Ksatria Pemilik Takdir

Ksatria Pemilik Takdir
EPISODE 11


__ADS_3

Beberapa Bulan kemudian


Raka menyisir jalan utama yg ramai oleh lalu lalang kendaraan, Semakin ketengah kota kerumunan manusia semakin membludak. Sesaknya aktifitas penghuni kota tersebut membawanya kedepan sebuah restoran yg terletak persis di jalan yg bersimpang tiga. Bangunan disekitarnya cukup megah dengan banyak bangunan perhotelan dan rumah orang kaya, serta kantor pejabat bergaya modren pada era tersebut.


Kota yg di singgahi Raka bernama MALTARA, sebuah Ibukota dari provinsi yg namanya sama. Provinsi tersebut adalah bagian dari kekaisaran ATSYLANDYA dibenua utara. Salah satu kota metropolis dimana warganya sangat majemuk. Apalagi kota tersebut adalah tempat diadakan sebuah turnamen antar pesilat 4 benua sehingga kota itu begitu padat dengan kedatangan khabilah para pendekar.


Gubernurnya bernama UNAR SADA, seorang bangsawan dari klan ROMPUTA. Salah satu klan pendonor terbesar berdirinya perguruan MENARA LANGIT.

__ADS_1


Unar Sada pun adalah seorang pendekar tingkat paderi aliran putih. Ia adalah cicit dari seorang pendekar ternama yg pernah jadi penyulut terjadinya pertempuran antar dua golongan dilembah terkutuk. Ia diangkat menjadi gubernur di provinsi maltara atas jasa besarnya yg telah merancang arsitektur ibukota kekaisaran sehingga kemegahan istana kaisar menjadi decak kagum di seluruh benua.


Saat memasuki restoran, Raka menyalurkan energi tenaga dalam pada telapak tangan kanannya. Energi itu menggumpalkan udara hingga menjadi padat. udara yg padat itu dibentuk menjadi serpihan. biasanya serpihan2 itu berupa serbuk besi. bagi para pesilat ditingkat master proses seperti itu hanya butuh beberapa detik. bila energi murni pendekar master sangat besar maka dengan mudah serbuk besi itu dibentuk jadi sekeping koin bahkan menentukan kadarnya apakah ingin dibuat menjadi perunggu, perak atau emas.


Sekarang dalam genggaman Raka telah terselip sekeping koin emas. Ia mengambil duduk di meja yg dekat jendela, dari sana Raka mendapat pemandangan langsung persimpangan jalan yg ramai itu. Ia memesan minuman berupa serutan es di campur kelapa dan madu.


Raka hanya diam mendengar salah seorang yg berada di sampingnya duduk bercerita. Sedangkan tamu lain yg mejanya berdekatan ikut pula mendengar sangat antusias. Masing~masing saling beragumen, ada yg menyalahkan pembunuh ada juga yg mengucapkan syukur. Tapi yg pasti pembunuhan kelompok begal kelabang hutan telah menyebar keseluruh benua. Berita itupun telah sampai dimarkas PERSEKUTUAN KERAMAT.

__ADS_1


selang beberapa saat.


Raka memanggil pelayan restoran, setelah membayar ia pun melangkah keluar. Tujuannya hanya satu mencari tempat untuk tidur karena senja sudah kembali mengetuk kehadirannya. Raka berdiri di sisi jalan sambil menatap satu persatu bangunan yg ada diseberang jalan. Ia ingin mencari sebuah hotel yg ia pikir cocok untuk merehatkan diri.


Tanpa sengaja matanya menatap seseorang gadis didepan sebuah hotel yg bangunannya cukup megah. Sosok itu berbaju hijau yg ringkas dgn celana membungkus bagian bawah tubuhnya sampai ke lutut berwarna kuning. Pada lehernya terlilit secarik kain bercorak bermotif naga, sebagian kain itu menutup parasnya bagian bawahnya, hanya terlihat bagian mata ke atas. Rambut panjangnya tergerai sampai punggung, sedangkan rambut sisi atasnya separuh dikuncir. Raka mengenali gadis itu, ia pernah bertemu sepekan yg lalu di tepian sebuah sungai.


☆ kain bermotif naga itu suatu hari nanti akan menjadi bagian alur kisah cinta antara Raka dengan Ayandaru.

__ADS_1


__ADS_2