Ksatria Pemilik Takdir

Ksatria Pemilik Takdir
EPISODE 12


__ADS_3

(Pada sisi Ayandaru)


Ayandaru memang menginap di hotel megah tersebut karena rindunya ia dengan suasana kota Maltara, rindunya ia dengan saudara, apalagi suasana turnamen antar pendekar seluruh benua yg akan di adakan di kota itu, dimana ayandaru pernah jadi peserta bahkan menjuarainya.


Ia mampir di kota tersebut saat ingin menuju ke rimba terlarang, krn perjalanannya di benua lain sebulan lamanya sebelum sampai di kota Maltara sangat melelahkan. ternyata kesinggahannya itu bertepatan dgn diselenggarakan turnamen pesilat antar benua.


Ayandaru mengenal pemilik hotel tersebut yang bernama SANJAYA berasal dari klan KACIO. Klan terkaya, juga salah satu donatur tetap perguruan menara langit. Saat usia 8 thn Ayandaru pernah jadi pelayan dimenara langit, ia bertugas sebagai pelayan teman main bagi anak~anak org kaya yg sedang belajar di perguruan tersebut.


Sanjaya memiliki seorang putri bernama ANDINI, putri sanjaya inilah Ayandaru di tugaskan untuk melayaninya bermain. Mereka berdua sangat akrab meski Usia Andini lebih tua dari Ayandaru yg terpaut 2 tahun.


Saat berumur 10 thn Resi Buyako membawa Ayandaru ke Rimba terlarang untuk dijadikan murid. sejak itulah Ayandaru dan Andini terpisah namun sesekali mereka bertemu jika ada perhelatan atau kegiatan di perguruan karena Resi Buyako adalah pembina padepokan menara langit.

__ADS_1


Hotel itu mempunyai sebuah bangunan yg di khususkan untuk keluarga Sanjaya menginap, sudah pasti ayandaru diterima kedatangannya di hotel yg bernama HOTEL PELANGI UTARA karena ia sudah dianggap sebagai saudara oleh Andini.


Sore yg hampir gelap itu Ayandaru berencana mengunjungi sebuah tanah lapang yg lokasinya didepan gedung komando tentara kekaisaran.


Ada sebidang tanah yg luas(seukuran lapangan sepak bola pd era lain).


Lahan itu di sediakan kota Maltara sebagai pasar malam dadakkan apabila setiap turnamen di selenggarakan. Pasar malam itu sangat ramai ketika di malam hari karena para pesilat, anggota kontingen, pengunjung, bahkan pejabat kerajaan di benua lain menggunakan pasar tersebuy sebagai kawasan berdagang, cari jodoh, ataupun sekedar cuci mata.


Ayandaru keluar dari pintu utama hotel yg terletak persis di persimpang jalan yg terbagi tiga. Ia memandangi lampu kota yg sudah mulai menyala serta kelap kelip lampu hias yg sengaja dipasang oleh warga dan pemerintahan untuk memeriahkan turnamen. Pada saat itulah Ayandaru tertegun karena tanpa sengaja matanya melihat sosok pemuda seperti Ia kenali. tak salah pemuda itu adalah lelaki yg di jumpainya disebuah tepian sungai, pemuda itu tak lain adalah Raka.


* dasar tukang lamun !

__ADS_1


* kurang uaseemm, kaget akuuuuu


nada suara Ayandaru sedikit meninggi sambil berkacak pinggang


*ayo ke pasar malam


ujar andini sambil meraih tangan Ayandaru dan menyeret rangkulan tangannya menyeberangi jalan. Ayandaru pun terpaksa mengikuti gerakan Andini sambil sudut matanya memandang kearah pemuda tadi, tapi ia sudah tak melihatnya lagi. Raka memang sudah pergi ketika Andini mengagetkan Ayandaru.


Pada sisi Raka


Raka melangkah menuju kerumunan org yg lalu lalang sambil tersenyum. dalam hati ia merasa lucu melihat tingkah Ayandaru ketika di kejutatkan oleh temannya. Ada sesuatu yg mulai terjadi dalam hati Raka, sesuatu yg membuat jantungnya berdebar.

__ADS_1


Raka terus berjalan sambil celingak celinguk mencari penginapan, akhirnya ia menemukan losmen yg terletak disamping bangunan KOMITE, Tempat para panitia turnamen bertugas. Area Losmen itu sangat kecil tapi pemiliknya tak kehabisan akal, ia membangunnya bertingkat dgn bentuk yg unik. Losmen itu bahkan menjadi favoritnya para pendekar di benua lain untuk menginap. Untunglah saat itu salah satu tamu membatalkan pesanan kamarnya sehingga Raka bisa menempatinya.


Karena kelelahan Raka langsung merebahkan dirinya diatas ranjang. Sambil menunggu kantuknya menyerang total, Raka kembali teringat kejadian seminggu yg lalu di markas perampok kelabang hutan.


__ADS_2