
Di kekaisaran Atsylandya, Benua Utara
Ayandaru telah sebulan lebih berada di istana semenjak kembalinya dari kota masoa. Ia dilarang kaisar untuk keluar sebelum Gugus darma menangkap Bulaha. Selama di istana Ayandaru mengisi waktunya bersama para KASWARI, Dayang yg ditugaskan untuk melayani tamu penting. Mereka adalah gadis cantik lagi perawan umur 17 tahun yang lolos dari seleksi yg ketat. Bagi gadis benua utara menjadi anggota kaswari adalah impian karena dianggap wanita istimewa. Bukan saja karena persyaratan wajah yg harus cantik tapi kecerdasan juga sangat di prioritaskan.
Dayang kaswari berjumlah 100 orang dengan tugas kerja bergilir. mereka ditugaskan untuk mempersiapkan semua jadwal tamu, mulai dari penginapan, makanan, transportasi, acara dan lainnya. kemampuan para kaswari tersebut kali ini diberi amanat untuk menyelenggarakan pernikahan sepupu Kaisar dengan anak seorang bupati.
Mendengar berita ada jadwal para kaswari ke luar istana, ayandaru merasa punya kesempatan. ia sudah jenuh di asrama kaswari. Apalagi protokoler kekaisaran yg ketat, selama sebulan di istana ia belum pernah bertemu lagi dengan kaisar. kalau boleh jujur Ayandaru malah senang dan betah di Rimba terlarang karena ia bebas melakukan apa saja tanpa ada aturan dan protokoler yg menurutnya sangat rumit.
Dua hari menjelang keberangkatan kaswari, ayandaru semakin uringan karena nyonya besar (julukan pimpinan kaswari) tak mengizinkan ayandaru ikut rombongan Kaswari. meskipun Ayandaru mengenal sang nyonya karena beliau adalah mertua dari perwira Jo, salah satu ajudan pribadi kaisar, tapi Ayandaru tak kehabisan akal ia merengek merayu pada perwira jo menyampaikan kepada kaisar kalau ingin membantu kaswari mempersiapkan acara pertunangan tersebut
Selang satu hari kemudian, Dari jauh Ayandaru berharap cemas melihat pintu besar berukiran lambang kekaisaran di tengahnya yg terletak pada gedung Aula Utama. Setelah menunggu cukup lama akhirnya ia melihat pintu itu terbuka. Terlihat Panglima besar, dua orang jendral tempur dan dua mentri keluar dari ruangan tersebut di iringi perwiro jo di belakang mereka. Dari kejahuan Ayandaru melihat anggukan kecil perwira jo yg sekilas menatapnya.
__ADS_1
Mendapat isyarat yg ditunggu ia terlonjak girang sehingga para tentara perisai yg menatapnya dibalik topeng terlihat heran tapi Ayandaru tak peduli, sambil berlalu di pos penjagaan ia mencolek hulu pedang yg dipegang salah satu perisai penjaga dengan wajah yang rada di genitkan. Penjaga itu cm geleng kepala lalu kembali berdiri mematung dengan sikap siaganya. Ayandaru berlari kecil dikoridor menuju puri dayang tempat asramanya kaswari, lalu menuju ruangan nyonya besar untuk memberitahu.
* yang mulia kaisar sudah mengizinkannya, nyonya.
* kamu jangan bohong ya, nanti kita semua dapat masalah disini. yg mulia meminta saya mengawasi kamu. jangan macam~macam.
Nyonya besar menjawab bernada tegas sambil mengemasi kertas yg ada dimejanya.
* kalau nyonya tak percaya, tanya saja sama yg mulia.
* selama disana kamu tidak boleh mengganggu kaswari dengan sikap usil mu, dan biaya mu akan saya masukan keanggaran pengawal kaswari. tolong tandatangani ini.
__ADS_1
Nyonya besar menyodorkan sebuah kertas, Ayandaru mengangguk tersenyum dan melakukan yg disuruh nyonya. kemudian ia mendatangi nyonya besar sambil mengalungkan tangannya ke bahu nyonya.
cup..
Sebuah kecupan mendarat di pipi nyonya.
* terima kasih bu...
* ingat, jangan usil !!
* siaaaaaaaaapppp nyonyyyaaaaaa
__ADS_1
Ayandaru menjawabnya dengan manja sambil menghilang dibalik pintu.
Keesokan harinya rombongan kaswari telah keluar tembok istana menuju Kabupaten TOPALA. Rombongan kaswari berjumlah 50 orang bersama tentara pengawal dan tata rias. mereka akan mempersiapkan acara pernikahan yang sebelumnya didahului 10 hari pertunangan sesuai protokol kekaisaran.