
Hari Penobatan
Setelah melalui beberapa pekan dalam berbagai pertemuan dan rapat yg di adakan oleh panitia pembentukan pemerintahan baru akhirnya semua proses tersebut telah rampung.
Dalam pekan terakhirnya, para Raja kembali mendatangi istana Raqirar untuk menghadiri hari penobatan. Banyak desas desus calon kaisar yg di gadang~gadangkan seperti jendral Panji Arana, kepala Gugus Darma dan anak klan Romputa yg akan menjadi pucuk pimpinan benua timur.
Pagi itu, halaman istana sudah di penuhi ribuan rakyat. Sedangkan di dalam aula kebesaran sudah pula di penuhi oleh para petinggi empat kerajaan.
Pada sisi kanan kursi kekaisaran terdapat kelompok dunia persilatan, pada sisi kiri terdapat keluarga para Raja dan bagian tengah terdapat panitia perumusan tata negara, empat hakim yg akan menobatkan, empat panglima kerajaan yg bergabung, dan puluhan mentri, patih dan penasehat.
Raka yg berada dalam kelompok dunia persilatan tak banyak bicara, ia banyak tersenyum melihat kekasih yg berada di sampingnya bersama Andini dengan tampilan yg nyentrik terkesan cuek. Di barisan yg sama terdapat Rayola, posilo dan beberapa gugus darma.
Hampir satu jam acara seremoni protokoler di laksanakan, mulai dari penyerahan simbol kerajaan hingga pembacaan maklumat penggabungan, lalu di akhiri penandatanganan nama GALANDARA sebagai nama baru pemerintahaan di benua timur.
Kaisar Kun Bara Seibunto III selaku pemegang mandat sementara atas penyerahaan mandat tersebut telah selesai menerima semua bentuk simbol penyerahan.
Tak berapa lama Simbol dan lambang kerajaan itupun telah disingkin dari tengah ruangan di ganti dengan simbol penguasa baru Galandara. Dokumen tertinggi penyerahan telah di kukuhkan pada sebuah tongkat yg nanti penerimanya adalah kaisar yg baru dan sah. Sembari menunggu penyelesaian tata ruang penobatan, para tamu di minta berdiri karena kaisar Atsylandya akan mengumumkan nama kaisar untuk Galandara.
__ADS_1
* prosesi penyerahan telah selesai dan telah di sematkan pada tongkat yg saya pegang saat ini. Masing~masing kerajaan telah bersepakat bahwa pemiliknya adalah junjungan anda semua di benua timur ini. Kami sengaja tidak memberitahu dari awal nama kaisar yg akan memegang tongkat ini demi untuk lancarnya proses adminitrasi penyerahaan dan lancarnya panitia rumusan tata negara membentuk undang~undang yg akan menjadi landasan hukum kekaisaran Galandara melayani rakyatnya. dan juga undang~undang untuk para Raja yg telah meletakan kekuasaannya. Kita semua berharap kekaisaran Galandara adalah matahari ke dua yg akan membawa benua utara dan benua timur saling berdiri sejajar menghadapi masa depan. Kehidupan ini harus tetap kita majukan menuju peradaban tertinggi yg pernah Di capai oleh leluhur kita. Satu bumi satu ras manusia satu persaudaraan.
Setelah kami para Raja mencapai kesepakatan, saat ini saya akan mengumumkan namanya. Paduka Mulia, Mu Raka Seibunto III. Kami bermohon yg mulia sudi ke altar penobatan.
Hadirin yg berada di aula kebesaran itu terlihat ada yg heran, terkejut, tersentak, dan entah apalagi yg ada dalam pikiran masing~masing. Nama yg di umumkan kaisar Atsylandya terasa mirip dengannya, dan hadirin saling mengedarkan pandangan mencari sosoknya. Barulah ketika enam orang tentara perisai mahkota mendatangi kelompok dunia persilatan, semua mata tertuju ke arah sana.
* aku mohon izin sebentar ya..
Raka setengah berbisik ke telinga Ayandaru saat tentara perisai menjemputnya dengan pataka kebesaran, Ayandaru nampak mematung berusaha memikirkan situasi yg sedang terjadi.
Andini yg berdiri di sebelahnya juga belum mampu menguasai diri, dan juga mayoritas pendekar di buat terheran. Ayandaru mencoba mengingat nama yg di umumkan kaisar tapi ia tak menemukan sesuatu pada nama itu.
Beberapa orang yg berada di dekat Ayandaru menolehkan tatapan padanya termasuk Andini.
* sumpah, aku tak tahu apa~apa.
Bisiknya pada Andini yg seakan ingin mencari jawaban. Hanya Rayola terlihat tenang diantara barisan ayandaru berdiri. Para petinggi partai suci pun bersilang muka menoleh ke belakang pada ayandaru. Si gadis bermata sendu itu hanya bisa menunduk. Ia sudah tak mampu berpikir lagi. Nama Seibunto baginya hanyalah kaisar, lalu kenapa nama Raka jadi Seibunto juga? Apakah dia saudara kakak? Begitu byk pikiran yg berkecamuk di kepala Ayandaru sehingga ia tidak sadar tertinggal sendirian yg berdiri. Semua orang tanpa terkecuali telah bersujud. Cubitan Andinilah yg membuatnya tergagap lalu langsung mengikut bersujud.
__ADS_1
* apa hubungan Raka sama Kaisar ay?
* akuuuu ttaaakkk taahuuuuuu
Dua gadis itu saling berbisik saat kepala mereka masih menunduk.
* kamu tak lama lagi akan jadi permaisuri
* annnddiiinniii !!!!!!!!!! Diam !
Andini sedikit menahan cekikikan karena godaannya pada Ayandaru membuat gadis itu benar~benar dilanda kebingungan.
* bikin pangeran satu lusin ya?!
Mata Ayandaru melotot ke arah Andini dan satu cubitan mendarat di pinggang Andini. Rasa sakit itu hampir membuat andini terpekik, untunglah cepat ditahan. Hanya beberapa orang yg disekitarnya menatap penuh teguran.
Ditengah ruangan prosesi penyerahan tongkat dan sembah kebesaran rakyat sudah terlaksana.
__ADS_1
lalu Kaisar, para Raja dan Raka menuju sebuah ruangan. Mereka akan melakukan perbincangan tertutup.
Setelah rapat tertutup selesai Raka disibukan oleh para tamu yg memberikan ucapan selamat. belum sepenuhnya usai acara pemberian ucapan selamat, menjelang sore protokol kekaisaran membawa Raka berangkat menuju Nesriabar, setelah itu Baidur Bai lalu turghi dalam acara anjang sana. Raka tak punya kesempatan dari awal untuk pamit pada Ayandaru, jadwal istana sangatlah padat pada hari~hari penobatannya. Kepergiannya yg mungkin memakan waktu satu bulan diiringi Ayandaru dengan perasaan sedih menuju utara bersama rombongan Kaisar Atsylandya.