Ksatria Pemilik Takdir

Ksatria Pemilik Takdir
EPISODE 13


__ADS_3

Sepekan sebelum Raka merebahkan dirinya di ranjang sebuah losmen. ketika ia melihat tubuh Ayandaru menghilang diantara hutan dipunggung bukit yg terletak dibenua timur kawasan kerajaan La Ghulka. Raka pun melesatkan tubuhnya berlainan arah dari Ayandaru. Raka tidak mempunyai tujuan kecuali mengikuti kemana langkah kakinya di bawa angin hingga ia berada di markas kelabang hutan.


Pekan pembunuhan di markas kelabang hutan yg menjadi perbincangan dalam Restoran.


Hari itu entah kebetulan atau tidak atau memang takdir yg menuntunnya. Lesatan tubuh Raka membawanya hinggap di sebuah dahan pohon beringin besar yg tumbuh dilereng yang curam. Dari atas sana Raka melihat tiga buah pondok yg di kelilingi pagar kayu yg ujung di buat runcing setinggi dada. jarak tempat itu berkisar 200 meter dari tempat dimana ia berjongkok pada sebuah dahan.


Raka menggunakan mata 3 alamnya menelisik tempat itu. dari pandangan itu Ia mampu melihat dengan jelas empat pria berbadan kekar berdiri di pintu pagar masuk. Pada halaman tengah beberapa orang sedang berjalan dan duduk pada tilasan untuk bersantai. Sebagian besar lainnya lebih banyak yg duduk diatas pondok yg dibuat agak tinggi dari tanah.


Di pondok tengah yg terlihat agak besar, sepertinya bangunan utama di dalam markas itu beberapa org sedang mabuk ditemani dua org wanita muda yang agak gembrot. Kisaran anggota kelompok dilokasi itu 25 orang. Raka bisa memastikan tempat itu adalah markas kelabang hutan karena beberapa dari mereka memakai baju yg sama dgn tiga org yg ia bunuh di tepian sungai.


Kemudian Raka melompat dari dahan yg tinggi tersebut sampil mengambangkan kedua tangannya bersaman dengan kakinya yg merapat.


Menjelang 100 meter lg..


wuuuttzz !!


Tubuh Raka menghilang saat sedang mengawang. Dan

__ADS_1


tap.. Kedua kakinya menapak tanah dengan ringan tepat di depan pintu gerbang markas kelabang hutan. Empat pria di depan pintu masuk itu terkejut dengan kehadiran Raka.


*siapa kau bocah edan hingga berani datang ketempat ini?


suara besar itu berasal dari pria yg brewokan, sedangkan tiga temannya langsung mengitari Raka. Pria brewok itu langsung menghunuskan goloknya.


Belum selesai golok itu keluar dari warangkanya


ttrass..slap..traasz !!


tiga org yg mengelilingi Raka terjengkang dengan kepala putus. Pekikan panjang pria brewok yg terkejut melihat temannya tumbang menyentakkan orang~orang didalam markas.


traakk..!!


satu hantaman lutut bersarang di dada pria brewok membuatnya terpental menghantam pintu pagar dan terjejal sejauh 5 meter kehalaman.


Para anggota kelabang hutan berhamburan menghampiri mayat si brewok dengan rasa terkejut yg luar biasa, sejurus kemudian pandangan mereka mengarah ke pintu masuk, seiring langkah ringan kaki Raka saat mengahampiri mereka yg sedang ternganga marah.

__ADS_1


* bangss****ttt !!


satu teriakan berasal dr pondok tengah menggema.


* siapa kau set*n yg Melak..


traass...!!


suara itu terputus dgn kepala melayang ke atas tanpa badan.


pada saat belum sempat para bandit itu mencerna apa yg terjadi, kembali terjadi...


Strass...wuuth...trass...trass..kraak...dugh...traass..tras


Sekelebat bayangan mencecar kelompok pria yg berdiri 3 meter di hadapan Raka. Mereka bersimbah darah lalu mati dengan kepala sebagian dari mereka terpotong. Belasan orang itu tak mampu berkedip saat sekelebat maut mencabut nyawa mereka dengan seketika.


Sekitar 8 orang yg berada dipondok kembali terpana menyaksikan sesuatu yg tak mereka percayai terjadi. 8 org yang tersisa tersebut serentak berlari menyerang ke arah Raka sambil menghunuskan golok. sedangkan Ketua kelabang hutan yg berpakaian merah berlari lebih kencang mendahuli yg lain, wajahnya menyimpan amarah. Darahnya mendidih dengan amuk yg tak tertahankan.

__ADS_1


Markas kelabang hutan tersebut sedang di datangi Hantu yg sedang jadi pembicaraan.


__ADS_2