
Pagi itu dihalaman belakang rumah, setelah hampir 3 bulan ayandaru menguasai jurus yg berada dalam kitab tersebut, terlihat mereka berdua sedang berdiri berhadapan. eyang Rinjani akan memperlihatkan sesuatu pada ayandaru.
* saya selalu memperhatikan kamu ketika sedang berlatih, apa yg Resi Buyako tuliskan di kitab itu sepertinya jurus~jurus itu sengaja dibuat agar cocok dengan mu. Kau memiliki sesuatu untuk menjadi seorang pendekar, yaitu kemauan!, Dan kau berada pada orang yg tepat. seseorang yg dulu begitu di segani di dunia persilatan. bukan semata karena ilmu silatnya yg tinggi tapi karena ia juga memiliki kelebihan yg sangat jarang orang mengetahuinya. Dengan semua kelebihan itu resi Buyako mampu merubah kemauan mu menjadi sesuatu yg luar biasa. Di usia mu yg sangat belia kau bisa menguasai semua jurusnya dengan sempurna. Beliau mengajari mu dengan mengikuti apa yg ada pada diri mu bukan memaksa apa yg Ada pada dirinya sehingga ditangan mu jurus Selaksa cakra suci terlihat lebih menyatu. Bukan terlihat sebagai jurus yg mematikan tapi nampak sebagai jurus yg melembutkan.
Ayandaru mendengar dengak khidmat apa yg disampaikan eyang Rinjani. Ia hanya mampu menundukan kepala dan meresapi semua perkataan dan nasehat yg dia dengar.
* menurut mu apakah ada yg kurang dengan jurus baru yg kau pelajari nduk?
* tidak ada eyang.
* cobalah kau rasakan lagi, kau punya naluri itu.
Ayandaru mencoba mencerna maksud eyang Rinjani. Memang jurus baru yg telah ia kuasai terasa sedikit berbeda. Ada sesuatu dalam gerakan itu tapi ia hanya berpikir karena jurus baru tentu terasa aneh.
* maaf eyang putri, saya hanya terpikir karena ini jurus baru mungkin terasa masih belum sempurna melakukan gerakan.
* silat bukanlah tentang ratusan gerakan yg kau kuasai juga bukan seberapa lincah kau menghindari. Silat adalah tentang bahasa tubuh mu kepada Sang Pencipta. Saat kau berdiri ingalah langit diatas mu, saat kau duduk ingatlah disekitar mu dan saat kau tidur ingatlah apa yg mengalasi mu. Itulah silat yg sesungguhnya, hanya butuh tiga gerakan. Bila itu mampu kau kuasai maka kau berjodoh dengan induk dari semua jurus yg ada di dunia. Apakah itu tak pernah di ajari Buyako pada mu?
Ayandaru hanya menggeleng dengan pelan.
__ADS_1
* apa yg diberikan oleh eyang resi saya anggap semuanya baik jadi saya tak pernah bertanya apapun. Saya hanya berusaha sekuat mungkin mengikuti semua yg diajarkan beliau, eyang putri.
* tak salah resi buyako mendidik mu nduk.
Eyang Rinjani terkesan melihat cara Buyako membentuk seorang murid. Dari seseorang yg tak memiliki syarat untuk jadi pesilat justru malah bisa menjadikannya seorang pendekar hebat.
* mundurlah beberapa langkah, bersihkan pikiran mu, jiwa dan juga hati mu, perhatikan yg saya lakukan baik~baik karena hanya satu kali saya perlihatkan.
Ayandaru menyimak beberapa gerakan yg Eyang Rinjani lakukan. Tiga Gerakan yg sangat sederhana.
* sekarang coba kamu lakukan !
Ayandaru masih tengah berusaha memahami gerakan pertama, lalu
* lakukan yg ke dua !
Ayandaru tanpa banyak bertanya mengikuti perkataan eyang Rinjani meskipun otaknya dipenuhi rasa penasaran.
Ayandaru melakukan gerakan ke dua yg memusatkan tenaga dalam pada tangan, tubuh dan kakinya. Ternyata gerakan yg kedua membawa tubuhnya mengikuti beberapa kelebatan gerakan yg tertangkap oleh mata alam bawah sadarnya. Ia sedikit terkesiap dan berusaha mengerahkan nalurinya untuk mencerna.
__ADS_1
* lakukan yg ke tiga, ingat bersihkan pikiran mu, jiwa dan hati.
Ayandaru menyusun gerakan pertama dan menyambungnya pada gerakan ke dua. Gerakan yg memusatkan tenaga dalam ke seluruh urat dan otot pada tubuh. Ayandaru mendapati tubuhnya seperti tak berbobot, jauh berpuluh kali ringan dari jurus Panah Dewi menarinya.
* kau sangat luar biasa Ayandaru Syati !
Eyang Rinjani tersenyum penuh arti melihat Ayandaru yg sedang menjura hormat padanya.
* saya belum mengerti eyang putri.
* tidak semua hal kamu harus memahaminya, sebagian ada yg perlu Kamu tahu dan sebagian besarnya adalah milik Sang Pencipta. Kau hanya perlu kerelaan menjalani semua ketetapannya. Selalu berbuat baik dan teruslah bersahaja dalam hidup mu, jangan gunakan apa yg kau miliki untuk sesuatu yg membawa kehancuran pada makhluk ciptaan lainnya. Pergunakan jurus PENJAGA KEHIDUPAN itu untuk mencintai kepada setiap yg bernyawa, bersikaplah lembut pada yg terlemah, sekalipun itu rumput yg kau pijak. Kalau kau merasa perlu menggunakan jurus itu pakailah menurut cara hati mu untuk melakukannya karena di hati itulah kehidupan yg sesungguhnya.
Ayandaru langsung bersimpuh hormat di hadapan eyang Rinjani.
* terima kasih eyang putri, saya akan selalu mengingat apa yg eyang katakan.
* apakah ada lagi yg bisa saya bantu?
* mohon maaf eyang, saya hanya belum mampu mencerna dengan utuh apa yg eyang putri berikan.
__ADS_1