
"Apa kalian siap?" Xu Chen menyeringai lebar.
Para pemuda diam mematung sesaat "Y-ya," gugup masih terpengaruh dengan aura Xu Chen.
"Aku tidak mendengarnya, apa kalian siap?" Xu Chen berkata santai. Namun, karena pemuda itu menambahkan Qi kedalam suaranya, jadi terdengar tinggi dan lantang.
"Ya, kami siap," para pemuda berteriak lantang mengimbangi suara Xu Chen.
Xu Chen mengambil posisi memasang kuda-kuda diikuti para pemuda yang mengelilinginya dari berbagai arah.
"Pahlawan, apa kau tidak akan menggunakan pedangmu," seorang pemuda bertanya karena melihat Xu Chen hanya menggantung pedang di bahunya, tak menyentuhnya sama sekali.
Xu Chen tersenyum tipis dan menggelengkan kepalanya "Pedangku hanya digunakan untuk membunuh."
"Kalau begitu kami tidak akan segan-segan, pahlawan," seorang pemuda berkata dan langsung disambut anggukan dengan rekan-rekannya yang lain.
"Lakukan sesukamu."
Para pemuda segera mengeluarkan senjata masing-masing. Mulai dari pedang, kapak, golok, tongkat.
Seorang pemuda yang terlihat paling tua dari yang lain melirik ke belakang menyuruh beberapa rekannya untuk maju menyerang Xu Chen.
Lima orang pemuda yang berada di ranah Beginner menengah memegang pedang panjang maju ke depan Xu Chen dan memberikan hormat tangan.
Xu Chen membalas hanya dengan anggukan. Bagi pemuda itu hanya gurunya yang pantas menerima hormatnya.
Pertarungan lima lawan satu dimulai dengan lima pemuda maju mengepung Xu Chen dan menyerang dengan pedang mereka.
Xu Chen tak menangkis atau menerima serangan itu, ia hanya terus menghindar dengan lincah dan pemuda itu juga sesekali membalas dengan mendaratkan pukulan pada ringan pada kelima pemuda.
Setelah beberapa saat kelima pemuda melompat mundur mengambil jarak dari Xu Chen. "Huh, pahlawan sangat kuat!" seorang pemuda berkata dengan nafas sedikit memburu.
"Kita tak bisa menghadapinya secara sembarangan. Kita harus mempunyai rencana."
"Kau benar. Jadi, apa kau punya rencana?" melirik rekannya.
__ADS_1
"Tidak," kata-kata itu seperti tamparan keras bagi pemuda yang bertanya.
"Sialan kau," jika saja tidak sedang bertarung pasti ia akan menghajar rekannya itu.
Xu Chen melihat para pemuda sedang berdiskusi di tengah pertarungan menggelengkan kepalanya pelan.
Xu Chen kemudian maju menerjang ke depan, mengagetkan kelima pemuda yang sedang sibuk berdiskusi.
Gerakan Xu Chen begitu cepat dan lincah. Membuat kelima pemuda tak mempunyai kesempatan untuk menghindar atau sekedar menangkis serang Xu Chen. Alhasil, pukulan dan tendangan Xu Chen berhasil mendarat di bagian yang tak vital kelima pemuda.
Kelima pemuda terlempar keberbagai arah akibat pukulan dan tendangan yang Xu Chen lancarkan. Meskipun tak mengenai bagian vital, tetapi mereka bisa merasakan sakit hingga ke tulang.
Semua orang menahan nafas saat melihat itu. Mereka bersyukur tak maju pertama kali.
Xu Chen kembali berdiri seperti biasa. Pemuda itu kemudian memanggil kelima pemuda. Meskipun sakit masih terasa tetapi kelima pemuda dengan patuh menghampiri Xu Chen.
Xu Chen kemudian menyuruh kelima pemuda untuk memegang tangannya. Dengan patuh dan tanpa banyak bicara kelima pemuda memegang tangan Xu Chen, entah karena takut atau karena masih merasa sakit tetapi yang pasti kelima pemuda patuh dengan apa yang Xu Chen katakan.
Posisi mereka kini melingkar dengan saling memegang tangan. Xu Chen perlahan mengalirkan Qi-nya memulihkan kelima luka dalam pemuda.
Seketika wajah menahan kesakitan kelima pemuda sirna, digantikan wajah mengnganga saking takjubnya dengan kecepatan penyembuhan yang Xu Chen miliki. Tak hanya mereka semua pemuda yang melihat itu mengnganga tak percaya.
"Selain hebat bertarung, pahlawan kita hebat juga dalam penyembuhan," seorang pemuda berkata takjub.
"Ya, pahlawan memang hebat, aku kagum padanya."
"Aku jadi ingin jadi seperti pahlawan. Mulai hari ini pahlawan adalah panduanku," Hua Ming berkata semangat.
Berbagai pujian mengalir deras untuk Xu Chen. Kini para pemuda semakin kagum kepada Xu Chen, pahlawan mereka.
"Kalian terlalu banyak bicara dan berpikir, hal itu membuat kalian menjadi lengah," Xu Chen menyilang kan kedua tangannya ke belakang. "Jika ini adalah pertarungan yang nyata, aku yakin kalian sudah mati saat ini," Xu Chen memandang kelima pemuda yang tertunduk bergantian.
"Kami mengerti pahlawan." kelima pemuda berkata serentak.
"Baiklah, sekarang kalian semua majulah. Jangan sungkan lagi kepadaku, serang aku dengan niat membunuh."
__ADS_1
Setelah menyaksikan pertarungan kelima rekan mereka, para pemuda banyak sedikit telah mengerti dengan perkataan Xu Chen. Menyerang setengah-setengah tidak akan berarti apa-apa, itulah yang para pemuda pikirkan.
Mereka secara bersama-sama mengepung Xu Chen dan menyerangnya secara serentak.
Xu Chen mengambil sebuah ranting kayu lalu mengalirkan Qi Gelap miliknya secukupnya. Ia dengan lincah menghindari serangan para pemuda dan sesekali menangkis menggunakan ranting kayu yang dialiri Qi.
Tentu hal itu membuat para pemuda bingung, bagaimana bisa sebuah ranting kayu biasa bisa menahan senjata mereka yang terbuat dari baja.
Rentetan suara besi saling berbenturan memenuhi udara memekikkan telinga yang mendengarnya, meskipun Xu Chen hanya menggunakan ranting kayu tetapi itu lebih keras dari baja sekalipun.
Xu Chen dengan kecepatan yang tak bisa diikuti mata para pemuda melompat ke udara lalu mengeluarkan Menghapus Kenangan dan melemparnya tepat ke tengah para pemuda, tempat ia berdiri sebelumnya.
Kerena Xu Chen bergerak terlalu cepat, para pemuda tak menyadari hal tersebut. Mereka hanya merasakan tubuh mereka dihantam oleh gelombang kejut yang luar biasa kuat, hinggah mereka terlempar tak tentu arah, hingga ada yang menabrak dinding keras. Bahkan ada dari mereka yang muntah darah karena kultivasi yang rendah.
Xu Chen mendarat indah kembali ke lantai memandang semua pemuda yang terbaring lemas akibat serangan Menghapus Kenangan.
"Dengar kalian semua," Xu Chen meninggikan suaranya.
"Aku tahu kalian terkurung di desa ini sejak kalian lahir. Aku mengerti itu," Xu Chen tak omong kosong mengatakan ini. Pemuda itu juga sama, sejak kecil dia dikurung oleh keluarganya agar publik tak mengetahui tentang elemen gelapnya.
"Karena itu kalian tak memiliki pengalaman sama sekali."
Meskipun kedengarannya tak enak tetapi para pemuda menganggukkan kepala bersamaan, setuju dengan perkataan Xu Chen.
"Dalam pertarungan yang nyata, kita harus selalu berpikir dengan tenang namun harus cepat dan tepat. Jika tidak, kalian hanya akan menjadi mangsa yang empuk."
Para pemuda mendengar dengan khidmat apa yang disampaikan oleh Xu Chen. Bagi mereka ini adalah pelajaran yang sangat berharga.
"Desa kalian memang sudah bebas dari kutukan. Namun, kalian sama sekali belum siap untuk itu."
Para pemuda semakin dalam menundukkan kepala mereka, semua yang dikatakan Xu Chen adalah kebenaran yang nyata.
"Didunia luar orang-orang hanya mementingkan diri mereka sendiri, yang kuat berkuasa dan yang lemah akan ditindas, kekuatan adalah segalanya, jika kau ingin dipandang dan dihormati oleh masyarakat kalian harus kuat," Xu Chen menghela nafas pelan.
"Baiklah, pulihkan diri kalian. Aku akan membantu."
__ADS_1
Para pemuda mengangkat serentak dan melakukan apa yang seperti kelima rekan mereka lakukan tadi. Tak perlu menunggu berjam-jam hanya beberapa menit Xu Chen sudah bisa memulihkan mereka semua.
Bahkan para pemuda melompat dan berteriak kegirangan. Bagaimana tidak, tubuh mereka sekarang lebih ringan dan nyaman dari sebelumnya.