Ksatria Pemilik Takdir

Ksatria Pemilik Takdir
EPISODE 87


__ADS_3

Hari yg di janjikan.


Tiga bulan setelah hari kehilangan sekompi tentara letus pora di lembah terkutuk.


Pada Akhir pekan siang itu, satu korps tentara perang kekaisaran Atsylandya keluar dari kota Maltara, dalam perjalanannya mereka mengitari lembah terkutuk untuk memasuki wilayah Raqirar. Tujuan mereka adalah gurun yg terletak di wilayah Nesriabar, dimana tempat pembangunan kemiliteran kekaisaran Galandara berada. Kaisar Kun Bara Seibunto III menepati janji kepada adiknya, ia mengirim pasukan perang Perisai ke Galandara dengan jarak tempuh empat hari.


Saat gelombang pasukan Perisai itu lewat di lembah terkutuk, nampak di lihat di sela perbukitan oleh pasukan Komerad dari kejahuan. Sebuah tanda yg berada di tengah pasukan perisai itu dapat di tangkap oleh para intelijen Galandara. Tanda untuk Sekompi pasukan Letus Pora untuk bergerak pula, tanpa seragam resminya yg dipimpin oleh seseorang di luar struktur kemiliteran, dia adalah Ayandaru.

__ADS_1


Dua hari sebelum bala tentara Atsylandya bergerak, Raka sudah tak terlihat lagi di barak Komerad di pelataran lembah. Seiring pasukan Letus Pora menghilang, Jendral tempur Hutama Mada memberikan perintah pengosongan tempat tersebut. Ia membawa 500 personil komerad menuju wilayah gurun Nesriabar.


Pergerakan satu korps tentara perang Atsylandya menuju Galandara kembali membuat benua selatan ketar ketik, walaupun dengan dalih akan melakukan latihan perang dengan Galandara. Apalagi dua kerajaan yg di lalui pasukan itu seperti kerajaan Mindano dan Amparama yg terletak persis dengan perbatasan benua Timur. Mereka langsung mengirim satu group prajurit ke markas besar pembangunan milter Galandara untuk meminta penjelasan. Panglima perang Basara Wu menjamin tidak ada agresi terhadap kedua kerajaan tersebut. Mereka hanya sedang latihan perang bersama.


Empat hari sesudahnya.


Padang gurun di wilayah Nesriabar di penuhi dua kekuatan perang, sekitar 20.000 dari Atsylandya dan 50.000 dari Galandara. Jendral tempur Hutama mada di tunjuk sebagai komandan tertingginya. Sebuah surat izin melalui wilayah kerajaan Amparama telah di kantongi oleh satu resimen gabungan berjumlah 2.000 personil. Mereka melenggang menuju ke perbatasan kerajaan Gatarsyat pada hari ke enam. Para penyelidik dan pengintai kerajaan yg di tuju langsung bekerja cepat. Pada hari ketujuh 30.000 prajurit Gatarsyat telah siap menghadang satu resimen gabungan yg tengah dalam perjalanan menuju perbatasan kerajaan mereka.

__ADS_1


Taktik yg di pakai pasukan perang gabungan itu terlihat berbeda, setelah satu resimen gabungan itu sampai di perbatasan antara kerajaan Gatarsyat dengan Amparama. Satu korps pasukan Atsylandya secara sembunyi telah di siapkan di bawah bayang~bayang hutan lembah terkutuk. Mereka bergerak memasuki kerajaan Mindano menuju Gatarsyat pada hari yg sama saat satu resimen gabungan mulai berpacu dari gurun Nesriabar melintasi Amparama. Prajurit Gatarsyat merasa terkecoh dengan pancingan resimen itu.


Akhirnya 30.000 prajurit mereka di pecah dua yg sebagian menghadang Bala tentara Atsylandya yg melintasi Mindano. Sebagian lagi tetap di perbatasan Amparama menghadang Galandara.


Tapi keterkecohan itu berlipat ganda tatkala 60.000 tentara Galandara pada hari ketujuh melintasi Amparama mengikuti jalur yg telah di lalui resimen gabungan dari awal. Panglima jendral kerajaan Gatarsyat kehilangan momentum, ia yg sedari awal akan memukul hancur resimen gabungan ternyata mengalami intruksi yg kacau di lapangan perang. Kebingungan menghadapi dua kepungan pasukan perang. Tidak ada jalan lain terpaksa ia membawa 20.000 prajurit penjaga ibukota gatarsyat ke perbatasan Amparama.


Panglima jendral kerajaan Gatarsyat bernama Rucan mengikuti dari belakang pasukan penjaga ibukota bersama 100 orang pengawalnya. Di sebuah kecamatan kecil pada ujung dusun, ketika kelompok pasukan jendral Rucan yg sedang melintas untuk menyusul ke Ampara mendapat sergapan dari pasukan Letus Pora yg telah memasuki wilayah kerajaan Gatarsyat beberapa hari yg lalu. Sergapan yg senyap dan mematikan itu sangat efektif membunuh para pengawal jendral Rucan. Sang jendral di tawan oleh pasukan Letus Pora lalu dengan rencana yg sangat matang, pengganti wajah jendral Rucan telah di siapkan berikut dengan pengawalnya sebelum sergapan. Jendral Rucan palsu bersama pengawalnya kembali ke ibukota Gatarsyat. sedangkan pada dua sisi pintu perbatasan para komandan tertinggi prajurit Gatarsyat sedang gelisah menunggu perintah komando.

__ADS_1


Pada hari kesembilan jendral Rucan palsu bersama pasukannya langsung mengobral pertempuran di dalam istana teratai awan pada malam hari. Ratusan Para pengawal Raja LOBURA dan puluhan pendekar aliran hitam dari persekutuan keramat melayani pertarungan Letus Pora yg berbalut seragam prajurit Gatarsyat. Jendral Rucan palsu yg tak lain adalah Ayandaru yg memakai susuk topeng hasil Riasan eyang Rinjani bersama satu regu Letus Pora nya menerobos aula kursi tahta Raja Lobura.



__ADS_2