
Lima Pekan lebih Ayandaru berada di rumah Mala, ia sudah mulai kerasan. Di antara kesibukannya membersihkan rumah saat Mala bekerja Ayandaru tengah berusaha membuat racikan adonan kue. Ia berencana membuat kue special yg unik untuk ia titipkan di warung~warung. Ayandaru sangat antusias dengan rencananya sehingga tiap malam ia selalu mengajak Mala mencicipi adonan kuenya sampai Mala dapat merasakan rasa yg pas, Ia sudah tak sabar untuk membuatnya. Pikiran Ayandaru sudah melayang ingin membuat pabrik kue yg besar. Mala sahabatnya terus memberikan dukungan.
Dua gadis mantan penghuni padepokan menara langit tersebut saling menguatkan jiwa di tengah kerapuhan mereka menjalani kehidupan. Bagi Mala dunia persilatan telah ia tinggalkan, ia memilih hidup sebagai pekerja pabrik meskipun dengan upah yg minim tapi ia bisa menjalaninya dengan bersahaja. Apalagi dengan kedamaian Kota Tibaru, meskipun kota kecil tapi sangat strategis karena ia berada pada jalur perlintasan menuju kota besar lainnya.
Pagi itu adalah awal bagi Ayandaru membuat kue nya setelah satu bulan lebih ia berada di rumah mala. Sudah dua tampi ia menjemur hasil cetakan adonannya di halaman samping rumah. Kira~kira tinggal satu tampi lagi yg masih belum berbentuk adonan. Ia memilih membalikan kue yg terjemur agar keringnya merata.
Ayandaru terlalu asyik menyemaikan tepung pada kuenya hingga tak menyadari seseorang sedang memandangnya di belakang. Ia terkesiap hingga gerakan reflek tangan kanannya hampir ia lapisi jurus Selaksa cakra suci saat hendak berbalik ke dalam rumah. Ayandaru tertegun melihat orang yg ada di depannya. Mata awasnya mulai bekerja menilik apakah ia tidak salah melihat.
Pemuda itu memiringkan kepalanya ke kanan menatap lurus pada telinga Ayandaru.
* mana anting mu?
Mendengar suara itu barulah kesadaran ayandaru pulih tapi tidak dengan kesadaran perasaannya. Ia terlihat gugup sedang mencoba menguasai diri, tapi tatapan mata sendunya tak terpejam memandang Raka.
Raka yg membaca pikiran Ayandaru langsung mendekatinya hingga berjarak satu jengkal.
* apakah keadaan ini menyakiti hati mu?
Pertanyaan Raka itu membuat mata sendunya mulai berkabung sebak. Bola matanya pun sudah berlinang. Hanya anggukan kecil yg mampu ia gerakan.
* maafkan aku.
Akhirnya ucapan Raka membuat air mata itu berderai. Napas Ayandaru terasa sesegukan. Dadanya sesak, degub jantungnya tak beraturan. Raka meraih tubuh Ayandaru ke dalam pelukannya. Tubuh yg molek itu benar~benar tersandar penuh pada tubuh lelaki yg ia sayangi. Rengkuhan tangan Ayandaru seakan tak ingin melepaskan pelukan Raka.
__ADS_1
* bagi ku kamu lah kerajaan ku, beri aku waktu untuk memantaskan diri jadi raja di hati mu.
* aku hanya sedih dan merasa bersalah Ra.
* kenapa?
* Aku tak memberikan waktu bagi mu untuk bercerita, aku terlalu egois. Selama di istana itu aku terlalu banyak menuntut perhatian jadi aku lupa memperhatikan mu.
* aku memang tak ingin memberitahu mu dengan silsilah itu. Aku tak peduli dengan semuanya.
Ayandaru menjarakkan pelukannya sembari memegang kedua pipi Raka dengan kedua telapak tangannya. Matanya lekat~lekat memandang paras Raka.
* apa yg terjadi Ra..?
* kamu menyesal?
* tidak juga, aku hanya merasa kwatir kamu tak siap dengan keadaan, Ternyata benar, kamu pergi dari istana sebelum sempat aku jelaskan.
Ayandaru melarungkan lengannya pada leher Raka dan mengikatnya dengan erat.
* maafkan aku Ra
* Aku hanya bingung saat itu
__ADS_1
* dengan siapa kamu di sini?
* sama teman lama waktu di menara langit.
* dari mana kamu tahu aku di sini?
Raka hanya tersenyum memberikan jawabannya.
* oh iya, aku lupa. Kamu sekarang adalah paduka yg mulia Mu Raka Seibunto.
* aku tak nyaman kamu menyebut itu.
* maaaffff....
Ayandaru mendekatkan hidungnya pada bibir Raka, matanya terpejam menikmati hembusan napas belahan jiwanya. Sentuhan bibir pada hidungnya membuat Ayandaru lebih mengeratkan rangkulannya.
* Ra..
* ya
* aku rindu
Raka memberikan apa yg dimau kekasihnya karena di sanalah juga ia merasakan titik kedamaian. Di antara dua bibir Ayandaru yg tipis merona.
__ADS_1
Ayandaru telah lupa dengan kue nya.