Ksatria Pemilik Takdir

Ksatria Pemilik Takdir
EPISODE 76


__ADS_3

Beberapa waktu yg lalu.


Sebelum hasil keputusan di umumkan kaisar, dalam ruangan tertutup yg dihadiri para Raja itu sedang di bicarakan silsilah keluarga Raka oleh Kaisar Kun Bara, setelah Rinjani meriwayatkan silsilahnya dari ayahanda mereka Kaisar Seibunto II.

__ADS_1


* sejak di beritahu eyang Rinjani, saya meminta para penjaga waris membuka rahasia yg selama ini sangat di tutup rapat. Dan apa yg di sampaikan eyang Rinjani memang begitu adanya. Jadi menurut Undang~undang kami di Atsylandya, Raka lah pemegang tahta yg sah. Tapi saat ini kita tidak membicarakan itu, kita sedang menentukan pemimpin untuk kekaisaran baru yg kita sepakati untuk membangunnya. Saya mengusulkan Raka bukan karena takut akan posisi saya di gantikan karena sangat jelas dengan kekuasaan yg ada saat ini saya bisa menyingkirkan Raka. Atau Bahkan dengan semudah membalik telapak tangan tahta kekaisaran bisa saya serahkan padanya. Tapi Ini persoalan tentang rakyat yg menurut prinsip saya kitalah pelayan mereka yg di amanahkan oleh sang pencipta. Memberikan kekuasaan Atsylandya pada Raka belum tentu di terima oleh 10 kerajaan pendirinya. Belum tentu juga ekonomi berjalan dengan semestinya. Justru Atsylandya akan mengalami perpecahan politik yg pasti sangat mengganggu jalannya pemerintahan. Saya mengusulkan Raka menjadi kaisar di Galandara bukan untuk memberinya kekuasaan karena di terima atau tidak usul saya, Raka tetaplah Kaisar di Atsylandya. Usulan saya mengacu kepada sistim yg kami terapkan di benua timur dengan memilih pemimpin di luar keturunan Raja pendiri agar tidak terjadi perebutan kekuasaan dan saling iri dengki. Jika usulan saya di terima, saya memberikan waktu 10 tahun kepada pemerintahan Galandara untuk mengelola kawasan BUKIT KUNING di kaki gunung Simaya. Dari hasil produksi emasnya, saya pikir cukup untuk membayar gaji para pejabat selama itu. Sedangkan dana yg akan diserahkan oleh masing~masing kerajaan bisa di gunakan untuk perekonomian. Saya juga akan bebaskan pajak masuk setiap hasil produksi Galandara ke Atsylandya selama 10 tahun itu. Sedangkan untuk kemiliteran saya pikir gabungan bekas prajurit dan gugus darma akan mampu mensejajarkannya dengan Atsylandya. Apakah nanti dengan kekuasaan yg besar itu Galandara akan menyerang Atsylandya? Mustahil !! Saya berpikir tidak ada alasan bagi Raka menyerang tanah leluhurnya dan menyerang tahtanya sendiri yg saya pegang saat ini. Hanya itu yg bisa saya jelaskan semoga kita punya hati yg bersih memahaminya demi Rakyat.


Para Raja seperti mendapat jaminan atas kelangsungan kehidupan Rakyat mereka setelah mendengar penjelasan Kaisar Kun Bara Seibunto III, apalagi pemerintahan yg baru itu di tunjang oleh seorang kaisar yg mampu mengelola pemerintahannya dengan baik. Akhirnya mereka sepakat menerima usulan tersebut dan Pengumuman itu telah di bacakan. Untuk sementara kendali pemerintahan yg baru di jabat oleh jendral Panji Arana dan memberi waktu satu bulan kepada panitia perumus tata negara menyiapkan sistem pemerintahan.

__ADS_1


Para Raja sudah kembali ke kerajaan mereka masing~masing untuk mempersiapkan penyerahaan kekuasaan. Kaisar Sebunto III pun telah kembali ke Atsylandya dan menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab Raqirar kepada Panitia perumusan pemerintahan yg baru.


Pertemuan dan rapat antar pejabat tinggi empat kerajaan silih berganti berlangsung dan secara maraton membahas kelanjutan pemerintahaan baru. Kesibukan yg terjadi di istana Raja Raqirar sangat sesak, masing~masing kelompok atau perorangan memberi masukan kepada panitia perumus tata negara. Kerajaan yg bergabung pada Galandara mengirim delegasinya untuk membantu jendral Panji Arana beserta panitanya dalam perumusan undang~undang pemerintahan.

__ADS_1


Malam hari setelah para Raja pulang ke istana masing~masing, para pesilat mengadakan pertemuan para pendekar di sebuah gedung yg cukup luas. Dulunya tempat itu di gunakan oleh para prajurit Raqirar melakukan apel penugasan. Yang hadir dalam pertemuan tersebut beberapa ketua Partai Suci, semua ketua menara langit, perwakilan pendekar profesional, gugus darma, beberapa tokoh pendekar aliran putih, dan organisasi pengemis dengan ketua barunya.


Raka, Ayandaru, Andini dan 6 orang perwakilan klan donatur menara langit, juga sekitar 20 pendekar yg mewakili semua perguruan yg berada di benua timur juga terlihat hadir. Mereka duduk melingkar dalam keadaan bersila seperti budayanya para pendekar. Barisan depan di jejeri oleh para tokoh dan tetua pendekar beserta pengurus partai suci. Yg tidak hadir hanyalah Rinjani, ia minta izin ikut bersama kaisar kembali ke utara.

__ADS_1


__ADS_2