Ksatria Pemilik Takdir

Ksatria Pemilik Takdir
EPISODE 73


__ADS_3

Setalah satu bulan penakhlukan kerajaan Raqirar oleh Atsylandya, selama itu kaisar masih berada di istara Raja Awulu melakukan pemerintahan darurat. Kaisar berencana menempatkan Raja baru terhadap kawasan yg baru di kuasainya.


Beberapa mentrinya, tiga jendral besar, kepala gugus darma, ketua partai suci, ketua menara langit dan para patih kerajaan Rakirar yg telah menyatakan sumpah setia pada kekaisaran Atsylandya dan beberapa gubernur yg lama yg telah juga di bawah sumpah kesetiaan melakukan beberapa kali pertemuan membahas pemerintahan baru. Kesibukan aktifitas para petinggi kekaisaran di tambah dengan kedatangan para duta besar kerajaan tetangga yg silih berganti.


Di benua selatan.


Sementara itu persekutuan keramat sekte barat dan selatan mengalami goncangan hebat. Mereka tidak menyangka sekte mereka telah musnah di benua timur bahkan di kejutkan oleh kekaisaran Atsylandya yg ikut campur dalam penyerbuan tersebut. mereka melakukan pertemuan besar di benua selatan.


Pada tempat lain.


Di kota Kasafa, ketika Raka dan posilo sedang berbincang setelah dua hari pertemuan mereka. Terlihat beberapa pasukan berkuda perisai mahkota mendatangi mereka, komandan pasukan itu memberitahu bahwa Kaisar memintanya datang ke istana raja Awulu sebagai tamu kehormatan.

__ADS_1


Semula Raka menolaknya karena ia tidak ingin di libatkan apapun tentang persoalan kerajaan Raqirar, urusannya hanya persekutuan keramat. Tapi Posilo menganjurkan Raka untuk memenuhi permintaan kaisar tersebut untuk menghormatinya karena sebagai pendekar ada sikap rasa santun di dunia persilatan terhadap semua Raja di seluruh benua yg menjadi salah satu kode etik dunia pesilat.


Akhirnya Raka pun menawarkan posilo ikut bersamanya sekalian mungkin bisa melihat kaisar Seibunto III yg selama ini jarang tampil di depan publik.


Pada sisi lain dalam istana.


Dalam kesepakatan para pendekar aliran putih, menara langit dan partai suci yg berkumpul di kerajaan Raqirar menyatakan dukungan penuh terhadap pemerintahaan baru yg akan di bentuk. Organisasi pengemis mendatangkan ketua barunya pendekar cadar biru, Ayandaru pun bertemu dengan Andini saudara angkatnya sebagai utusan klan Kacio yg menjadi dasar perseteruan dunia persilatan lalu berlanjut menjadi sebuah agresi militer yg senyap.


Geliat para pendekar dan pejabat tinggi kekaisaran di istana Raja Awulu semakin bertambah dengan kedatangan tiga Raja tetangga seperti Raja SYIKHE dari Baidur Bai, Raja MURATO dari Nesriabar dan raja ARGAN dari Turghi atas undangan kaisar. Kedatangan tersebut membawa keheranan bukan saja yg berada di istana, juga bagi rakyat Raqirar dan meluas ke seluruh benua.


Padahal Para petinggi kekaisaran melihat selama ini kaisar tak pernah keluar dari benua Utara bahkan keluar istana pun jarang. Semua urusan kenegaraan telah dikerjakan oleh para mentrinya yg cakap dalam bertugas.

__ADS_1


Aula yg biasanya sangat luas pada saat itu justru terasa sempit dengan ramainya para undangan.


Rakyat Raqirar yg selama ini tertekan dengan Kekuasaan Raja Awulu seakan mendapat kemerdekaan dari penakhlukan Atsylandya. Mereka berharap kaisar dapat membangun Raqirar seperti yg telah ia lakukan di tanah leluhurnya.


Benua timur yg terkenal ketertinggalannya dari bidang apapun pada benua lain, sering merasa minder dan terkucil. Mereka ingin seperti orang~orang benua Utara yg sudah sangat moderen pada saat itu. Bahkan Kerajaan Baidur Bai pernah mengajukan ingin bergabung dengan Atsylandya tapi di tolak oleh Kaisar untuk menjaga tatanan 10 kerajaan pendiri kekaisaran.


Raja MURATO dari Nesriabar yg usianya sebaya dengan kaisar, sering melakukan pertemuan dalam penyamaran mereka. Bahkan sering pula mereka melanglang buana hingga sepekan di benua lain. Hal yg tidak di ketahui oleh para pejabat petinggi mereka.


Sedangkan Raja Argan dari Turghi yg sudah mulai sepuh tanpa di karuniai anak mulai menemukan asa barunya dengan pertemuan para Raja benua utara di istana. sikap Kaisar dengan Raja Murato yg langsung memapahnya saat datang dan membimbingnya dengan hangat ketika berjalan menuju aula sangat menyentuh hatinya.


Dua kali pertemuan tertutup para Raja di benua timur dengan kaisar menimbulkan desas desus di antara para petinggi empat kerajaan, juga pada dunia persilatan. Semula mereka berpikir akan terjadi agresi lanjutan kepada kerajaan lain sehingga tiga Raja merasa perlu datang untuk mendapat kejelasan.

__ADS_1


Namun akhirnya situasi awal pertemuan yg sedikit terlihat tegang langsung mencair ketika suasana kehangatan para Raja mereka saat bertemu, bersikap dan di selingi canda tawa berimbas kepada semua pejabat bawahannya. Pertemuan besar itu seperti reuni kerabat yg jarang bersua.


Pagi itu kaisar berkeinginan ingin bertatap muka dengan rakyat Raqirar, yg langsung di respon dengan hangat dengan datangnya ribuan rakyat ke depan istana. Ketika Empat Raja keluar dari pintu istana untuk menemui mereka, rakyat Raqirar langsung bersembah bersujud tak terkecuali ratusan pendekar, ribuan tentara dan prajurit serta para pejabat. Raja Argan memandangi kaisar Sebunto dan raja Murato penuh haru. Ia yg telah sepuh masih berupaya keras mendapat kehormatan seperti itu di kerajaannya sendiri. Tapi di negri orang ia malah mendapatkannya dengan gratis. raja Argan merasa Apa yg telah mereka sepakati berempat sebagai Raja, sepertinya sudah ada di jalan yg benar.


__ADS_2