Ksatria Pemilik Takdir

Ksatria Pemilik Takdir
EPISODE 27


__ADS_3

Lanjutan Peperangan 3 Alam


Atas pembunuhan sekelompok Gen malatid di puncak gunung Simaya tersebut, Serentak gen malatid membuat Barisan perang mengitari bumi. barisan super besar itu memenuhi angkasa. Lalu dengan gelombang besar mereka menyerang total kebumi.


Karena sifat dengki yg telah berkarat membuat Gen malatid lupa sesuatu. Ras terlemah bernama manusia memiliki akal, sesuatu yg mampu menampung dua kali besarnya alam semesta. Dan yang mereka perangi sedang berada dirumah sendiri tentu mereka mengenali setiap sudutnya.


Ternyata ras manusia memberi perlawanan sengit. Gen malatid di buat terkejut atas perlawanan ras lemah itu yg mampu meladeni angkatan perang besarnya yang telah mereka persiapkan beratus tahun.


Akal yg berada pada setiap kepala manusia itu benar~benar menjadi tuan pada Ras manusia. mereka menggunakannya dalam menghadapi pertempuran tersebut. Mereka sangat militan dalam menghadapi gen malatid berperang secara bergerilya karena di tunjang oleh sumber daya alamnya yg seperti bak amunisi multi fungsi tanpa batas.


kayu, hutan, batu, air, pasir dan lainnya di gunakan ras manusia sebagai senjata.


Perlawanan Ras manusia yg gigih itu menjadi titik balik kebangkitan semangat bangsa peri. Kibaran persatuan kembali di perdengarkan dengan Suara laksana sangkakala yg bergema. Kelompok~kelompok bangsa peri yg melarikan diri kembali menyatukan diri dikayangan. **Ksatria utama peri** menghunuskan pedang kebesarannya yg bercahaya. nyalanya bagaikan pelita pada sudut yg gelap, seolah seperti suar pemanggil yg dapat di lihat diseluruh penjuru angkasa. Seruan tanda kebesaran itu disambut dengan cepat sehingga kayangan kembali di penuhi para ksatria peri dengan formasi siap tempur.


Bagi bangsa peri cahaya pedang itu adalah sabda tertinggi, tidak ada jalan pulang kecuali mati. sebelum mereka melakukan serangan balasan, bangsa peri melakukan ritual persujudan khidmat untuk terakhir kalinya. Seiring doa ditutup pintu suci gerbang kayangan di buka seluas~luasnya sehingga langit seperti nampak terkoyak.

__ADS_1


Di sela koyakan selubung langit itu terlihat angkasa seperti di penuhi jutaan anak panah berhulu api dari langit menuju gen malatid. Gelombang lesatan serangan ras yg bersayap angin tersebut membuat cahaya matahari terlihat redup. Deru serangan yg menghujam begitu cepat pada pasukan gen malatid yg berada di permukaan bumi begitu dahsyat, sebuah serangan balik yg diantisipasi oleh gen malatid dengan lengah.


Barisan pasukan gen malatid lapisan atas yg berada pada dekat dengan serangan bangsa peri sudah di sisir menjadi abu oleh hujaman pedang bangsa peri. Sedangkan Pasukan bawah sedang repot dengan perang gerilya ras manusia yg sangat militan. akhirnya Pasukan yg berada di tengah seolah terjepit tanpa komando. Ibarat balon yg ditekan dgn kekuatan besar, pasukan perang gen malatid pun meledak tercerai berai.


Melihat peluang yg besar, Para Raja~Raja ras manusia dengan naluri perangnya menyatukan kekuatan yg sebelumnya hanya bertahan atas serangan malatid. panji kesatuan menyala seantero bumi mengumpulkan semua umat manusia. Dan terjadilah serangan prahara balasan yg sangat bergemuruh serentak membantai gen malatid tanpa ampun.


Dia atas angkasa pun Para ksatria Peri melakukan serangan penuh bak meteor jatuh melibas tembok barisan pasukan perang gen malatid hingga menerobos bumi tak terhentikan. Serbuan serangan bangsa peri yg menyasar bumi membuat Air laut berciprakan tinggi dan besar membenamkan sebagian daratan, tanahpun terlihat melebur menenggelamkan sebagian gunung dan hutan. serangan dari dua arah dengan kekuatan besar itu menimbulkan pusaran topan yg besar yg menyapu lantai bumi meratakan tempat.


Sudut kecil di jagad raya sedang terjadi kiamat !


Perang 3 alam itu memakan kerugian super besar, lenyapnya alam kayangan bersama musnahnya Ras bangsa Peri, dan berubahnya bentuk daratan di dumi.


Sang maha Pengadil pun menjatuhkan sangsi kepada bangsa peri dengan dibuatnya tabir pembatas antara alam. pembatas yang tak dapat dilewati lagi oleh masing~masing Ras makhluk.


Sang Pencipta menghentikan kehidupan mereka 100 tahun lamanya. Sebuah tempat kecil di jagad raya sementara hening.

__ADS_1


Suatu masa kemudian setelah lebih 100 tahun itu, Sang Maha Tertinggi mengembalikan kehidupan kepada ras manusia, tapi tetap mendapatkan sangsi kecil dengan dicabutnya kekutan atas diri mereka.


Ras manusia membangun bumi dari awal lagi karena bentuknya yg telah berubah. Alam diberi wewenang penuh untuk menyeleksi mereka dalam menggunakan akal. Proses kebangkitan manusia tersebut membutuhkan 200 tahun hingga menemui peradaban.


Lambat laun peradaban itu membagi bumi jadi empat benua untuk manusia yg suka berkelompok. Masing umat pada benua tersebut membuat ciri yg khas untuk menandai identitasnya.


Proses peradaban sebuah makhluk kala itu setelah perang 3 alam telah menyeleksi manusianya. umat manusia yg berada di benua utara lebih cepat beradaptasi. Mereka bersatu menjadi sebuah kekuatan baru bernama KEKAISARAN ATSYLANDYA. Sedangkan pada benua lain masih bersitegang dengan prinsip masing~masing.


Kelak dikemudian hari prinsip tersebut pecah menjadi malapetaka peperangan pendekar di LEMBAH TERKUTUK dikaki GUNUNG SIMAYA.


Tragedi itu kembali membawa kemunduran umat manusia, Sebuah aib yang memalukan dihadapan sang pencipta karena peristiwa yg memilukan itu telah merenggut kematian manusia~manusia unggul. Ada yg beranggapan jumlahnya ratusan tapi ada yg mengatakan ribuan. Tapi yg pasti lembah terkutuk menjadi saksi atas terjadinya dua kali perang.


pada sisi lain


4 ksatria peri yg melarikan diri ke puncak Simaya bersemayam dengan hening. mereka luput dari hukuman karena Mereka tak menampakan diri sejak pelarian itu.

__ADS_1


karena ketakutan mereka bersembunyi sampai ratusan tahun berlalu, melewati beberapa zaman.


suatu hari Salah satu ksatria tersebut mencoba mengintip dunia. hal pertama yg ia lihat ketika seorang wanita sedang melahirkan di sebuah semak. Para ksatria peri itulah yg menjaga bayi itu selama hampir satu tahun yg dikemudian hari bayi itu ditemukan oleh seseorang pendekar ditengah tumpukan tulang belulang dilembah terkutuk.


__ADS_2