besar seakan di sediakan sebagai makam ratusan mayat~mayat yg tak lama lagi akan bergelimpangan. Para jawara dan pendekar persekutuan dalam rentang waktu tiga jam telah mampu menahan gempuran organisasi pengemis.
Menjelang tengah hari bau anyir darah telah mengaromakan bukit tulang, puluhan jasad telah terkapar, puluhan pendekar telah terluka dan puluhan lagi mengalami kondisi tubuh yg memprihatinkan. Namun gemuruh perkelahian ratusan pendekar semakin menjadi~jadi.
Pasukan pengemis yg berada di tengah markas sekte mulai pecah koordinasi karena pendekar profesional terlalu nekat sendiri~sendiri dengan kemampuan mereka.
Di sisi samping gedung utama pendekar kaleng di keroyok oleh tiga ketua sekte. Cukup sulit pendekar kaleng menghadapi mereka apalagi ditengah kecamuk banyak orang. Ada teman yg berada di sekelilingnya membuat ia tidak leluasa. Pendekar kaleng mengiring musuhnya ke area yg cukup lapang. Dan benar saja, satu lawannya langsung dibuat tak bernyawa. Tapi kembali Sutarsa di kepung oleh sepuluh orang yg terlihat di perintah khusus membunuhnya. Senjata para pengeroyok Sutarsa diolesi racun yg mematikan.
Kedua belah pihak telah mengorbankan banyak pendekarnya dalam pertarungan itu, namun karena jumlah persekutuan terlalu banyak mereka lebih menguasai keadaan. Apalagi beberapa puluh pendekar hitam berani nyali menyebar serbuk racun yg berupa taburan seperti tepung.
Setiap orang yg mengetahui dahsyatnya efek dari racun tersebut lari menghindar dan banyak yg tunggang langgang untuk menjauh. Tidak peduli lagi dengan pertarungan, apalagi soal kalah dan menang.
__ADS_1
Seperti berada di atas angin anggota persekutuan lebih menggila dalam menyebar racunnya sehingga organisasi pengemis di buat tak berdaya. Perlahan mereka berhasil dipaksa keluar dari markas dan mulai mundur ke telaga. Beberapa tokoh utama organisasi pengemis telah tewas termasuk pendekar kaleng yg menjabat ketua sementara organisasi tersebut. Ia berhasil di bunuh melalui lemparan sumpit beracun dan beberapa anak panah. Dua orang pendekar profesional yg ilmunya cukup tinggi, juga meregang nyawa di depan pintu markas sekte.
Jumlah korban terbanyak berada di pihak organisasi pengemis, apalagi semangat mereka mulai punah akibat teror racun yg mematikan. Mereka terpaksa mundur total ke hutan dekat telaga dengan serentak.
Di sisi lain.
Bantuan dari pendekar aliran putih yg berjumlah kisaran 200 orang tidak akan pernah datang. Mereka di hadang oleh 1.000 prajurit kerajaan RAQIRAR di hutan perbatasan, lalu mereka membunuhnya dalam senyap.
Pada sisi lain.
Bantuan untuk persekutuan yg datang dari selatan juga tidak akan pernah sampai di bukit tulang. Mereka yg berjumlah sekitar 500 orang di hentikan oleh RINJANI, AYANDARU, dan 100 pendekar Gugus Darma. Serta Makhluk yg bernama SABAI menyerukan aungannya pada penghuni hutan sehingga puluhan harimau berdatangan dan mencabik~cabik tubuh pasukan pendekar tambahan persekutuan tersebut.
organisasi pengemis sudah terpojok oleh ratusan pendekar hitam. Tapi di bagian halaman belakang markas tersebut, ada sesuatu yg bikin gaduh. 10 sosok berpakaian jubah besar dengan tudung kepalanya yg lebar melibas masuk ke bangunan utama markas sekte. Pekik keributan jadi meluas ke depan halaman ketika para makhluk yg tak kasat mata itu mengganaskan senjata mereka kepada ratusan pendekar persekutuan yg sedang berbaris akan menuju telaga untuk menyerang balik aliansi pengemis bersama pendekar profesional.
Di dalam gedung utama.
Raka telah membunuh tiga orang pengurus sekte dan sekarang ia lagi di kepung oleh belasan tokoh persekutuan keramat. Ada sedikit ke gugupan mereka dalam mengepung Raka, tak ada yg berani memulai serangan karena beberapa saat yg lalu beberapa orang telah mencobanya tapi hanya dalam satu gerakan ketiganya tewas dengan kepalanya terpenggal.
__ADS_1
Kedatangan Raka di markas itu karena ia telah berniat menolong pendekar kaleng yg ia kenal. apalagi ketika mendengar organisasi pengemis di duga akan kalah karena minimnya bantuan dari aliran putih. Raka mendatangi bukit tulang dan langsung menerobos masuk lewat pagar belakang markas sekte tersebut bersama 10 resi gentayangan yg ia panggil untuk membantunya.
Para tetua dan tokoh sekte sudah menduga pemuda gundul yg mereka kepung itu adalah orang yg mereka cari. Pendekar TUA ARAK sebagai pucuk pimpinan sekte Timur menatap Raka penuh rasa ingin membunuh. Namun ketenangan pemuda itu dengan pedang aneh yg tergenggam di tangannya sungguh menggetarkan nyali para tokoh persekutuan tersebut.
* kau kah yg telah membuat keributan di perlombaan sabung ayam?
Raka menoleh pada salah satu tokoh yg bertanya. ia tahu pikiran para pengepungnya, tanpa perlu menjawab, lesatan tubuh Raka disertai kibasan pedangnya merubuhkan dua anggota persekutuan dengan seketika saat mencoba memendung serangan Raka pada ketuanya.
Tokoh yg di incar Raka bisa cepat berkelit ke samping tapi satu kakinya harus terputus terkena bias sabetan PEDANG ARWAH.
Tanpa harus dikomando lagi puluhan orang yg mengepung Raka langsung menyerang dengan serentak. Sedangkan Si Tua Arak bergerak di sela~sela serangan anak buahnya, mencoba menilik celah untuk menyerang Raka. Dua kali serangannya luput karena kecepatan Raka sangat sulit di tebak.
* Entah jenis silat apa yg digunakan pemuda gundul ini. Siaall !!
Rutuk si Tua Arak tiada henti dengan kesal, sembari mengkordinasi serangan pada Raka. Beberapa kali sabetan dan tusukan senjata para tokoh persekutuan mengenai tubuh Raka tapi ia seolah tak merasakan apapun.
Raka tetap tenang, lalu kembali sesaat kemudian pedang arwah memutuskan empat kepala dari pendekar hitam pengepungnya. Keganasan pedang itu sangatlah tanpa ampun, mencuri nyawa satu persatu dalam setiap sabetannya.
__ADS_1
Hanya tinggal lima tokoh persekutuan dan Tua Arak yg sedang berusaha membunuh Raka setelah tiga orang lagi anggotanya jadi tumbal untuk memancing pergerakan pedang arwah. Di saat pedang itu menebas maka diujung tebasan itu mereka serentak menyerang. Beberapa kali usaha itu gagal meski harus memenggal kepala anak buahnya.
Tapi akhirnya Raka dapat dibokong dengan empat serangan yg terkoordinasi dengan cermat. Dua serangan luput namun Sebuah keris beracun menghujam punggungnya dan sabetan sebuah golok menyayat rusuknya dengan racun yg sama. Raka terhuyung dan terjajal ke dinding ruangan, belum sampai tubuh Raka menyentuh dinding tersebut Si Tua Arak melancarkan jurus andalannya hingga mengenai kepala Raka. Disaat tubuh itu terhempas ke dinding seorang tokoh persekutuan menyerbunya dengan ayunan golok, Senjata itu terbenam di tulang dada Raka.