Ksatria Pemilik Takdir

Ksatria Pemilik Takdir
EPISODE 66


__ADS_3

Ayandaru melanjutkan pertanyaannya.


* Saya juga merasa bertanya2 kalau eyang bukanlah hanya seorang penyelidik semata.


* apa yg ingin kau ketahui nduk?


* mohon maaf eyang putri kalau saya lancang.


* apakah karena saya tahu nama lengkap mu?


Ayandaru mengangguk pelan karena hanya resi Buyako dan Ki Jalu saja yg tahu nama lengkapnya. Pada saat masih di menara langit nama yg ia pakai AYANDARU PUTRI hingga saat ini, nama itulah yg ia gunakan.


* di benua selatan di kerajaan GATARSYAT ada sebuah kampung yg hanya di huni oleh klan "syati". Kalau kau ingin mengetahu asal usul mu datangilah tempat itu. Kau di bawa dari sana oleh pendekar KIJANG MERAH ke rumah ini saat bayi, sayalah yg meminta Raja Pengemis untuk membujuk Buyako mau mengangkat mu jadi muridnya.


* Kijang Merah, eyang putri??????


* kau mengenalnya nduk?

__ADS_1


Ayandaru menggeleng dengan sedikit penasaran sembari menatap wajah eyang Rinjani.


* Kijang Merah itu guru dari Raka, namanya Guntara.


* hah ?!


* setelah tragedi di lembah terkutuk itu Guntara menghilang, butuh beberapa tahun saya mencarinya. Tapi hanya kebetulan lah yg membuat saya menemukannya. Saya memintanya untuk membantu kerajaan Gatarsyat yg kala itu sedang terjadi kudeta berdarah karena ia berasal dari sana. Kalau kerajaan itu runtuh maka persekutuan keramat akan mampu menguasai seluruh benua selatan, hal yg tidak di inginkan oleh kekaisaran Atsylandya juga kita golongan aliran putih. Setelah kudeta itu digagalkan ia membawa mu ke sini, karena Guntara tidak mau mengangkat seorang murid dan dia menghilang lagi. Justru saya terkejut atas kedatangan Raka tempo hari, ternyata luluh juga hatinya untuk mendidik murid. Sekarang ada harapan yg bisa di pupuk Kembali terhadap kalian yg muda~muda. Persiapkan diri kalian untuk sesuatu yg lebih besar dari persekutuan keramat karena itulah marabahaya yg sesungguhnya.


Ayandaru yg sedang tertegun mendengar ucapan eyang Rinjani, semakin di buat terkesima. Disaat eyang Rinjani berbicara, ia membuka susuknya satu persatu mulai dari kaki hingga ke ubun~ubunnya. terlihat seorang gadis yg sangat cantik berusia sebaya dengannya telah mengganti diri dari seseorang yg tua renta. Suara rentanya pun berubah ketika ia sedang berbicara, menjadi terdengar mirip seorang gadis.


Disaat Rasa terkejut Ayandaru masih berlangsung ia di buat lagi nyaris pingsan ketika sebuah sosok tersamar muncul di belakang Rinjani yg cantik jelita. Sosok tersamar itu perlahan berwujud dengan nyata. Seekor harimau yg besar setinggi bahu Rinjani. Mata harimau itu menatap mata Ayandaru, membuatnya bergidik tak kepalang.


Harimau yg berada dibelakang Rinjani menghampiri Ayandaru yg tak berkutik di tempat ia berdiri. Matanya hanya bisa mendelik sendu dengan degup jantung seperti di hentak gempa bumi. Suara napas harimau itu menggetarkan ciutnya ketika rahang kokoh itu terbuka dan menjulurkan lidahnya menjilati wajah Ayandaru.


* sekarang kau lah pemelihara Sabai, sekaligus pemiliknya. Beliau akan datang pada mu tanpa perlu kau panggil.


Tak ada suara apapun yg keluar dari disela bibir Ayandaru meskipun bibir ranum itu terbuka karena terkejut. Sangat sulit memang menautkan bibir itu di antara rasa terpukau, terpana, tertakjub, terkesima, terheran dan entah apalagi yg ia rasakan. Tulangnya terasa ngilu meremang di saat harimau itu merebahkan diri dan menyandarkan tubuhnya di kaki Ayandaru.

__ADS_1


Rinjani yg telah berparas jelita hanya tersenyum melihat wajah yg menggemaskan itu dalam keterkejutannya. Rinjani yg bisa menebak semua pikiran Ayandaru memang tak menunggunya untuk bertanya.


* Buyako guru mu adalah murid saya.


* hah ?!


* sedangkan Guntara adalah anak dari guru mu.


* haahhh ?!!!


* kau bisa menjadi awet muda seperti saya kalau ilmu mu telah mencapai tingkat IMAM.


Ayandaru sudah tak mampu lagi berbicara, celotehan Rinjani yg beruntun membuat kapasitas stok keterkejutannya telah habis.


* ada lagi yg ingin kau tanyakan nduk?


Orang yg di tanya Rinjani masih tertegun.

__ADS_1


* orang yg kau cintai itu pemuda yg baik, semoga kalian berjodoh.


Rinjani menarik langkah kakinya meninggalkan Ayandaru yg berdiri mematung di tengah halaman bersama seekor harimau yg bersandar di kakinya.


__ADS_2