
Di tengah jalan utama
Nyaris hanya tinggal satu depa, tubuh Raka akan digilas oleh seorang penunggang kuda yg sangat kencang. lalu...
Buughh..
Kuda itu dengan penunggangnya terjajal menghantam kios mie ayam. Orang~orang yg berada di sekitar terperanjat tak mengerti apa yg terjadi. Para jawara yg membanting Raka pun melongo tak melihat lagi korbannya. Sejurus yg sama ditempat mereka, Salah satu jawara berdiri kelu melihat Raka telah berdiri disampingnya. yg seolah~olah sedang melihat kios mie yg hancur tersebut.
duugghh..
satu pukulan bersarang di dadanya, ia melolong kesakitan. Raka memutar tubuhnya sambil melayangkan kaki.
daagghh..
satu hantaman mengenai kepala temannya dan masih dalam gerakan berputar itu, kembali lutut Raka menghujam perut jawara yg lain. Lalu dua orang lagi terhempas diatas kuda dan kios yg hancur di seberang jalan.
Hanya ada saling tatapan tak mengerti dari orang~orang yg melihat kejadian. Mereka tak melihat penyebab sebuah insiden beruntun itu.
__ADS_1
Raka telah berdiri di depan lapak penjual roti bakar sekitar 20 meter dari kejadian, ia memesan roti bakar berselai kacang. Ia membawa makanannya mendekati sebuah teras toko. Ia menikmatinya dengan tenang disana. Tapi Ada satu atau dua orang yg melihat pergerakan Raka menghajar para jawara depan gang lokalisasi tadi, Mereka saling beri kode.
Hanya berselang dengan gigitan terakhir roti bakarnya, beberapa orang telah berdiri di depan Raka, lalu beberapa lagi menyusul untuk mengepungnya, Raka meresponnya sambil diam sembari mengunyah roti.
* kau cari perkara di tempat ini, kunyuk !
Raka menoleh pada orang yg mengumpatnya lalu berjalan tenang ke hadapannya. secepat yg tak di duga, Raka merengkuh kepala orang itu lalu menghantamkannya pada lutut yg telah menunggunya.
daaaghrr..
Ia tersungkur dengan rahang patah. Yg lain terkesiap dan tanpa komando langsung menyerbu Raka dengan senjata masing~masing.
Baku hantam ditengah keramaian kota itu mulai mereda, belasan jawara mulai gugup dalam kepungan yg mereka buat, karena siapa yg menyerang akan terpelanting lintang pukang.
Alam lembah kutukan yg membina Raka puluhan tahun tak pernah memberikan lawan yg penuh basa basi, Para gentangan itupun mendidiknya bertarung tanpa kompromi. Akhirnya yg tercipta hanyalah sebuah nyali menghancurkan tanpa rasa takut bila ia sudah di sulut. Nyali itu sedang di gelar bebas oleh Raka di tengah para jawara dunia hitam. Ia menatap tenang satu persatu wajah belasan pengeroyok yg mulai jerih dengan nyali mereka sendiri. Mereka saling menunggu sama lain untuk kembali menyerang pemuda kepala gundul itu.
* bubar !!!!
__ADS_1
Suara kencang yg menggelegar itu membuat pengeroyok mundur, penonton dengan diam menghindari dengan cepat. Tempat itu mendadak lengang.
Pria tinggi besar itu menatap Raka dengan sebilah golok yg besar juga pada tangan kirinya. Ia adalah ketua perlombaan sabung ayam.
* kau siapa anak muda hingga mengacau tempat ini?
Raka menghampiri pria besar itu yg berjarak 10 meter. Tak kasat oleh mata dan luput dari pandangan ghaib, langkah kaki Raka mengawang diatas tanah dengan halus. Andai kaki itu memijak tepuk tak akan meninggalkan jejak dipermukaannya. Raka telah membaca pikiran lelaki besar itu untuk mencelakainya, Raka memilih duluan bereaksi.
Daauugh..huugh...buughhh...kraaakk..
(suara pukulan beruntun)
serangan Raka secepat kilat itu kalau dilihat dengan lambat, sembari mendatangi pria besar tangan kanannya mengayun dari bawah menjura ke atas meretakan dagu pria besar, hanya sepersekian detik luncuran tinju kiri Raka menyarang di dadanya, lalu dalam sekejap tubuh pria itu terkapar ditekan oleh lutut Raka di batang lehernya. Sisa penonton yg melihat nyaris dibuat kencing di celana.
Atraksi tenang, diam dan sangat mematikan dalam sekejap menjadi sarang pembunuhan tanpa pandang bulu. Beberapa orang bergidik karena yg tergeletak di bawah lutut Raka itu adalah anggota persekutuan keramat, bahkan pemimpin anggota di kota kabupaten tersebut. Ia mati dalam sekejap mata.
Raka melangkah tenang menuju losmennya, ia ingin beristirahat. Dunia kembali mengusik hidupnya, ia lelah.
__ADS_1
Di sisi lain, Rayola dan sebagian pendekar yg menatap kejadian dari jauh tak mampu berpikir lagi. Mereka terkesan, takut, heran, takjub, mengerikan dan penasaran ! Pasti akan ada kelanjutannya.