Ksatria Pemilik Takdir

Ksatria Pemilik Takdir
EPISODE 54


__ADS_3

Pada sisi lain


Sore itu Ayandaru sampai di kota Tibaru. Ia kembali menemui kesulitan. Kota kecil itu sekarang telah berubah bahkan jauh berubah. Ia tak mendapatkan lagi arah patokan sebuah tempat yg akan ia dituju.


Sudah beberapa kali ia mengulang ditempat yg sama, mencoba mengingat rumah teman kecilnya bernama MALA. Tapi tetap tak mampu mengenali lagi kota Tibaru yg sekarang berkembang sangat pesat.


Ketika ia masih kecil, saat di bawa Resi Buyako dan Ki jalu ke rumah tersebut untuk membujuk Mala agar mau ke perguruan menara langit karena pada saat itu para pendekar golongan putih sedang gencar~gencarnya mendidik para pesilat untuk menyaingi persekutuan keramat yg sudah sangat berpengaruh. Ayandaru di suruh Ki Jalu merayu Mala kalau di menara langit banyak mainan boneka dan alat masak~masakan serta teman sebaya yg menyenangkan. Akhirnya Mala termakan dengan iming~iming indah masa kanak tersebut, ia di boyong ke menara langit. Di sela2 belajar silat mereka di pekerjakan sebagai pelayan, untuk melatih sikap dan moral mereka.


Ketika Ayandaru masih terlihat bingung, Seorang ibu yg membawa bakul menghampiri Ayandaru.


* nona Ayandaru kah?


* eh iya mbok, maaf mbok siapa?


Ayandaru terkejut mendengar ibu itu menyebut namanya, ia pikir seseorang yg menjajakan makanan padanya.


* ikut saya non.


Ayandaru terpaksa mengikuti si ibu karena ia juga dalam kebingunga. Cukup lama mereka memutari gang pemukiman hingga sampai di sebuah pabrik pembuat tahu.

__ADS_1


Ayandaru terperanjat karena orang yg dia cari sedang keluar dari pintu pabrik dengan meletakan jari telunjuknya di bibir.


Mala memberikan sehelai kertas pada Ayandaru, yang kemudian dibacanya.


"Pahuyun dengan si belang sedang sakit".


membaca surat itu Ayandaru hanya mampu menggigit bibir bawahnya, sudut matanya sudah mulai basah.


* tak ada waktu, cepat lah pergi. Perisai dimana~mana. Di luar kota sudah ada yg menunggu mu ay. berhati~hatilah.


Mala memeluk Ayandaru yg sudah terguncang dengan tangisnya.


Mala mencium pipi Ayandaru sambil berlalu ke dalam pabrik.


Ditinggal Mala, pikiran Ayandaru sudah melayang ingin bertemu dengan eyangnya.


Ia menderukan kudanya sekencang mungkin hingga sampai di sisi luar kota Tibaru. Ia menoleh mencari orang yang di maksud Mala.


Terlihat seorang penunggang kuda menghampirinya.

__ADS_1


* saya Apin non, ayo ikut saya.


Tanpa menunggu Ayandaru berbicara, Apin sudah memacu kudanya.


Dari mulai Aula pribadi kaisar Ayandaru sudah tidak mengerti lagi apa yg terjadi. Hingga bertemu dengan seseorang yg memperkenalkan dirinya Apin, Apakah Apin yg diteluk biru? Pikiran Ayandaru sudah buntu, Ia hanya ingin beremu Resi.


Beberapa hari sebelumnya.


Ketika Raka dan Apin berada di losmen padangari, Apin keluar dengan sembunyi2 untuk menemui gurunya di bidang penyelidik, Apin memang sengaja membawa Raka untuk melewati kota padangari agar Raka bisa bertemu dan bertanya langsung pada gurunya tentang asal usul Ayandaru.


Saat Apin bertemu gurunya, ia memberitahu Rinjani yang mantan kepala biro unit khusus Sandika yg menghilangkan diri bahwa seseorang menanyakan lembah terkutuk dan asal usul Ayandaru.


Rinjani yg mendengar nama Ayandaru bersorak gembira dalam hati, ia sedang direpotkan mencari gadis itu untuk seseorang yg berada dalam ruangan bawah tanah dimana sosoknya dirahasiakan dari Apin. Rinjani meminta Apin menemukan Ayandaru dan membawanya ke rumah berpintu merah secepatnya.


Apin merasa bingung dgn permintaan gurunya, awalnya ia cuma ingin memberitahu ada yg bertanya asal usul Ayandaru tapi sekarang malah di minta untuk membawanya ke rumah berpintu merah. apalagi keadaan tidak memungkinan bukankah ibukota negara sedang ada pemeriksaan ketat. Bagaimana ia bisa mengeluarkan Ayandaru dari istana. Lagi pula Resi Buyako sedang diburon, pasti Ayandaru di tahan dalam istana. Tapi permintaan guru tak bisa di tolak.


Di tengah perjalanan Apin dikejutkan oleh penyelidik senior yang pada turun gunung. Mereka menuntun Apin memintas Ayandaru di kota kelahirannya.


Apin tak habis pikir bagaimana mereka bekerja secepat itu hingga menyuruhnya memintas di Tibaru padahal ia yakin Ayandaru di istana. walau ia juga adalah penyelidik, kali ini Apin kalah satu langkah dari para seniornya.

__ADS_1


Akhirnya Apin dengan wajah Perwira Nipara Jasto nya yg tidak di kenal Ayandaru bertemu di sisi luar kota Tibaru. Mereka menuju rumah berpintu merah di kota padangari.


__ADS_2