Legend Of Darknes

Legend Of Darknes
Chapter 13. Wanita Penguntit


__ADS_3

Itulah tehnik tarian ilusi menjebak lawan dalan ilusi dengan permainan pedang yang indah ketika lawan telah terpesona dengan permainan pedang pengguna tarian ilusi itu artinya korban telah terjebak dalam ilusi dan ketika itu pengguna tarian ilusi dapat mempermainkan korban dengan sesuka hati bahkan bisa menyiksa korban dalam ilusi dan korban merasa itu nyata


Begitu juga yang terjadi pada keenam pemuda saat ini mereka telah terjebak dalam ilusi yang Xu Chen ciptakan, keenam pemuda itu tak bisa melihat Xu Chen padahal jelas jelas semua orang bisa melihat Xu Chen tengah berdiri di depan mereka dengan santai


Keenam pemuda kini meningkatkan kewaspadaan mereka setalah melihat rekan mereka mati di depan mereka tanpa tau apa sebabnya


"Apa yang harus kita lakukan? dimana pemuda itu berada?" tanya seorang pemuda mulai panik


"Aku tidak tau! tapi tetaplah waspada!"


Karena sudah tak sabar seorang pemuda berteriak marah "Hei! jangan jadi pengecut dan bersembunyi! jika kau berani keluarlah!"


Mendengar itu Xu Chen perlahan


menampakan dirinya dengan senyum lebar di bibirnya, pemuda itu berkata dingin "Oh! baiklah aku ada di sini! apa yang akan kalian lakukan?"


Melihat itu keenam pemuda diam membisu melihat kemunculan Xu Chen yang tiba tiba, seorang pemuda tersadar dan berteriak lantang "Apa yang kalian tunggu? serang bersamaan!" seraya maju menyerang Xu Chen


Melihat itu Xu Chen berkata "Sepertinya waktu main main sudah habis?" setelah berkata seperti itu Xu Chen kembali memainkan pedangnya menghadapi keenam pemuda bersamaan


Tapi kali ini tak butuh waktu lama hanya dengan beberapa gerakan Xu Chen telah melumpuhkan keenam pemuda tersebut bahkan ada dua pemuda yang kehilangan kesadaran setelah terkena tendangan keras Xu Chen


"Maafkan kami Tuan? tolong lepaskan kami! kami tidak melihat tuan begitu hebat!" ucap seorang pemuda paling tua dari keenam pemuda lainnya mereka menyesal telah mencari masalah dengan Xu Chen


"Maafkanlah kami tuan? kami berjanji tidak akan menyinggung tuan pendekar lagi!"


Melihat itu Xu Chen segera berkata dengan nada malas "Baiklah! baiklah! aku memaafkan kalian! tetapi jangan sampai aku melihat muka kalian lagi! atau tidak semua tidak akan berakhir semuda ini!"


Mendengar hal tersebut keenam pemuda terlihat senang, seorang pemuda yang paling tua kembali berkata "Terimakasih tuan! kami akan pergi sekarang!"


Setelah melihat Xu Chen menganggukkan kepalanya keenam pemuda segera berdiri ingin pergi secepat mungkin dari hadapan Xu Chen, namun saat ingin keluar dari rumah makan Xu Chen kembali memanggil keenam pemuda tersebut "Hei..." panggil Xu Chen


Mendengar panggilan Xu Chen serentak keenam pemuda kembali berbalik dengan perasaan takut seorang kembali bertanya "Maaf tuan! mengapa tuan memanggil kami!"

__ADS_1


Sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal Xu Chen kembali berkata "Ah! aku cuman lupa! sebelum kalian pergi tinggalkan semua uang yang kalian miliki! tentu harus ada yang mengganti kerusakan ini!" seraya memandangi seisi rumah makan yang telah porak poranda akibat pertempuran Xu Chen dan pemuda pemuda dari sekte Gagak Hitam


Tanpa banyak basa basi keenam pemuda segera berbalik dan menyerahkan semua uang yang mereka miliki pada Xu Chen "Aih! kalian semua baik sekali! terimakasih terimakasih!" ucap Xu Chen seraya menerima uang dari keenam pemuda


"Maaf tuan! apa kami sudah bisa pergi sekarang?" tanya seorang pemuda


"Tentu pergilah! jangan sampai aku melihat kalian lagi!" balas Xu Chen sambil mengayun ayunkan tangannya mengusir keenam pemuda


Setelah itu Xu Chen menghampiri seorang wanita paruh baya pemilik rumah makan tersebut yang sudah ketakutan setengah mati melihat aksi Xu Chen


Xu Chen dengan senyum canggung berkata "Maafkan aku bibi? aku telah menghancurkan rumah makan bibi! tapi ini uang semoga cukup untuk memperbaiki barang barang yang aku hancurkan!"


Wanita paruh baya masih dengan takut takut menerima sekantong perak yang Xu Chen berikan "Terimakasih tuan..!"


Xu Chen tak menjawab hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum setelah itu Xu Chen berbalik ingin meninggalkan rumah makan tersebut, tapi tiba tiba wanita pemilik warung makan kembali memanggil Xu Chen "Tuan!" panggil wanita tersebut


Spontan Xu Chen membalikkan badannya dan bertanya "Ada apa bibi? apa uangnya kurang?"


Xu Chen mengerutkan keningnya bingung "Balas dendam?" tanya Xu Chen kembali


Wanita pemilik rumah makan yang menangkap kebingungan di wajah Xu Chen kembali berkata "Ya tuan! mereka orang orang dari sekte Gagak Hitam terkenal pendendam! aku yakin orang orang yang tuan pukuli tadi akan melaporkan kepatriak mereka!"


Xu Chen dengan tenang dan senyum lebarnya berkata "Bibi tidak perlu khawatir! aku sebisa mungkin akan menjaga jarak dari mereka!"


Setelah mendengar perkataan Xu Chen wanita pemilik rumah makan tak membahas lebih jauh lagi mengenai sekte Gagak Hitam


Xu Chen pun segera meninggalkan rumah makan tersebut dan segera pergi ke lembah Siluman untuk mencari tanaman herbal sebagai bahan pembuatan pil matahari emas


***


"Guru apa kau juga merasakannya?" tanya Xu Chen pada Gurunya


"Ya aku juga merasakannya! ada seorang yang mengikuti kita! lebih baik kau bersembunyi dulu!"

__ADS_1


Setelah itu Xu Chen mengikuti perkataan Gurunya dan segera bersembunyi di balik pohon besar


Setelah beberapa saat Xu Chen bisa melihat seorang berpakaian hitam dengan cadar menutupi wajahnya dari penglihatan Xu Chen bisa menyimpulkan kalau orang itu adalah wanita yang sedang menyamar menjadi laki laki


"Kemana dia pergi? cepat sekali orang itu menghilang?" tanya wanita itu pada dirinya sendiri


Belum usai kebingungan wanita tersebut tiba tiba seseorang berbicara dari belakang


"Apa kau mencariku?" tanya Xu Chen dengan berdecak pinggang mengejutkan si wanita


Spontan karena terkejut si wanita melemparkan sebuah pisau ke arah Xu Chen


Tetapi dengan gampang Xu Chen menangkap pisau yang di lemparkan oleh si wanita "Aih mengapa begitu galak?" ujar Xu Chen sambil meremas pisau yang dilemparkan tadi dan alhasil pisau malang tersebut hancur bagaikan telur yang dipecahkan


Xu Chen kembali berkata dengan nada menggoda "Aku penasaran! mengapa seorang wanita mengikutiku seperti ini! bisakah nona memberitahukan alasannya?"


Mendengar itu spontan si wanita kaget "Dari mana kau tahu kalau aku seorang wanita?" balas si wanita dengan nada sengit


Xu Chen membalas dengan santai"Bukankah kau tidak terlalu pintar menyamar!" sambil melihat ke arah dada si wanita


Mendapati itu pipi si wanita merah merona "Dasar cabul! aku akan membunuhmu!" ujar si wanita berteriak marah ke arah Xu Chen


Bersamaan dengan itu si wanita mencabut pedangnya dan maju menyerang Xu Chen


Xu Chen tanpa berbasa basi langsung mengeluarkan tebasan ilusi dan langsung memotong cadar si wanita dengan cepat bahkan si wanita tidak menyadarinya sama sekali


Saat cadar yang menutupi wajah si wanita terpotong oleh pedang Xu Chen terlihat wajah cantik mulus dan putih bagai giok milik si wanita kecantikannya bahkan bisa meruntuhkan sebuah kerajaan diam diam Xu Chen terpanah dengan kecantikan tersebut


***


**Hai reader yang Budiman! author tidak henti hentinya mengingatkan setalah membaca Legend Of Darknes jangan lupa untuk selalu memberikan like dan komen untuk terus mensupport Legend Of Darknes


See you in the next Chapter Bye Bye**

__ADS_1


__ADS_2